Jumat, 07 Oktober 2016
Pengertian Informasi
Menurut Raymond Mc. leod informasi adalah data yang telah diolah menjadi bentuk yang memiliki arti bagi si penerima dan bermanfaat bagi pengambilan keputusan saat ini atau mendatang. Menurut Tata Sutabri, adalah data yang telah diklasifikasikan atau diolah atau diinterpretasikan untuk digunakan dalam proses pengambilan keputusan. Dan menurut Anton M. Meliono (1990), Informasi adalah data yang telah diproses untuk suatu tujuan tertentu. Tujuan tersebut adalah untuk menghasilkan sebuah keputusan. Data yang diolah menjadi bentuk yang berguna untuk membuat keputusan. Informasi berguna untuk pembuat keputusan karena informasi menurunkan ketidakpastian (atau meningkatkan pengetahuan).
Siklus Informasi
Secara umum informasi dapat didefinisikan sebagai hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian yang nyata yang digunakan untuk pengambilan keputusan.
Sumber dari informasi adalah data. Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata. Data merupakan bentuk yang masih mentah, belum dapat bercerita banyak sehingga perlu diolah lebih lanjut. Data diolah melalui suatu metode untuk menghasilkan informasi. Data dapat berbentuk simbol-simbol semacam huruf, angka, bentuk suara, sinyak, gambar, dsb. Kejadian-kejadian adalah sesuatu yang terjadi pada saat tertentu. Kesatuan nyata adalah berupa suatu obyek nyata seperti tempat, benda dan orang yang betul-betul ada dan terjadi.
Sistem Informasi
Sistem informasi adalah sistem yang menggunakan teknologi komputer untuk mengumpulkan, memproses, menyimpan, menganalisis dan menyebarkan informasi. Kemampuan sistem informasi adalah transaksi lebih cepat dan akurat, kapasitas penyimpanan lebih besar dan akses lebih cepat, dan sebagai alat pendukung pengambilan keputusan.
Sistem Informasi Psikologi
Sistem Informasi Psikologi adalah suatu sistem atau tata cara yang merupakan kombinasi dari manusia, fasilitas atau alat teknologi, media, prosedur dan pengendalian yang dimaksudkan untuk mengumpulkan, mengolah dan menyimpan data mengenai perilaku terlihat maupun tidak terlihat secara langsung serta proses mental yang terjadi pada manusia sehingga data tersebut dapat diubah menjadi informasi yang dapat digunakan untuk tujuan tertentu seperti tujuan penelitian. Contoh nyata dari pengaplikasian SIP dalam kehidupan adalah penggunaan teknologi dalam pengambilan data tes psikologi, dalam hal ini umumnya komputer (komputerisasi alat tes psikologi).
Komponen sistem informasi :
a. Hardware (perangkat keras) berperan penting sebagai suatu media penyimpan vital bagi sistem informasi. Yang berfungsi sebagai tempat untuk menampung database atau lebih mudah dikatakan sebagai sumber data dan informasi untuk memperlancar kerja dari sistem informasi.
b. Software (perangkat lunak) berfungsi sebagai tempat untuk mengolah, menghitung dan memanipulasi data yang diambil dari hardware untuk menciptakan suatu informasi.
c. Prosedur : sekumpulan aturan yang dipakai untuk mewujudkan pemrosesan data untuk menghasilkan output
d. Basisdata : suatu pengorganisasian sekumpulan data yang saling terkait sehingga memudahkan proses pencarian informasi
e. Jaringan komputer dan komunikasi data
f. Brainware : orang yang menggunakan, memakai ataupun mengoprasikan perangkat komputer
Fungsi dari sistem informasi
Sistem informasi memiliki banyak peranan dalam suatu organisasi/institusi/perusahaan diantaranya adalah : turut serta dalam pelaksanaan tugas rutin, mengaitkan perencanaan, pengerjaan, dan pengendalian dalam sistem, mengkoordinasikan subsistem-subsistem, dan mengintegrasikan subsistem-subsistem yang ada. Selain mempunyai banyak peranan sistem informasi juga mempunyai kemampuan yang dimiliki diharapkan dapat meningkat produktivitas, mengurangi biaya-biaya tertentu, meningkatkan servis terhadap konsumen, dan peningkatan dalam pengambilan keputusan.
Fungsi dari sistem informasi psikologi
Contoh nyata dari pengaplikasian Sistem informasi psikologi dalam kehidupan sehari-hari adalah penggunaan teknologi dalam pengambilan data tes psikologi, sistem informasi psikologi yang seperti ini membuat proses yang lebih efektif serta efisien.
Sumber :
http://www.sarjanaku.com/2012/11/pengertian-informasi-menurut-para-ahli.html
http://www.temukanpengertian.com/2013/07/pengertian-sistem-informasi-si.html
http://www.slideshare.net/coryditapratiwi/paper-sippengantar-sistem-informasi-psikologi
Gaol, Chr. Jimmy. (2008). Sistem Informasi Manajemen Pemahaman dan Aplikasi. Institute Perbanas: PT Grasindo.
Maryono, Y., Istiana, B. Patmi. (2008). Teknologi Informasi dan Komunikasi. Jakarta: Yudhistira
Sutabri, T. (2005). Sistem Informasi Manajemen. Yogyakarta. Andi
Segala sesuatu kini dapat kita dapatkan dengan cepat dan mudah, terlebih lagi kebutuhan dan aktivitas manusia yang sangat tinggi. Di kehidupan yang serba canggih saat ini dan pesatnya kemajuan teknologi yang sangat besar pengaruhnya bagi kehidupan manusia. Apa lagi jika anda ingin mencari suatu artikel yang bagus yang dapat kita jumpai melalui online. Dan saat ini saya akan menjelaskan beberapa etika dalam penulisan online itu seperti apa, yakni :
1. Panjang tulisan
Menurut beberapa orang mengatakan bahwa menulis artikel online itu minimal 300, 500, atau 700 kata, tetapi tulislah artikel anda sepanjang apapun atau sependek apapun, jika mampu memberi solusi nyata dengan tuntas, itu adalah artikel yang bagus. Penggunaan kata dan kalimat yang tidak perlu, justru tidak membuat artikel itu menjadi lebih bagus.
2. Tata bahasa dan Ejaan
Belajarlah menggunakan tata bahasa dan ejaan yang baik. Menulis ejaan yang tidak standar, tidak akan banyak membantu, kecuali jika audiens anda sangat spesifik. Kecuali anda sedang menulis jurnal ilmiah, menggunakan tata bahasa dan ejaan yang luwes (namun tetap memperhatikan kaidah bahasa) adalah salah satu faktor yang membuat sebuah tulisan yang bagus untuk dinikmati.
Namun, hal ini tidak juga berarti anda harus menggunakan tata bahasa dan ejaan yang baku. Menulis dengan terlalu berpatokan dengan tata bahasa dan ejaan yang sangat baku juga bisa membuat tulisan anda menjadi sangat kaku dan monoton. Dan anda juga tidak boleh lupa dengan menggunakan tanda baca.
3. Ringan dibaca
Menjaga tulisan agar tetap ringan dan mudah dibaca adalah menjadi salah satu hal yang sangat penting. Penggunaan tata bahasa, ungkapan, istilah, perumpamaan, atau ejaan yang tidak tepat dan berlebihan akan cepat membuat pengunjung blog anda berhenti membaca seketika. Jika orang tidak mampu mencerna, mengartika dan menerapkan solusi atau instruksi dalam tulisan anda, maka anda telah gagal membuat artikel yang bagus.
Bagilah artikel yang cukup panjang menjadi bebrapa sub-judul. Gunakan ilustrasi, gambar dan format teks (hurup tebal, miring, garis bawah dan lain-lain) untuk memperjelas isi. Dan gunakan kalimat yang tidak terlalu panjang dan yang terakhir, sebagai pengujian, baca keras-keras tulisan anda seperti anda berbicara. Nyamankah untuk didengar?
4. Topik
Topik adalah sesuatu yang paling penting dalam sebuah tulisan. Tulislah tentang apa yang anda sukai, dan tulislah apa yang anda merasa nyaman dengan topik tersebut.
5. Gaya bahasa
Menulis dengan cara dan gaya penulisanyang dimengerti dengan baik oleh penikmat artikel anda adalah hal yang sangat penting lainnya. pemahaman orang berbeda-beda dalam mencerna sebuah tulisan, disitulah perlunya anda menyesuaikan tulisan anda dengan penikmat artikel anda. Mungkin anda butuh beberapa waktu untuk men yesuaikan dan mencari gaya bahasa yang tepat.
6. Intonasi
Seperti halnya bahasa verbal, bahasa tulisan pun memiliki intonasi, tergantung tujuan penulisannya. Ada nada positif dan ada nada yang memerintah. Ada intonasi yang menyendir, ada yang damai, ada nada yang bersahabat, dan lain sebagainya.
Sesuaikan intonasi dengan tujuan penulisan. Berlatihlah terus sampai anda menemukan yang sesuai dengan karakter anda sendiri.
7. Kutipan
Pernahkan anda merasa telah menemukan sebuah topik tapi tidak juga mulai menulisnya, hanya karena anda tidak menemukan rujukan yang bisa anda kutip?
Mengutip pendapat orang lain atau seorang yang ahli adalah hal yang bagus, namun juga jangan sampai membuat kita menunda membuat postingan hanya karna belum menemukan tulisan orang lain untuk dikutip. Tulis lah setahu anda, dan sepengalaman anda sendiri tentanng sesuatu. Jika anda menemukan hal baru lainnya, anda tinggal memperbaruinya. Itu jauh lebih baik dibandingkan anda menunda untuk menulis sampai anda menemukan sebuah rujukan.
Ada 2 gaya bahasa yang sering digunakan ketika menulis, yaitu gaya jurnalistik dan gaya ringkasan. Gaya jurnalistik langsung memberikan informasi utama pada bagian awal artikel dan informasi pendukung akan menyusul di bagian tengah atau akhir artikelnya. Sedangkan gaya ringkasan mirip dengan gaya berita ringkas yang ditunjukan pada pembaca yang mengharapkan informasi terperinci, dan pembaca dapat langsung memutuskan apakah dia akan membaca rincian yang diberikan atau cukup hanya membaca ringkasan artikelnya saja.
Ada beberapa artikel yang mempunyai cara penulisan yang berbeda beda:
ARTIKEL DESKRIPSI
Artikel deskripsi adalah karangan yang bertujuan untuk menulis gambaran suatu fakta sehingga pembaca dapat membayangkannya di dalam benak.
Cara menulis artikel deskripsi antara lain:
1. Tentukan objek atau konsep yang akan dideskripsikan
2. Tentukan juga tujuan penulisan
3. Tentukan rumusan ide pokok
4. Kembangkan tulisan menjadi urut-urutan
5. Tutup dengan paragraf yang menyimpulkan obyek yang dideskripsikan.
ARTIKEL NARASI
Artikel jenis ini ditujukan untuk menceritakan suatu keadaan atau situasi, baik berdasarkan urutan waktu atau urutan kejadian. Adanya konflik kehidupan membuat tulisan jenis ini menarik minat baca. Sebab bila tidak ada konflik, maka sebuah narasi akan menjadi hambar.
Cara menulis artikel narasi antara lain:
1. Tentukan tema.
2. Tentukan tujuan
3. Tentukan rumusan ide pokok
4. Kembangkan tulisan dengan membuat alur cerita : awal – tengah – akhir. Bagian awal buatlah pembukaan yang menarik; Bagian tengah gambarkan pergulatan hidup sang tokoh sampai pada puncak konflik alias klimaks
5. Setelah itu, buatlah anti klimaks sebagai penutup.
ARTIKEL EKSPOSISI
Ertikel jenis ini merupakan karangan yang bertujuan untuk menguraikan suatu topik. Dapat berupa uraian tentang definisi, fungsi, bagian dan kegunaan suatu konsep. Dapat juga berupa langkah, cara atau proses mengerjakan sesuatu. Ciri khas artikel ini adalah memamerkan poin-poin, urut-urutan angka, tahap demi tahap langkah, menjajarkan definisi, dll.
Cara menulis artikel eksposisi antara lain :
1. Tentukan tema.
2. Tentukan tujuan
3. Tentukan rumusan ide pokok
4. Kembangkan tulisan sesuai tujuan. Bila karangan ditujukan untuk menjelaskan pengertian, maka kembangkan karangan dengan menyajikan data dan fakta untuk menguatkan definisi atau proses. Bila anda ingin menjelaskan cara, buatlah tahapan-tahapan dari awal sampai akhir secara sistematis. Bila anda ingin menjelaskan kegunaan, buatlah kegunaannya satu persatu. Dan bila karangan ditujukan untuk menjelaskan proses, maka detilkan prosesnya.
5. Berikan kesimpulan.
ARTIKEL ARGUMENTASI
Artikel ini berupa karangan opini (pendapat pribadi, oranisasi atau lembaga). Penulisannya dilatarbelakangi oleh kritik terhadap suatu pendapat, keadaan atau kebijakan tentu dengan data atau fakta yang mendukung. Sehingga pendapatnya bisa menarik dukungan dari pembaca.
Cara menulis artikel argumentasi antara lain:
1. Tentukan tema.
2. Tentukan tujuan
3. Tentukan rumusan masalah
4. Kembangkan karangan dengan menyajikan data dan fakta untuk menguatkan pendapat sendiri
5. Berikan kesimpulan.
ARTIKEL PERSUASI
Artikel jenis ini terkenal juga dengan arikel motivasi. Sebab penulisannya bersifat membujuk alias persuasif. Efeknya dapat menggerakkan pembaca untuk melakukan atau mengikuti sesuatu dan sebaliknya meninggalkan sesuatu. Artikel ini biasanya banyak digunakan oleh pebisnis, konsultan, agamawan, psikolog, terapis, pengambil kebijakan dan siapa saja yang ingin menggiring khalayak untuk mau, rela, antusias, bersemangat mengamini dan tidak menolak apa yang mereka tawarkan.
Cara menulis artikel persuasi antara lain :
1. Tentukan tema.
2. Tentukan tujuan
3. Tentukan rumusan ide pokok
4. Kembangkan karangan dengan menyajikan data dan fakta untuk meyakinkan orang lain sehingga dapat menggerakkan pembaca untuk mengerjakan kebaikan dan menjauhi keburukan.
5. Berikan kesimpulan.
Sebagian penulisan kita juga harus memperhatikan tentang etika dan kode etik dalam penulisan pada sebuah media. Ada 3 hal yang harus diperhatikan:
1. Gunakan bahasa yang sopan, baik dan benar
Gunakanlah bahasa yang sopan pada saat menulis sebuah artikel atau berita di sebuah media online. Karena internet tersambung dengan akses yang mencakup seluruh dunia. Dimana artikel atau berita yang kita muat pada internet dapat dibaca oleh siapapun dari berbagai kalangan masyarakat di seluruh dunia. Apabila kita tidak menggunakan bahasa yang sopan maka cara pandang seseorang terhadap kita akan berdampak buruk pada pribadi serta lingkungan kita sendiri. Janganlah menyingkat sebuah kata dalam pengetikan suatu artikel. Seperti kata “yang” disingkat menjadi “yg”, “kepada” menjadi “kpd dan lain sebagainya. Hal itu hanya membuat pusing seseorang yang membaca artikel kita.
2. Gunakan huruf kapital (capslock) seperlunya
Gunakanlah huruf kapital pada penulisan seperlunya. Karena jika kita menuliskan dengan menggunakan huruf kapital secara dominan, kata yang tertulis dapat berarti lain bagi seseorang yang membacanya. Sebaiknya tulislah berita atau artikel dengan bahasa yang baik dan benar serta komunikatif. Karena pembaca sangat tertarik terhadap suatu artikel atau berita yang ditulis secara komunikatif. Bahasa yang baik dan benar pun memudahkan pembaca mengerti maksud dan inti dari sebuah berita yang disampaikan oleh kita sebagai penulis.
3. Menggunakan EYD yang sesuai
Selain menggunakan bahasa yang sopan, penulisan dalam media pun harus menggunakan EYD yang sesuai. Dikarenakan penulisan yang menggunakan EYD secara yang sesuai pun dapat memudahkan pembaca untuk mengerti inti dari sebuah tulisan yang kita tulis. Dan juga dapat memberikan kesan yang positif terhadap pribadi si penulis. Tak jarang sebuah tulisan di media online digunakan untuk referensi tulisan bagi seseorang. Jadi jika sebuah artikel yang di tulis tidak memperhatikan EYD dengan baik sebagus apapun isi dari artikel tersebut orang lain tidak akan menjadikannya sebagai referensi.
Itulah beberapa hal yang perlu anda perhatikan dalam membuat dan menulis subuah artikel. Namun dari semua itu, ada satu hal yang menurut saya paling penting, yaitu :
Yang pertama anda harus memiliki sesuatu hal untuk disampaikan. Yang kedua jangan menunggu saat yang sempurna, karena kebuntuan dalam menganalisa masalah adalah salah satunya. Dan hilangnya semangat dan percaya diri untuk menulis adalah hal lainnya. Sehingga membuat anda menunda-nunda waktu untuk menulis. Dan yang ketiga pelajari segala sesuatunya dari mana saja. Kemudian cerna, analisa, dan terapkan. Dan jika menurut anda itu baik, maka anda kemudian bisa membagikan kepada orang lain.
Sumber :
http://portal-uang.com/2013/08/cara-menulis-artikel-yang-baik.html
http://pelitaku.sadba.org/etika_penulisan_dalam_dunia_mayainternet
http://www.maxmanroe.com/tips-cara-menulis-artikel-yang-baik.html
Rifai, Mien A. (2004). Pegangan Gaya Penulisan, Penyuntingan dan Penerbitan Karya Ilmiah Indonesia.Yogyakarta : Gadjah Mada University Press. cet. 4.
WS,.Titik.(2003). Kode Etik / Tanggung Jawab Penulis. Yogyakarta : Pink Books, PUSBUK, dan Taman Melati. Hal 8 – 14
Senin, 11 Januari 2016
Analisis Jurnal Hubungan antara Kepuasan Kerja dan
Resiliensi dengan Organizational Citizenship Behavior (OCB) pada
Karyawan Kantor Pusat PT. BPD Bali
|
Judul
|
Hubungan antara Kepuasan Kerja dan Resiliensi
dengan Organizational Citizenship Behavior (OCB) pada Karyawan
Kantor Pusat PT. BPD Bali
|
|
Penulis
|
I Gusti Ayu Agung Yesika Yuniar, Harlina
Nurtjahjanti, dan Diana Rusmawati
|
|
Jurnal
|
Jurnal Psikologi Universitas Diponegoro
|
|
Vol. & Nomor
|
Vol. 9 No. 1
|
|
Tahun
|
2011
|
|
Tujuan Penelitian
|
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
hubungan antara kepuasan kerja terhadap OCB, hubungan antara resiliensi
terhadap OCB, serta hubungan antara kepuasan kerja dan resiliensi terhadap
OCB pada karyawan Kantor Pusat PT. BPD Bali.
|
|
Latar Belakang
|
Penelitian ini juga dilatar belakangi oleh
terbatasnya penelitian mengenai kepuasan kerja dan resiliensi dengan organizational
citizenship behavior (OCB) karyawan Kantor Pusat PT. BPD Bali.
|
|
Subjek
|
Populasi penelitian ini berjumlah 187 orang dan
sampel penelitian berjumlah 127 karyawan tetap Kantor Pusat PT. BPD Bali yang
minimal telah bekerja selama dua tahun. (seluruh karyawan Kantor Pusat PT.
BPD Bali yang berjumlah 191 orang). Penentuan sampel menggunakan teknik
proporsional sampling.
|
|
Metode
|
Metode pengumpulan data yang digunakan dalam
penelitian ini adalah self-report questionare (Anastasi, 1997).
Penelitian ini menggunakan skala psikologi sebagai alat pengumpulan data.
Penelitian ini menggunakan tiga macam skala yaitu Skala OCB, Skala Resiliensi
dan Skala Kepuasan Kerja. Ketiga skala tersebut menggunakan model skala
Likert, dengan modifikasi alternatif jawaban menjadi lima respon yang terdiri
dari pernyataan yangfavorable (mendukung) dan unfavorable (tidak
mendukung).
|
|
Kesimpulan
|
Tidak adanya tanda negatif pada
koefisien korelasi menunjukkan hubungan yang positif. Hubungan positif
artinya jika kepuasan kerja meningkat maka OCB meningkat juga atau
sebaliknya. Mengingat signifikansi yang diperoleh maka dapat diartikan bahwa
hubungan antara kepuasan kerja dengan OCB adalah signifikan. Jadi dapat
disimpulkan H1 dan H2 diterima.Hasil penelitian ini menunjukkan adanya
hubungan antara kepuasan kerja dengan OCB. Karyawan akan melaksanakan tugas
melebihi dari kewajiban formal yang ditentukan apabila mendapatkan kepuasan
dalam bekerja. Kepuasan kerja dan resiliensi merupakan salahsatu faktor yang
menentukan OCB.
|
|
Saran
|
Usaha meningkatkan OCB (Organizational
Citizenship Behavior) karyawan berkaitan dengan pengaruh kepuasan kerja
dan resiliensi, dapat disarankan sebagai berikut:
1. Bagi
Manajemen Kantor Pusat PT. BPD Bali
a. Mengingat kepuasan kerja dan
resiliensi berpengaruh positif, maka sebaiknya perusahaan lebih memperhatikan
dan menghargai karyawan-karyawan yang bekerja diperusahaan tersebut.
b. Memperhatikan
aset yang dimiliki karyawan.
c. Menumbuhkan rasa persaudaraan
dan saling percaya di lingkungan kerja.
d. Pimpinan atau manajemen
perusahaan memperhatikan faktor-faktor lain seperti, budaya setempat, budaya
dan iklim organisasi, kepribadian dan suasana hati (mood), masa kerja
dan jenis kelamin(gender).
2. Sedangkan bagi
penelitian selanjutnya yang berminat untuk memperdalam topik yang sama, dapat
mengembangkan penelitian selanjutnya dengan memperluas orientasi kancah
penelitian dengan mempertimbangkan variabel lain yang mungkin berpengaruh
terhadap varibel OCB.
|
Menurut kelompok kami jurnal yang berjudul “Hubungan
Antara Kepuasan Kerja dan Resiliensi dengan Organizational Citizenship
Behavior (OCB) pada Karyawan Kantor Pusat PT. BPD Bali” cukup baik karena
peneliti menjelaskan laporan secara lengkap dengan menuliskan secara rinci
teori yang mendukung penelitian. Peneliti juga menjelaskan dan menjabarkan
hasil dan pembahasan dari penelitiannya. Peneliti juga memberikan saran
berdasarkan data dan hasil yang diperoleh dari penelitian, bukan semata-mata
menurut pendapat pribadi.
Rabu, 06 Januari 2016
Judul : PENGARUH JOB ENRICHMENT TERHADAP KEPUASAN KERJA, MOTIVASI DAN KOMITMENT ORGANISASI PT FAJAR SURYA WISESA
Jurnal : Jurnal Psikologi
Volume/Halaman : Vol. 16 No. 2, Agustus 2012 hal.93-104
Tahun : 2012
Penulis : Francisca Hermawan
Tujuan Penelitian : Di dalam penelitian ini, tujuan penulis adalah ingin menganalisis pengaruh job enrichment terhadap kepuasan kerja; motivasi; komitmen organisasi di PT Fajar Surya Wisesa.
Subjek Penelitian : 65 Responden
Metode Penelitian : Data yang digunakan dalam analisis penelitian ini berupa persepsi responden dengan menyebarkan 65 kuesioner pada karyawan di PT Fajar Surya Wisesa. Perhitungan jumlah responden ditentukan menggunakan rumus Slovin. Penelitian ini menggunakan tehnik convenience sampling dimana peneliti memiliki kebebasan untuk memilih siapa saja yang mudah temui dalam perusahaan.
Hasil Penelitian : Besarnya hasil Overall Mean Score job enrichment dapat dilihat bahwa job enrichment pada karyawan di PT Fajar Surya Wisesa memiliki kategori netral karena berada di nilai mean score 3.40 terutama pada dimensi otonomi. Hal ini mungkin disebabkan PT Fajar Surya Wisesa masih memberi sedikit kesempatan untuk karyawan dalam berfikir dan bertindak secara mandiri. Kepuasan kerja pada karyawan PT Fajar Surya Wisesa memiliki tingkatan yang puas dengan mean score 3.41. Hal ini mungkin disebabkan manajemen perusahaan memperlakukan karyawan dengan jujur sehingga karyawan menjadi puas. Motivasi pada karyawan PT Fajar Surya Wisesa memiliki tingkatan yang tinggi dengan mean score 3,42 terlihat dari pekerjaan menarik minat karyawan sehingga karyawan menjadi termotivasi.Komitmen organisasi pada karyawan PT Fajar Surya Wisesa memiliki tingkatan yang tinggi dengan mean score 3.41 hal ini dapat disimpulkan bahwa karyawan menganggap permasalahan perusahaan adalah permasalahan mereka sendiri sehingga menjadi komitmen.Prosentasi pengaruh variable independen terhadap variable dependen antara job enrichment dengan kepuasan kerja (R2= 81,3%) ; job enrichment dengan motivasi (R2= 83,9%) ; job enrichment dengan komitmen organisasi ( R2=85%) ada pengaruh signifikan. Berdasarkan hasil analisi regresi table 3,4,5 diperoleh bukti bahwa nilai t untuk pengaruh job enrichment terhadap kepuasan kerja adalah sebesar 16,556 pada signikansi 0,000 (<0,05) berarti ada pengaruh yang signifikan, sedangkan nilai t untuk pengaruh job enrichment terhadap motivasi sebesar 18,102 pada signifikan 0,000 (<0,05) berarti ada pengaruh yang signifikan dan nilai t untuk pengaruh job enrichment terhadap komitmen organisasi adalah sebesar 18,882 pada signifikansi 0,000 (<0,005) berarti ada pengaruh yang signifikan. Hasil uji Manova menunjukkan ada perbedaan secara simultan antara variable dependen (Kepuasan Kerja; Motivasi kerja; Komitmen organisasi) terhadap variable independen (job enrichment).
Kesimpulan : Hasil penelitian penulis sedikit berbeda dengan jurnal hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Raza dan Nawaz dengan topik “Impact of Job Enrichment on Employees’ Job Satisfaction, Motivation and Organizational Commitment” di Pakistan yang mengemukakan bahwa job enrichment mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan kerja, motivasi dan komitmen organisasi sedangkan hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis yaitu dalam penelitian ini job enrichment memiliki tingkatan cukup sedangkan kepuasan kerja, motivasi dan komitmen organisasi memiliki tingkatan puas dan tinggi. Sedangkan kualitas hubungan job enrichment dengan kepuasan kerja, kualitas hubungan job enrichment dengan motivasi dan kualitas hubungan job enrichment dengan komitmen organisasi, masing-masing memiliki korelasi yang positif dan kuat artinya jika variable dependent meningkat maka mempengaruhi peningkatan variable independent.
DAFTAR PUSTAKA
Allen, N. J., & Meyer, J.P. (1997). Commitment In Workplace : Theory,
Research, And Application (California : SAGE Publication).
Ghozali, Imam., (2005). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program
SPSS
(3th ed.). Semarang : Badan Penerbit Universitas Diponegoro
Greenberg, J & Baron, R.A. (2008). Behavior in Organizations (9th
ed).New Jersey, Perason Prentice Hall.
Hasibuan,Malayu S.P (2007),Manajemen Sumber Daya Manusia, Edisi
revisi, Jakarta Bumi Aksara.
Ivancevich, J.M. (2007). Human Resource Management (10th ed). New
York: McGraw Hill
Mas’ud, F. (2004). Survai Diagnosis Organisasional. Semarang: BPFE
UNDIP
Mathis Robert L & Jackson John H (2002) Manajemen Sumber daya
Manusia Jakarta, Salemba Empat
Nawawi,Hadari (2003), Manajemen Sumber Daya Manusia yang
kompetitif untuk Bisnis ,Yogyakarta, Gajah Mada University
Press.
Raza, M.A & Nawaz, M.M. (2011). Impact of Job Enrichment on
Employees’s Job Satisfaction, Motivation and Organizational
Commitment : Evidence from Public Sector of Pakistan. European
Journal of Social Sciences, vol 23.
Robbins, Stephen.P & Judge, Timothy.A .(2009). Organizational
Behavior(13th ed). New York: McGraw Hill.
Sekaran, U. (2006). Metode Penelitian untuk Bisnis. Jakarta: Salemba
Empat.
Steers, R.M (2008 ) Efektivitas Organisasi. Jakarta : airlangga
Suprihanto (2000), penilaian Kinerja & Pengembangan Sumber daya
Manusia, Yogyakarta : BPFE
Uyanto, S, S. (2006). Pedoman Analisis Data Dengan SPSS (3th ed.)
Yamane,Taro (2003), Elementary Sampling Theory, Englewod cliffs
prentice Hall
Rabu, 30 Desember 2015
Judul : Peranan Motivasi Berprestasi Terhadap
Prestasi Kerja Pada Agen yang Bekerja Di Kantor Operasional Pondok Gede
DanKalimalang AJB Bumiputera 1912 Cabang Jakarta Timur
Jurnal :
Jurnal Psikologi
Volume/Halaman :
Vol. 5 No. 1, Juni 2007 hal.1-29
Tahun :
2007
Penulis :
Sulis
Mariyanti dan Renny Meinawati
Tujuan Penelitian : Tujuan
utama dari penelitian ini adalah dari TAT McClelland yang tersamarmembantu dan
memudahkan dalam pengambilan data. TAT inijuga menggambarkan sesuatu darialam
bawah sadar individu sehingga tanpadisadari dapat mengukur tingkah laku,serta
menggunakan TAT ini dapatmeminimalisir peluang individu berbuat curang
(mencontek jawaban orang lainatau minta dikerjakan oleh orang lain).Tes ini
digunakan untuk memberikankesan yang berbeda pada sampel penelitiandengan
harapan dapat menarikminat mereka dalam mengerjakannya.Dalam menggunakan tes
ini, penulismendapatkan kepercayaan dan panduan langsung dari Psikolog dan
penskoringanpada TAT McClelland ini jugadilakukan oleh Psikolog.
Subjek
Penelitian : Subjek
penelitian diambil dari agen asuransi yang bekerja di kantor operasional Pondok
gede dan Kalimalang AJB Bumiputera cabang Jakarta Timur. Usia sampel dalam
penelitian ini sangat beragam, untuk itumengelompokkannyamenjadi dua kelompok usiasesuai
dengan tahap perkembangan. Teoriyang digunakan untuk mengelompokkan usiasampel
menggunakan pendapat dari Santrock,yaitu usia 20 - 40 tahun termasuk ke
dalamtahap perkembangan usia dewasa dini dan usia40 - 60 tahun termasuk ke
dalam tahapperkembangan usia dewasa madya. Pembagiankelompok tersebut
disesuaikan dengan rentangusia sampel penelitian yang paling muda berusia20
tahun dan paling tua berusia 59 tahun.Adapun dari hasil penelitian diketahui
bahwasampel paling banyak berada pada kelompokusia 40 - 60 tahun dan paling
sedikit berada padakelompok usia 20 - 40 tahun.
Metode
Penelitian : Metode
penilaian prestasi kerja karyawandapat dilakukan dengan berbagai cara.Cara yang
dipilih tergantung kepada kegunaannya.Jika hasilnya akan digunakan untuk keperluan
seleksi, promosi, pelatihan berdasarkan hasil prestasi, maka metode yang cocok adalah
metode rating scale. Sedangkan untukmembantu karyawan berkembang dapat digunakan
manajemen berdasarkan objektif (MBO).
Metode
Penelitian makalah ini
Penelitian
ini merupakan penelitian kuantitatif, dimana banyak dituntut menggunakan angka
mulai dari pengumpulan data, sampai tampilan hasil penelitiannya (Arikunto, 2002).
Metode penelitian yang digunakan adalah
penelitian
non eksperimen, dimana penulis tidak memberikan manipulasi
atau perlakuan apapun pada sampel penelitian. Metode penelitian ini
digunakan
karena penulis ingin melihat kondisi sebenarnya yang dialami, dirasakan, dan
dilakukan oleh sampel penelitian sehingga tidak perlu dilakukan manipulasi. Adapun
metode lainnya yaitu metode teknik proyeksi yang dikembangkanoleh McClelland
dan dikenal dengansebutan TAT (Thematic Apperception Test). Tesini
mengukur 3 hal dalam diri seseorang, yaitumengukur motivasi berprestasi,
mengukur motivasiafiliasi, dan mengukur motivasi kekuasaan.TAT terdiri dari 6
buah kartu yang berisigambar-gambar. Adapun waktu yang digunakandalam
pengetesan TAT McClelland iniadalah tidak terbatas, dalam arti waktu tes
baikpengerjaan pada tiap kartu maupun secarakeseluruhan disesuaikan dengan
situasi pengetesan dilapangan. Dalam hal mengerjakan TAT,individu diminta untuk
menulis cerita-ceritasecara spontan tentang gambar-gambar yangbersifat ambiguous,
dengan asumsi bahwaindividu akan memproyeksikan kebutuhannya kedalam cerita
dan ini mencerminkan tema dasaratau kebutuhan (need) tertentu. Dari
cerita-ceritaTAT tersebut dianalisis guna mendeterminasiapakah mereka memiliki
imajinasi prestasi,ataukah imajinasi akan kebutuhan lain.
Hasil Penelitian :
Bahwa motivasi berprestasi tinggi
tidak berperan secara signifikan terhadap peningkatan prestasi kerja pada agen
di AJB Bumiputera 1912 pada kantor operasional Pondok Gede dan Kalimalang.
Kekuatan Penelitian : Faktor
internal yang mampu membangkitkan atau mendorong agen untuk melakukan tingkah laku
tertentu guna memenuhi keinginannya untuk meraih prestasi adalah peranan dari
motivasi berprestasi.
Kelemahan Penelitian : Tidak mudah dalam mencari klien merupakan
tantangan yang harus dihadapi oleh agen.
Kesimpulan
:
Ditarik
kesimpulan bahwa pada alat tes TAT penelitian ini bersifat kuantitatif dimana banyak dituntut menggunakan angka
mulai dari pengumpulan data sampai pada hasil penelitiannya. Pada tes ini
mengukur 3 hal dalam diri seseorang yaitu mengukur
motivasi berprestasi, mengukur motivasifiliasi, dan mengukur kekuasaan. TAT ini
juga menggambarkan sesuatu dari alam bawah sadar sehingga tanpa disadari dapat
mengukur tingkah laku serta minat mereka dalam mengerjakannya. Pada penelitian
ini memiliki kekuatan dan kelemahan, kekuatannya mampu membangkitkan atau
mendorong tingkah laku tertentu guna memenuhi keinginannya untuk meraih
prestasi. Sedangkan kelemahannya tidak mudah menentukan klien secara cepat.
Rabu, 18 November 2015
A. Leadership
Kepemimpinan itu termasuk kedalam suatu kerja sama didasarkan kepada kemampuan orang tersebut, dan kepemimpinan itu juga di ratikan oleh para pendapat ilmuwan diantaranya :
Menurut Tead; Terry; Hoyt (dalam Kartono, 2003) Pengertian Kepemimpinan yaitu kegiatan atau seni mempengaruhi orang lain agar mau bekerjasama yang didasarkan pada kemampuan orang tersebut untuk membimbing orang lain dalam mencapai tujuan-tujuan yang diinginkan kelompok.
Menurut Young (dalam Kartono, 2003) Pengertian Kepemimpinan yaitu bentuk dominasi yang didasari atas kemampuan pribadi yang sanggup mendorong atau mengajak orang lain untuk berbuat sesuatu yang berdasarkan penerimaan oleh kelompoknya, dan memiliki keahlian khusus yang tepat bagi situasi yang khusus.
Moejiono (2002) memandang bahwa leadership tersebut sebenarnya sebagai akibat pengaruh satu arah, karena pemimpin mungkin memiliki kualitas-kualitas tertentu yang membedakan dirinya dengan pengikutnya. Para ahli teori sukarela (compliance induction theorist) cenderung memandang leadership sebagai pemaksaan atau pendesakan pengaruh secara tidak langsung dan sebagai sarana untuk membentuk kelompok sesuai dengan keinginan pemimpin (Moejiono, 2002).
REVIEW FILM
Film Hollywood "Maze Runner: The Scorch Trials" merupakan film yang adaptasi buku di seri kedua James Dashner, film ini menceritakan kembali setelah mereka berhasil keluar dari Labirin yang di ceritakkan di The Maze Runner (2014), Thomas dan Gladerslainnya dibawa ke tempat bernama Scorch, tempat yang lebih mengerikan dimana banyak badai pasir, bola baja muncul tiba-tiba dari kegelapan, lalu diserbu Crank yang haus darah.
Mereka dibawa ke sebuah kota, lalu Thomas menyadari bahwa Teressa menghilang. Tak ada satupun orang yang tahu, dimana Teressa berada. Namun ketika Teressa menghilang, Ia digantikan oleh seorang pemuda bernama Aris. Dia mengaku berasal dari Glade grup B. Dia menceritakan bahwa di Glade grup B, semua berisikan perempuan dan dia Cowok satu-satunya. Jadi ia memiliki peran seperti Teressa Di Glade grup B. Thomas yakin bahwa Teressa ada di Glade grup B bertukar dengan Aris. Malam harinya mereka di serang oleh sekumpulan orang kurus kering yang haus kelaparan seperti yang pernah muncul pada akhir film The Maze Runner. Mereka disebutnya Crank. Crank di akibatkan oleh Flare yang terjadi di bumi. Sebelumnya ada tokoh baru yaitu Brenda, manusia setengah Crank yang menyukai Thomas.
Setelah beberapa hari, ada seorang Ilmuwan dari WICKED, menyuruh mereka pergi ke sebuah padang pasir bernama Scorch, dia mengatakan bahwa itu jalan menuju tempat yang aman. Dalam perjalanan banyak rintangan menghadang, beberapa terbunuh, mereka mendapatkan juga sekutu dan begitu juga musuh yang bermunculan. Serangan Crank tak henti-hentinya. Mereka juga memiliki tugas untuk mencari penawar virus flare, jadi mereka sengaja dipaparkan oleh flare. Dan ini yang membuat kita sedih, bahwa Newt tidak kebal terhadap Flare.
Semua terungkap ketika bertemu Teressa, ia ternyata kekasih dari Aris, mereka sudah bertemu sebelum the maze runner diadakan. Lalu Glade grup B memiliki tugas untuk membunuh Thomas.
KESIMPULAN
Dapat disimpulkan bahwa kepemimpnan merupakan kemampuan mempengaruhi orang lain, bawahan atau kelompok, kemampuan mengarahkan tingkah laku bawahan atau kelompok, memiliki kemampuan atau keahlian khusus dalam bidang yang diinginkan oleh kelompoknya, untuk mencapai tujuan organisasi atau kelompok.
DAFTAR PUSTAKA
http://id.wikipedia.org/wiki/Halaman_Utama
http://sap.gunadarma.ac.id/
http://id.wikipedia.org/wiki/Kepemimpinan
http://en.wikipedia.org/wiki/Leadership
Rabu, 11 November 2015
Teori Motivasi
1. Teori Abraham H. Maslow (Teori Kebutuhan)
Dalam teori motivasi Abraham Maslow, bahwa pengertian motivasi berhubungan dengan hirarki kebutuhan manusia mulai dari kebutuhan fisiologikal, keamanan, sosial, prestise, dan aktualisasi diri. Dari teori hirarki kebutuhan inilah berkembang teori baru selanjutnya yang memberikan variasi dari pengertian motivasi itu sendiri. Teori motivasi yang dikembangkan oleh Abraham H. Maslow pada intinya berkisar pada pendapat bahwa manusia mempunyai lima tingkat atau hierarki kebutuhan, yaitu : (1) kebutuhan fisiologikal (physiological needs), seperti : rasa lapar, haus, istirahat dan sex; (2) kebutuhan rasa aman (safety needs), tidak dalam arti fisik semata, akan tetapi juga mental, psikologikal dan intelektual; (3) kebutuhan akan kasih sayang (love needs); (4) kebutuhan akan harga diri (esteem needs), yang pada umumnya tercermin dalam berbagai simbol-simbol status; dan (5) aktualisasi diri (self actualization), dalam arti tersedianya kesempatan bagi seseorang untuk mengembangkan potensi yang terdapat dalam dirinya sehingga berubah menjadi kemampuan nyata.
2. Teori dari Clayton Alderfer yang tetap mempertahankan hirarki kebutuhan, dan menekankan dalam pengertian motivasinya yang lebih pragmatis bahwa alasan manusia memiliki motivasi adalah
tidak terpenuhinya kebutuhan manusia.
3. Teori McClelland (Teori Kebutuhan Berprestasi)
Dari McClelland dikenal tentang teori kebutuhan untuk mencapai prestasi atau Need for Acievement(N.Ach) yang menyatakan bahwa motivasi berbeda-beda, sesuai dengan kekuatan kebutuhan seseorang akan prestasi. Murray sebagaimana dikutip oleh Winardi merumuskan kebutuhan akan prestasi tersebut sebagai keinginan : “Melaksanakan sesuatu tugas atau pekerjaan yang sulit. Menguasai, memanipulasi, atau mengorganisasi obyek-obyek fisik, manusia, atau ide-ide melaksanakan hal-hal tersebut secepat mungkin dan seindependen mungkin, sesuai kondisi yang berlaku. Mengatasi kendala-kendala, mencapai standar tinggi. Mencapai performa puncak untuk diri sendiri. Mampu menang dalam persaingan dengan pihak lain. Meningkatkan kemampuan diri melalui penerapan bakat secara berhasil.”
4. Teori Herzberg (Teori Dua Faktor)
Ilmuwan ketiga yang diakui telah memberikan kontribusi penting dalam pemahaman motivasi Herzberg. Teori yang dikembangkannya dikenal dengan “ Model Dua Faktor” dari motivasi, yaitu faktor motivasional dan faktor hygiene atau “pemeliharaan”.
Menurut teori ini yang dimaksud faktor motivasional adalah hal-hal yang mendorong berprestasi yang sifatnya intrinsik, yang berarti bersumber dalam diri seseorang, sedangkan yang dimaksud dengan faktor hygiene atau pemeliharaan adalah faktor-faktor yang sifatnya ekstrinsik yang berarti bersumber dari luar diri yang turut menentukan perilaku seseorang dalam kehidupan seseorang.
Menurut Herzberg, yang tergolong sebagai faktor motivasional antara lain ialah pekerjaan seseorang, keberhasilan yang diraih, kesempatan bertumbuh, kemajuan dalam karier dan pengakuan orang lain. Sedangkan faktor-faktor hygiene atau pemeliharaan mencakup antara lain status seseorang dalam organisasi, hubungan seorang individu dengan atasannya, hubungan seseorang dengan rekan-rekan sekerjanya, teknik penyeliaan yang diterapkan oleh para penyelia, kebijakan organisasi, sistem administrasi dalam organisasi, kondisi kerja dan sistem imbalan yang berlaku. Salah satu tantangan dalam memahami dan menerapkan teori Herzberg ialah memperhitungkan dengan tepat faktor mana yang lebih berpengaruh kuat dalam kehidupan seseorang, apakah yang bersifat intrinsik ataukah yang bersifat ekstrinsik.
5. Dalam teori harapan Victor H. Vroom, pengertian motivasi dikaitkan dengan perkiraan seseorang terhadap kemampuan dirinya bahwa mampu untuk melakukan apa yang menjadi motivasi atau alasannya. Dalam pengertian motivasi menurut teori harapan, seseorang selalu memiliki motivasi yang menurutnya dapat dijangkau oleh dirinya bukan hanya semata mata alasan serta ketidak adilan yang ada.
Resume film
Top Ittipat adalah seorang pemuda Thailand, usianya baru 16 tahun duduk di bangku SMA dan dia sangat kecanduan bermain game online. Dia berasal dari keluarga yang biasa-biasa saja. Pada awal pertama kali dia mengenal kegiatan bisnis/jual beli adalah pada saat dia sedang bermain game online, seseorang yang bernama Jack ingin membeli senjata kepada TOP. Awalnya TOP tidak ingin menjual senjatanya, namun setelah di tawarkan diberi uang sebesar 30 Bath, akhirnya TOP berani untuk menjualnya. Dari penjualan senjatanya itulah, dia semakin lama semakin meraup keuntungan yang cukup besar, dia terus melakukan kegiatan jual beli itu dan melakukan negosiasi harga, Top mendapatkan uang dari menjual item senjata-senjata miliknya di game online. Dengan bisnisnya ini diabahkan meraih penghasilan mencapai 1 juta Baht dan dapat membeli sebuah mobil seharga 600 Baht (sekitar 200 juta rupiah). Teman-temannya sangat kagum dan heran kepada Top karena dia bisa mempunyai mobil, orang tuanya saja yang tidak setuju dengan hal itu.
Para pembeli senjata adalah sesama pecinta game online dan ada juga yang berasal dari luar negaranya. Namun karena ini bisnis ilegal maka sudah pasti takan dapat bertahan lama. Rekening game onlinenya di blok karena diketahui melakukan transaksi jual beli. Top sangat terpukul karena tidak bisa berbisnis lagi di game online, namun dia sudah memiliki mobil yang ia dapat dari jerih payahnya, dan dengan mobil itulah dia pakai untuk mulai berbisnis dia tidak kehabisan ide, dari sisa uang yang ia punya dari game online, Top berniat berjualan DVD Player dan dia membeli 50 unit DVD player, pada saat di toko DVD itu lancar-lancar saja tetapi pada saat sudah dibawa pulang DVD itu rusak dan ternyata memang benar DVD itu bajakan semua, Top membawa kembali semua DVD itu ke toko namun barang tidak bisa dikembalikan dan Top merugi atas kejadian itu.
Disaat yang bersamaan orang tua Top mengalami kebangkrutan dan tidak mempunyai biaya untuk membiayai kuliah Top, Top juga tidak berhasil lolos tes di perguruan tinggi negeri dan dia harus masuk Universitas Swasta. Pada saat kuliah Top tetap memiliki keinginan bisnis yang kuat, dia membuat bisnis baru yaitu kacang goreng (chesnut). Diawali dengan mencari cara bagaimana strategi berjualan yang baik supaya bisa laris kepada para penjual kacang lainnya yang telah sukses sampai lakukan beberapa eksperimen untuk mendapatkan resep terbaik bagi produk kacangnya sehingga memiliki cita rasa yang khas dan unik. Setelah Top menemukan resep yang pas untuk kacangnya dia membuka kedai di mall, pada awalnya tempat berjualan kacangnya tidak strategis tetapi akhirnya Top mengganti tempat berjualannya di depan mall dan itu merupakan tempat yang strategis untuk berjualan, Namun berwirausaha memanglah tidak mudah. Saat Top mulai melakukan ekspansi bisnis chesnutnya secarabesar-besaran, timbul suatu masalah lain dimana mesin pembuat kacang goreng yang Top pergunakan menimbulkan asap dan mengotori atap Mall sehingga harus tutup dan pihak Mall juga membatalkan kontrak kedelainya. Dititik ini Top hampir putus asa karena tidak boleh berjualan lagi di mall karena pelanggannnya sudah mulai banyak.
Pada saat yang bersamaan orang tua Top memutuskan untuk pergi ke China, pada awalnya Top juga akan pergi dengan kedua orang tuanya akan tetapi Top tetap memiliki semangat dan rasa percaya diri untuk membuat kembali bisnis yang baru, Sampai pada suatu ketika Top sedang berjalan-jalan dengan pacarnya dan dia memberi Top rumput laut goreng, tanpa disadari hal itu memberikan Top sebuah ide untuk berbisbis menjual rumput laut goreng juga. Namun akhir kisah cinta Top tidak begitu bagus karena ditinggal pacarnya, Top lebih mementingkan bisnis dan usahanya dari pada nasihat kekasihnya.
Top pun memulai usaha kerasnya dengan mencari bahan rumput laut lalu belajar rahasia menggoreng rumput lautnya. Biaya yang dikeluarkan untuk pembelajaran ini mencapai lebih dari 100 ribu Baht, Belum lagi Top juga harus mempelajari cara untuk mempertahankan rumput lautnya agar tidak basi jika disimpan untuk beberapa hari lamanya. Dari sekian ratus percobaan yang dilakukan pamannya sama sekali belum berhasil, sampai suatu saat pamannya jatuh sakit dan harus dibawa ke rumah sakit. Top sangat terpukul dan dia mencoba menggoreng sendiri rumput laut yang tersisa, ternyata hanya ada satu yang tersisa dan itu sudah terkena air hujan semalaman. Ternyata dari rumput laut yang terakhir itu Top berhasil menemukan cara menggoreng rumput laut yang enak. Dalam tekanan yang begitu hebat Top berusaha mencari tahu tentang strategi penjualan dan inspirasi pun datang kembali untuk menjual produknya di mini market 7-Eleven dan menggunakan strategi pemasaran hutan rimba.
Setelah itu Top pergi ke kantor 7-Eleven dan lagi-lagi tidak semudah membalik telapak tangan. 7-Eleven ternyata memiliki standard yang tinggi yang harus dipenuhi supaya produk Top bisa masuk pasaran. Berbagai upaya Top lakukan tapi semua mengalami kebuntuan. Keputusasaan melanda dirinya. Top hampir-hampir memutuskan untuk berangkat ke China tapi sebelum itu terjadi Top melakukan usaha terakhirnya demi memenuhi syarat dari pihak 7-Eleven dan upaya terakhirnya kali ini tidak sia-sia. Kesulitan yang ada mulai dari inovasi untuk kemasan produknya sampai Top juga diharuskan memiliki pabrik untuk memproduksi dalam jumlah besar. Dengan susah payah semuanya dapat terpenuhi.
Untunglah juga ada kantor kecil milik keluarganya yang masih tersisa, yang akhirnya Top ubah menjadi sebuah pabrik kecil. Dengan begini Top berhasil memenuhi syarat ketentuan serta quota yang ditetapkan. 2 tahun kemudian Top berhasil membayar hutang keluarganya dan berhasil mengambil kembali rumah keluarganya.
Perjuangan Top segala kegagalan, getir dan pahit serta rasa duka dalam membangun sebuah bisnis kini mengantar Top pada sebuah kesuksesan. Sekarang ini di Thailand siapa yang tak mengenalakan Tao Kae Noi produk cemilan rumput laut terlaris di Thailand bahkan telah masuk juga ke berbagai Negara tetangga termasuk Indonesia. Dengan penghasilan 800 juta Baht per tahun dan mempekerjakan 2.000 staf maka Top Ittipat yang bernama lengkap Top Aitthipat Kulapong van ichini telah berhasil mencatatkan dirinya sebagai "A young billionaire from Thailand".
Kesimpulan
Pengertian motivasi dikaitkan dengan perkiraan seseorang terhadap kemampuan dirinya bahwa mampu untuk melakukan apa yang menjadi motivasi atau alasannya. Dalam pengertian motivasi dimana seseorang terus-menerus berusaha untuk mencapai target yang menjadi sesuai dengan keinginan orang tersebut, dimana individu tersebut tidak pernah menyerah meskipun selalu gagal dalam setiap target yang di jalankannya. Dengan kata lain selalu berusaha meskipun gagal.
Daftar Pustaka
http://www.apapengertianahli.com/2014/10/pengertian-motivasi-menurut-para-ahli.html
;;
Subscribe to:
Postingan (Atom)


