Senin, 26 Desember 2016

       1.    Interface

 A.  Pengertian Interface
               Interface adalah sebuah media yang dapat menjembatani antara user dan sistem untuk melakukan komunikasi dan sebuah desain untuk komputer, peralatan, mesin, perangkat komunikasi mobile, aplikasi perangkat lunak, dan situs web yang berfokus pada pengalaman dan interaksi penggunanya. Interface juga memiliki mekanisme komunikasi antara pemakai dengan sistem. Interface dapat menerima informasi dari pemakai dan memberikan informasi kepada pemakai untuk membantu mengarahkan alur penelusuran masalah sampai ditemukan suatu solusi.

            Fungsi interface adalah untuk menginput pengetahuan baru ke dalam basis pengetahuan sistem pakar / expert system (ES), menampilkan penjelasan sistem dan memberikan panduan pemakaian sistem secara menyeluruh sehingga pemakai mengerti apa yang akan dilakukan terhadap suatu sistem. Yang terpenting adalah kemudahan dalam memakai, menjalankan sistem, interaktif, komunikatif, sedangkan kesulitan dalam mengembangkan atau membangun suatu program jangan terlalu diperlihatkan.

 B.  Tujuan Interface
             Tujuan interface adalah mengkomunikasikan fitur-fitur sistem yang tersedia agar pemakai mengerti dan dapat menggunakan sistem tersebut.

C. Pengunaan Warna pada desain Interface
    a. Warna menambah dimensi ekstra pada suatu interface dan membantu user memahami struktur yang kompleks.
     b. Bisa dipakai untuk mewarnai-terang (higlight) hal-hal khusus.
     c. Menggunakan warna untuk mengkomunikasikan arti merah bisa jadi peringatan atau ada kesalahan.
     d. Terlalu banyak gunakan macam warna.

   Dalam menggunakan warna pada desain interface ada beberapa petunjuk yang dapat diikuti seperti berikut ini :
     a. Hindari penggunaan terlalu banyak warna.
     b. Gunakan kode warna untuk mendukung operasi.
     c. Pengguna bisa kendalikan warna untuk kode.
     d. Desain monochrome kemudian tambahkan warna.
     e. Gunakan warna kode secara konsisten.
     f. Hindari pasangan warna yang tidak cocok/norak.
     g. Gunakan warna untuk menunjukkan perubahan status.

 D. Komponen Antarmuka Pengguna
      1. Bahasa perintah, sedapat mungkin menggunakan bahasa alami 
     2.  Model pengguna, memungkinkan user untuk mengembangkan pemahaman yang mendasar tentang apa yang dikerjakan oleh program, bahkan oleh user yang sama sekali tidak mengetahui teknologi komputer
     3. Umpan balik, kemampuan sebuah program yang membantu user untuk mengoperasikan program itu sendiri   
   4. Tampilan informasi, digunakan untuk menunjukkan status informasi atau program ketika user melakukan suatu tindakan.

 2. Flowchart
     A. Pengertian Flowchart
        Flowchart adalah penggambaran secara grafik dari langkah-langkah dan urut-urutan prosedur dari suatu program.

B.  Fungsi Flowchart 
      a. Menolong analis dan programmer untuk memecahkan masalah kedalam segmen-segmen yang lebih kecil dan menolong dalam menganalisis alternatif-alternatif lain dalam pengoperasian.
    b.  Flowchart biasanya mempermudah penyelesaian suatu masalah khususnya masalah yang perlu dipelajari dan dievaluasi lebih lanjut.

C. Jenis-jenis flowchart

    Flowchart terbagi atas lima jenis, yaitu :
    1.  Flowchart sistem (system flowchart)
          Flowchart Sistem merupakan bagan yang menunjukkan alur kerja atau apa yang sedang dikerjakan di dalam sistem secara keseluruhan dan menjelaskan urutan dari prosedur-prosedur yang ada di dalam sistem. Dengan kata lain, flowchart ini merupakan deskripsi secara grafik dari urutan prosedur-prosedur yang terkombinasi yang membentuk suatu sistem. Misalnya : mesin tik, cash register atau kalkulator.

     2.  Flowchart paperwork / flowchart dokumen (document flowchart)
          Flowchart Paperwork memiliki kegunaan utama yaitu untuk menelusuri alur form dan laporan sistem dari satu bagian ke bagian lain baik bagaimana alur form dan laporan diproses, dicatat dan disimpan.

      3.  Flowchart skematik (schematic flowchart)
        Flowchart Skematik mirip dengan Flowchart Sistem yang menggambarkan suatu sistem atau prosedur. Flowchart Skematik ini bukan hanya menggunakan simbol-simbol flowchart standar, tetapi juga menggunakan gambar-gambar komputer, peripheral, form-form atau peralatan lain yang digunakan dalam sistem. Pemakaian gambar sebagai ganti dari simbol-simbol flowchart akan menghemat waktu yang dibutuhkan oleh seseorang untuk mempelajari simbol abstrak sebelum dapat mengerti flowchart.

      4.  Flowchart program (program flowchart)
         Flowchart Program dihasilkan dari Flowchart Sistem. Flowchart Program merupakan keterangan yang lebih rinci tentang bagaimana setiap langkah program atau prosedur sesungguhnya dilaksanakan. Flowchart ini menunjukkan setiap langkah program atau prosedur dalam urutan yang tepat saat terjadi. Programmer menggunakan flowchart program untuk menggambarkan urutan instruksi dari program komputer. Analis Sistem menggunakan flowchart program untuk menggambarkan urutan tugas-tugas pekerjaan dalam suatu prosedur atau operasi.
          
       5. Flowchart Proses (process flowchart)
       Flowchart Proses merupakan teknik penggambaran rekayasa industrial yang memecah dan menganalisis langkah-langkah selanjutnya dalam suatu prosedur atau sistem.

 3. Aplikasi Online Bernuansa Psikologi
     Intelegent Quotient Test Online (Aplikasi Tes IQ)
     A. Pengertian  tentang IQ (Intelegent Quotient)
       IQ adalah angka yang mana menjelaskan tingkat kecerdasan seseorang yang dibandingkan dengan sesamanya dalam satu populasi. Ketika IQ adalah sebuah rasio dari umur secara mental dibagi umur secara fisik dan dikalikan dengan angka 100. Umur secara mental dihitung berdasarkan dasar dari rata-rata hasil di dalam sebuah tes yang dibagi dalam setiap kategori umur.
     Fungsi IQ untuk mengukur kecerdasan dari anak-anak.

 B. Jenis-jenis dari test IQ
     1. Verbal, jenis ini menentukan tingkat kemampuan untuk menemukan konsep umum dari contoh yang disajikan: "anjing, kucing, singa = hewan", menentukan konsep yang tidak berkaitan dengan kelompok: "burung, kelinci, monyet, mobil", menemukan keteraturan dalam angka-angka: "11,12,14,17,21", memecahkan deretan angka, dan lain-lain. 

   2. Non-verbal, ini adalah tes yang didesain untuk mengukur kemampuan dalam membentuk kubus, mengorganisasikan gambar-gambar dari waktu tertentu dan urutan logika, membangun bentuk-bentuk dari bagian-bagian tertentu, dan lain-lain. Beberapa tes ini sering kali ditujukan untuk menjelajahi pikiran abstrak anda, atau yang kompleks maupun yang mendetail.

 2. Konseling Online
     A. Pengertian Konseling
      Istilah konseling pertama kali digunakan oleh Frank Parsons pada tahun 1908 saat ia melakukan konseling karier. Konseling  adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh seorang ahli konselor kepada individu yang mengalami sesuatu masalah dan untuk membantu mengatasi masalah yang dihadapi klien.
     B. Fungsi Konseling
     1. Fungsi Pemahaman, yaitu fungsi bimbingan untuk membantu  klien agar memiliki pemahaman terhadap dirinya (potensinya) dan lingkungannya (pendidikan, pekerjaan, dan norma agama). Berdasarkan pemahaman ini, klien diharapkan mampu mengembangkan potensi dirinya secara optimal, dan menyesuaikan dirinya dengan lingkungan secara dinamis dan konstruktif.
      2. Fungsi Preventif, yaitu fungsi yang berkaitan dengan upaya konselor untuk senantiasa mengantisipasi berbagai masalah yang mungkin terjadi dan berupaya untuk mencegahnya, supaya tidak dialami oleh klien. Melalui fungsi ini, konselor memberikan bimbingan kepada klien tentang cara menghindarkan diri dari perbuatan atau kegiatan yang membahayakan dirinya.
     3. Fungsi Pengembangan, yaitu fungsi bimbingan yang sifatnya lebih proaktif dari fungsi-fungsi lainnya. Konselor senantiasa berupaya untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, yang memfasilitasi perkembangan klien. Konselor dan personel sekolah lainnya secara sinergi sebagai teamwork berkolaborasi atau bekerjasama merencanakan dan melaksanakan program bimbingan secara sistematis dan berkesinambungan dalam upaya membantu konseli mencapai tugas-tugas perkembangannya.
    4. Fungsi Penyembuhan, yaitu fungsi bimbingan yang bersifat kuratif. Fungsi ini berkaitan erat dengan upaya pemberian bantuan kepada klien yang telah mengalami masalah, baik menyangkut aspek pribadi, sosial, belajar, maupun karir. Teknik yang dapat digunakan adalah konseling, dan remedial teaching.
     5. Fungsi Penyaluran, yaitu fungsi bimbingan dalam membantu klien memilih kegiatan ekstrakurikuler, jurusan atau program studi, dan memantapkan penguasaan karir atau jabatan yang sesuai dengan minat, bakat, keahlian dan ciri-ciri kepribadian lainnya. Dalam melaksanakan fungsi ini, konselor perlu bekerja sama dengan pendidik lainnya di dalam maupun di luar lembaga pendidikan.

  C. Penerapan Konseling
    Konseling bisa dilakukan dalam berbagai bidang kehidupan, seperti di masyarakat, di dunia industri. membantu korban bencana alam, maupun di lingkungan pendidikan. Khusus pada dunia pendidikan tingkat dasar dan lanjutan di Indonesia, layanan ini biasa disebut bimbingan konseling (konseling sekolah) dan dilakukan oleh guru pembimbing(konselor sekolah).

 4. Personality Test online (Aplikasi MBTI)
     A.  Pengertian MBTI
      Tes MBTI (Myers-Briggs Type Indicator) adalah sebuah tes psikologi yang menilai kepribadian seseorang. Tes ini dibuat ketika Amerika Serikat ikut dalam Perang Dunia ke-2, yaitu ketika wanita mulai banyak memasuki dunia kerja. Awalnya, motivasi dari tes MBTI ini adalah untuk mengalokasikan SDM wanita untuk bekerja pada bidang yang sesuai. Tetapi sekarang pemnfaatan tes psikologi ini sudah begitu luas. Dalam tes ini, peserta akan diberikan sebuah kuesioner yang berisi banyak pertanyaan. Lalu, berdasarkan jawaban-jawaban dari pertanyaan itu, peserta akan dinilai tentang bagaiamana kepribadiannya.

    B. Manfaat Tes MBTI
         1. Mengetahui diri sendiri, beserta kelebihan dan kelemahannya.
         2. Mengetahui karakter orang lain, beserta kelebihan dan keurangannya.
         3. Memilih bagian dalam organisasi yang pas.
         4. Memilih karir yang pas.
         5. Melejitkan potensi diri, dan menambal kekurangan diri.

    C. Bagaimana Hasil Tes MBTI Berbicara Tentang Sifat seseorang
        Seseorang yang menjalankan tes kepribadian MBTI akan mendapatkan 4 huruf, yang setiap hurufnya akan medeskripsikan sifat mereka.

 1. Introvert dan Ekstrovert
      Ini adalah perbedaan dalam memproses rangsangan dari luar (sosial). Ekstrover selalui mencari rangsangan interaksi sosial (Energi mereka didapatkan dari interaksi sosial). Sebaliknya, introver berkurang energinya jika berinteraksi sosial. Sehingga mereka hanya berinteraksi secukupnya. Energi para introver didapatkan dengan refleksi, berpikir, berdiskusi empat mata, membaca, dan lain-lain.

 2.  Sensing dan Intuitive
      Sensing dan Intuitive adalah perbedaan dalam memproses informasi. Orang yang tipe sensing memproses informasi berdasarkan indranya. Mereka lebih mengutamakan fakta dan detail. Sebaliknya, orang yang bertipe intuitif menerima informasi secara berpola dan garis besar. Mereka cenderung mencari hubungan antar suatu fakta dibanding detail fakta sendiri.

 3. Thinking dan Feeling
        Seperti namanya, orang bertipe thinking menganalisis dan mengambil keputusan berdasarkan otaknya. Mereka mempehitungkan semua termasuk kerugian dan keuntungannya. Sebaliknya, otang bertipe feeling memasukan perasaan sebagai pertimbangan dalam mengambil keputusan.

 4. Judging dan Perceiving
        Terakhir, yaitu antara Judging dan Perceiving. Orang bertipe judging adalah orang yang terorganisir. Jika mereka membuat goal, mereka membuatnya sangat detail. Tidak hanya detail, mereka akan patuh terhadap deadline yang telah mereka buat. Berbeda dengan perceiving. Mereka lebih fleksibel terkait cara meraih suatu goal. Judging lebih mementingkan masa depan dibanding sekarang. Sedangkan, Perceiving lebih mementingkan masa sekarang dibanding masa depan.

           DAFTAR PUSTAKA

 Edward, Y. (1989). Modern Structur Analisis. Prentice: Hall Inc.
 Jogiyanto. (1990). Analisis dan desain system informasi. Andi off set. Yogyakarta
 Sabariah, M. K. (2010). Prinsip Perancangan Antarmuka. Bandung.
 Santoso, I. (2010). Interaksi Manusia dan Komputer. Yogyakarta. Andi off set.
 Suteja, B. R, Agus H. (2008) User Interface Design for e-Learning System. Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi.
Tavri, D,. dan Mahyusir. (1989). Analisa Perancangan Sistem Pengolahan data. PT Elex Media Komputindo.

 Zakaria, T. M,. & Prijono, A. (2007). Interaksi Manusia dan Komputer. Graha Ilmu.

0 Comments:

Post a Comment



By :
Free Blog Templates