Minggu, 24 November 2013

Manusia dan Ketakutan

 Manusia dan Ketakutan

 berbentuk cerpen

Kisah gaun yang tergantung di depan cermin

Aku bernama Riri Novani Putri. Panggilan akrabku Riri. Aku berusia 19 tahun. Aku berasal dari Kota Jambi dan saat ini aku berada di kota Jakarta untuk memulai karir ku sebagai Model. Aku tinggal sendiri disini karena ingin fokus terhadap karirku, meski berat rasanya harus meninggalkan kedua orang tua di sana. Aku bekerja di salah satu kantor majalah yang terkenal di Jakarta.
Pagi ini aku akan memulai pemotretan pertama di sebuah tempat yang kebanyakan orang menyebutnya tempat yang sangat menyeramkan. Entah mengapa banyak orang menyebutnya tempat yang menyeramkan. Aku sempat tak percaya.“ Tapi apa mungkin karna ada hal mistis atau suatu hal yang terjadi disana?” Gumamku dalam hati dengan menahan rasa takut.
Sesampainya disana aku dan rekan-rekan kerjaku memasuki rumah dan melihat-lihat isi rumah itu yang suasananya sedikit menyeramkan, sepertinya ini rumah tua yang lama tak berpenghuni. Benar kata orang tentang hal ini. Saat aku akan ganti baju, ternyata gaun yang seharusnya aku kenakan tertinggal. Aku merasa kecewa karena hari pertamaku bekerja aku meninggalkan hal yang terpenting untuk pemotretan. Tak sengaja di sekitar ruangan itu aku melihat sebuah gaun putih yang tergantung di depan cermin tua. Aku mendekati cermin tua itu dan berfikir untuk memakai gaun tersebut. “Dari pada aku di pecat, lebih baik aku memakai gaun ini saja” ujar ku sambil memegang gaun itu. Setelah itu aku langsung melakukan pemotretan dan tanpa berfikir panjang aku telah memakai gaun dari rumah ini tanpa seizin yang punya.
Ckrek.... ckrekk... ckrekkkk.... pemotretan pun  berakhir. Hari sudah larut malam dan cuaca yang di sertai hujan. Aku dan rekan-rekan kerjaku bergegas pulang, tanpa disadari aku lupa mengganti gaun yang aku kenakan saat pemotretan tadi. Selama perjalanan pulang, aku merasa ada seseorang yang mengikutiku dari belakang. Dengan perasaan takut aku masuk ke rumah lalu bergegas ke kamar. Saat aku berdiri didepan cermin, aku tersadar bahwa ternyata aku masih menggunakan gaun tadi. Terlintas dipikiranku “Apa karena gaun ini aku diikuti oleh sesosok yang tidak aku ketahui?” aku selalu bertanya-tanya pada diriku sendiri.  “Apa mungkin ini yang dibicarakan oleh khalayak ramai tentang rumah itu?”  Ahhh .... tak mungkin, ini hanya perasaanku saja. Ucapku sambil membersihkan diri lalu meletakkan gaun kedalam lemari dan pergi tidur.
Tepat pukul 00.00 aku dibangunkan oleh suara HP yang berdering di telingaku. Aku segera mengangkat dan mendengar suara “ Aku telah hadir”. Dengan bingung  aku bertanya “ Siapa?? Siapa ini??” tapi tak ada satu pun jawaban yang aku dengar sampai telpon itu terputus. Tak lama kemudian suara bel pun berbunyi..... ( ting tong,, ting tong....) dengan rasa penasaran, aku pun segera membuka pintu.  Dan ternyata tidak ada seorang pun di luar rumah, dengan cepat aku kembali kekamar. Saat aku akan kembali tidur, aku mendengar suara ketukan dari dalam lemari. Aku perlahan-lahan turun dari tempat tidurku menuju lemari. Tapi suara ketukan itu pun berhenti. Aku bingung! Saat aku kembali ketempat tidur, suara ketukan itu terdengar lagi. Dengan rasa takut aku langsung tidur tanpa menghiraukan suara ketukan itu yang lama kelamaan suara itu menghilang. Hampir setiap malam aku mendengar suara-suara aneh.
Seminggu kemudian aku pergi ketempat kerjaku untuk melihat hasil pemotretan kemarin. Ternyata ada yang aneh, semua hasil foto-fotoku terlihat ada sesosok wanita cantik di belakangku dengan menggunakan gaun yang sama. Dengan ini aku bertambah bingung. Dan apa mungkin gaun yang aku kenakan ini milik orang yang sudah meninggal?? Akhirnya aku menceritakan kejadian-kejadian yang aku alami seminggu yang lalu. Salah satu rekan kerjaku berkata “kau harus mengembalikan gaun itu.”
Tiga hari kemudian aku memberanikan diri untuk mengembalikan gaun itu keasalnya. Setelah aku sampai dihalaman rumah itu, aku dihalang oleh seorang wanita tua. Wanita itu berkata “jangan masuk ke rumah itu, rumah itu angker” sambil mengatakan dengan tegas. Lalu aku bertanya “Angker”?? kenapa dengan rumah ini? Bisakah nenek menceritakannya kepadaku? “bisa, lima belas tahun yang lalu, ada keluarga besar yang sangat kaya yang tinggal dirumah itu. Mereka mempunyai seorang putri tunggal yang sangat cantik, yang bernama Ummi. Diusia 20 tahun dia dijodohkan dengan seorang pengusaha muda yang bernama Rio. Sementara itu Ummi telah memiliki seorang kekasih yang bernama Wahyu. Mendengar Ummi akan di jodohkan dengan lelaki pilihan orang tuanya, Wahyu sangat terpukul. Tapi dengan kecewa Wahyu merelakan Ummi untuk dijodohkan dengan Rio. Dengan rasa yang amat-amat sakit, Wahyu memberikan gaun putih untuk pernikahan orang yang dia cintai.
Malam harinya Ummi mencoba gaun itu dan Ummi merasa bersalah karena akan meninggalkan Wahyu dan akan menikah dengan Rio. Dengan merasa bersalah Ummi memilih gantung diri dari pada menyakiti perasaan Wahyu dengan memakai gaun itu. Sejak saat itu saya menggantungkan gaun itu didepan cermin.” Ujar nenek tua itu. Aku bertanya “sebenarnya nenek ini siapa? Dan kenapa nenek tau tentang hal ini?” “Aku adalah ibu dari Ummi!” ujar nenek tua itu. “Jadi dengan cara apa aku mengembalikannya?” Ucapku. Kau harus menggantungkan gaun ini ke tempatnya dan kau meminta maaf pada anak ku.
Dengan memberanikan diri aku masuk ke rumah tua itu. Aku langsung menuju kamar dan menggantungkan gaun tersebut didepan cermin dan segera meminta maaf. tiba-tiba gaun tersebut menghilang dan muncul sesosok wanita yang cantik dengan mengenakan gaun dan tali yang terlilit dilehernya. "Terimakasih kau telah mengembalikan gaunku, karna gaun ini adalah gaun kenangan dari kekasih ku dan gaun ini adalah lambang cinta kami". Ujar Ummi dan langsung menghilang. aku pun tersenyum dan segera meninggalkan rumah itu.

0 Comments:

Post a Comment



By :
Free Blog Templates