Jumat, 07 Oktober 2016

Etika dalam penulisan artikel online

    Segala sesuatu kini dapat kita dapatkan dengan cepat dan mudah, terlebih lagi kebutuhan dan aktivitas manusia yang sangat tinggi. Di kehidupan yang serba canggih saat ini dan pesatnya kemajuan teknologi yang sangat besar pengaruhnya bagi kehidupan manusia. Apa lagi jika anda ingin mencari suatu artikel yang bagus yang dapat kita jumpai melalui online. Dan saat ini saya akan menjelaskan beberapa etika dalam penulisan online itu seperti apa, yakni :

1.   Panjang tulisan
      Menurut beberapa orang mengatakan bahwa menulis artikel online itu minimal 300, 500, atau 700 kata, tetapi tulislah artikel anda sepanjang apapun atau sependek apapun, jika mampu memberi solusi nyata dengan tuntas, itu adalah artikel yang bagus. Penggunaan kata dan kalimat yang tidak perlu, justru tidak membuat artikel itu menjadi lebih bagus.

2.   Tata bahasa dan Ejaan 
      Belajarlah menggunakan tata bahasa dan ejaan yang baik. Menulis ejaan yang tidak standar, tidak akan banyak membantu, kecuali jika audiens anda sangat spesifik. Kecuali anda sedang menulis jurnal ilmiah, menggunakan tata bahasa dan ejaan yang luwes (namun tetap memperhatikan kaidah bahasa) adalah salah satu faktor yang membuat sebuah tulisan yang bagus untuk dinikmati. 
Namun, hal ini tidak juga berarti anda harus menggunakan tata bahasa dan ejaan yang baku. Menulis dengan terlalu berpatokan dengan tata bahasa dan ejaan yang sangat baku juga bisa membuat tulisan anda menjadi sangat kaku dan monoton. Dan anda juga tidak boleh lupa dengan menggunakan tanda baca. 

3.   Ringan dibaca
    Menjaga tulisan agar tetap ringan dan mudah dibaca adalah menjadi salah satu hal yang sangat penting. Penggunaan tata bahasa, ungkapan, istilah, perumpamaan, atau ejaan yang tidak tepat dan berlebihan akan cepat membuat pengunjung blog anda berhenti membaca seketika. Jika orang tidak mampu mencerna, mengartika dan menerapkan solusi atau instruksi dalam tulisan anda, maka anda telah gagal membuat artikel yang bagus.
Bagilah artikel yang cukup panjang menjadi bebrapa sub-judul. Gunakan ilustrasi, gambar dan format teks (hurup tebal, miring, garis bawah dan lain-lain) untuk memperjelas isi. Dan gunakan kalimat yang tidak terlalu panjang dan yang terakhir, sebagai pengujian, baca keras-keras tulisan anda seperti anda berbicara. Nyamankah untuk didengar?

4.   Topik
     Topik adalah sesuatu yang paling penting dalam sebuah tulisan. Tulislah tentang apa yang anda sukai, dan tulislah apa yang anda merasa nyaman dengan topik tersebut.

5.   Gaya bahasa
    Menulis dengan cara dan gaya penulisanyang dimengerti dengan baik oleh penikmat artikel anda adalah hal yang sangat penting lainnya. pemahaman orang berbeda-beda dalam mencerna sebuah tulisan, disitulah perlunya anda menyesuaikan tulisan anda dengan penikmat artikel anda. Mungkin anda butuh beberapa waktu untuk men yesuaikan dan mencari gaya bahasa yang tepat.

6.   Intonasi
    Seperti halnya bahasa verbal, bahasa tulisan pun memiliki intonasi, tergantung tujuan penulisannya. Ada nada positif dan ada nada yang memerintah. Ada intonasi yang menyendir, ada yang damai, ada nada yang bersahabat, dan lain sebagainya. 
Sesuaikan intonasi dengan tujuan penulisan. Berlatihlah terus sampai anda menemukan yang sesuai dengan karakter anda sendiri. 

7.   Kutipan
     Pernahkan anda merasa telah menemukan sebuah topik tapi tidak juga mulai menulisnya, hanya karena anda tidak menemukan rujukan yang bisa anda kutip? 
Mengutip pendapat orang lain atau seorang yang ahli adalah hal yang bagus, namun juga jangan sampai membuat kita menunda membuat postingan hanya karna belum menemukan  tulisan orang lain untuk dikutip. Tulis lah setahu anda, dan sepengalaman anda sendiri tentanng sesuatu. Jika anda menemukan hal baru lainnya, anda tinggal memperbaruinya. Itu jauh lebih baik dibandingkan anda menunda untuk menulis sampai anda menemukan sebuah rujukan.

   Ada 2 gaya bahasa yang sering digunakan ketika menulis, yaitu gaya jurnalistik dan gaya ringkasan. Gaya jurnalistik langsung memberikan informasi utama pada bagian awal artikel dan informasi pendukung akan menyusul di bagian tengah atau akhir artikelnya. Sedangkan gaya ringkasan mirip dengan gaya berita ringkas yang ditunjukan pada pembaca yang mengharapkan informasi terperinci, dan pembaca dapat langsung memutuskan apakah dia akan membaca rincian yang diberikan atau cukup hanya membaca ringkasan artikelnya saja.

Ada beberapa artikel yang mempunyai cara penulisan yang berbeda beda:

ARTIKEL DESKRIPSI

    Artikel deskripsi adalah karangan yang bertujuan untuk menulis gambaran suatu fakta sehingga pembaca dapat membayangkannya di dalam benak. 

Cara menulis artikel deskripsi antara lain:
1. Tentukan objek atau konsep yang akan dideskripsikan
2. Tentukan juga tujuan penulisan 
3. Tentukan rumusan ide pokok 
4. Kembangkan tulisan menjadi urut-urutan
5. Tutup dengan paragraf yang menyimpulkan obyek yang dideskripsikan.

ARTIKEL NARASI

      Artikel jenis ini ditujukan untuk menceritakan suatu keadaan atau situasi, baik berdasarkan urutan waktu atau urutan kejadian. Adanya konflik kehidupan membuat tulisan jenis ini menarik minat baca. Sebab bila tidak ada konflik, maka sebuah narasi akan menjadi hambar.

Cara menulis artikel narasi antara lain:
1. Tentukan tema.
2. Tentukan tujuan 
3. Tentukan rumusan ide pokok 
4. Kembangkan tulisan dengan membuat alur cerita : awal – tengah – akhir. Bagian awal buatlah pembukaan yang menarik; Bagian tengah gambarkan pergulatan hidup sang tokoh sampai pada puncak konflik alias klimaks
5. Setelah itu, buatlah anti klimaks sebagai penutup.

ARTIKEL EKSPOSISI

     Ertikel jenis ini merupakan karangan yang bertujuan untuk menguraikan suatu topik. Dapat berupa uraian tentang definisi, fungsi, bagian dan kegunaan suatu konsep. Dapat juga berupa langkah, cara atau proses mengerjakan sesuatu. Ciri khas artikel ini adalah memamerkan poin-poin, urut-urutan angka, tahap demi tahap langkah, menjajarkan definisi, dll. 

Cara menulis artikel eksposisi antara lain :
1. Tentukan tema.
2. Tentukan tujuan 
3. Tentukan rumusan ide pokok
4. Kembangkan tulisan sesuai tujuan. Bila karangan ditujukan untuk menjelaskan pengertian, maka kembangkan karangan dengan menyajikan data dan fakta untuk menguatkan definisi atau proses. Bila anda ingin menjelaskan cara, buatlah tahapan-tahapan dari awal sampai akhir secara sistematis. Bila anda ingin menjelaskan kegunaan, buatlah kegunaannya satu persatu. Dan bila karangan ditujukan untuk menjelaskan proses, maka detilkan prosesnya.
5. Berikan kesimpulan.

ARTIKEL ARGUMENTASI

    Artikel ini berupa karangan opini (pendapat pribadi, oranisasi atau lembaga). Penulisannya dilatarbelakangi oleh kritik terhadap suatu pendapat, keadaan atau kebijakan tentu dengan data atau fakta yang mendukung. Sehingga pendapatnya bisa menarik dukungan dari pembaca.

Cara menulis artikel argumentasi antara lain:
1. Tentukan tema.
2. Tentukan tujuan 
3. Tentukan rumusan masalah
4. Kembangkan karangan dengan menyajikan data dan fakta untuk menguatkan pendapat sendiri
5. Berikan kesimpulan.

ARTIKEL PERSUASI

     Artikel jenis ini terkenal juga dengan arikel motivasi. Sebab penulisannya bersifat membujuk alias persuasif. Efeknya dapat menggerakkan pembaca untuk melakukan atau mengikuti sesuatu dan sebaliknya meninggalkan sesuatu. Artikel ini biasanya banyak digunakan oleh pebisnis, konsultan, agamawan, psikolog, terapis, pengambil kebijakan dan siapa saja yang ingin menggiring khalayak untuk mau, rela, antusias, bersemangat mengamini dan tidak menolak apa yang mereka tawarkan.

Cara menulis artikel persuasi antara lain :
1. Tentukan tema.
2. Tentukan tujuan 
3. Tentukan rumusan ide pokok 
4. Kembangkan karangan dengan menyajikan data dan fakta untuk meyakinkan orang lain sehingga dapat menggerakkan pembaca untuk mengerjakan kebaikan dan menjauhi keburukan.
5. Berikan kesimpulan.

Sebagian penulisan kita juga harus memperhatikan tentang etika dan kode etik dalam penulisan pada sebuah media. Ada 3 hal yang harus diperhatikan:

1.    Gunakan bahasa yang sopan, baik dan benar
    Gunakanlah bahasa yang sopan pada saat menulis sebuah artikel atau berita di sebuah media online. Karena internet tersambung dengan akses yang mencakup seluruh dunia. Dimana artikel atau berita yang kita muat pada internet dapat dibaca oleh siapapun dari berbagai kalangan masyarakat di seluruh dunia. Apabila kita tidak menggunakan bahasa yang sopan maka cara pandang seseorang terhadap kita akan berdampak buruk pada pribadi serta lingkungan kita sendiri. Janganlah menyingkat sebuah kata dalam pengetikan suatu artikel. Seperti kata “yang” disingkat menjadi “yg”, “kepada” menjadi “kpd dan lain sebagainya. Hal itu hanya membuat pusing seseorang yang membaca artikel kita.

2.    Gunakan huruf kapital (capslock) seperlunya
   Gunakanlah huruf kapital pada penulisan seperlunya. Karena jika kita menuliskan dengan menggunakan huruf kapital secara dominan, kata yang tertulis dapat berarti lain bagi seseorang yang membacanya. Sebaiknya tulislah berita atau artikel dengan bahasa yang baik dan benar serta komunikatif. Karena pembaca sangat tertarik terhadap suatu artikel atau berita yang ditulis secara komunikatif. Bahasa yang baik dan benar pun memudahkan pembaca mengerti maksud dan inti dari sebuah berita yang disampaikan oleh kita sebagai penulis.

3.    Menggunakan EYD yang sesuai
     Selain menggunakan bahasa yang sopan, penulisan dalam media pun harus menggunakan EYD yang sesuai. Dikarenakan penulisan yang menggunakan EYD secara yang sesuai pun dapat memudahkan pembaca untuk mengerti inti dari sebuah tulisan yang kita tulis. Dan juga dapat memberikan kesan yang positif terhadap pribadi si penulis. Tak jarang sebuah tulisan di media online digunakan untuk referensi tulisan bagi seseorang. Jadi jika sebuah artikel yang di tulis tidak memperhatikan EYD dengan baik sebagus apapun isi dari artikel tersebut orang lain tidak akan menjadikannya sebagai referensi.

    Itulah beberapa hal yang perlu anda perhatikan dalam membuat dan menulis subuah artikel. Namun dari semua itu, ada satu hal yang menurut saya paling penting, yaitu :
Yang pertama anda harus memiliki sesuatu hal untuk disampaikan. Yang kedua jangan menunggu saat yang sempurna, karena kebuntuan dalam menganalisa masalah adalah salah satunya. Dan hilangnya semangat dan percaya diri untuk menulis adalah hal lainnya. Sehingga membuat anda menunda-nunda waktu untuk menulis. Dan yang ketiga pelajari segala sesuatunya dari mana saja. Kemudian cerna, analisa, dan terapkan. Dan jika menurut anda itu baik, maka anda kemudian bisa membagikan kepada orang lain.

Sumber :

http://portal-uang.com/2013/08/cara-menulis-artikel-yang-baik.html
http://pelitaku.sadba.org/etika_penulisan_dalam_dunia_mayainternet
http://www.maxmanroe.com/tips-cara-menulis-artikel-yang-baik.html
Rifai, Mien A. (2004). Pegangan Gaya Penulisan, Penyuntingan dan Penerbitan Karya Ilmiah Indonesia.Yogyakarta : Gadjah Mada University Press. cet. 4.
WS,.Titik.(2003). Kode Etik / Tanggung Jawab Penulis. Yogyakarta : Pink Books, PUSBUK, dan Taman Melati. Hal 8 – 14



0 Comments:

Post a Comment



By :
Free Blog Templates