Minggu, 24 November 2013
Manusia dan Cita-Cita
Harapan adalah sebuah kenyakinan yang terpancar dari suasana
batin seseorang yang akan menjadi bekal hidup dan apa yang harus dikejarnya
sekuat tenaga serta kemampuan untuk diraih. Setiap manusia memiliki harapan.
Harapan sama halnya dengan cita-cita. Apa yang diinginkan, apa yang akan
dikerjkan, rencana masa depan yang tersusun rapi adalah termsuk cita-cita.
Sulit untuk meraih cita-cita, butuh pengorbanan, perjuangan, dan kenyakinan
untuk mendapatkan nya. Apabila ketiga hal itu tidak berdiri kokoh di dalam hati
kita, maka cita-cita hanya akan menjadi hayalan semata.
Cita-cita merupakan motivasi kita
untuk terus melangkah berpegang pada kepercayaan. Kepercayaan kepada tuhan yg
maha esa dan kepada diri sendirlah yag paling utama. Contohnya, saya
bercita-cita menjadi dosen psikologi. Tidak mudah memang, saya harus menjalani
pendidikan dari s1 hingga s2 untuk mewujudkannya. Itu adalah cita-cita yang
memotivasi saya untuk terus belajar dan menuntut ilmu.
Kita ditakdirkan memiliki kemampuan,
namun tidak sama setiap orang. Ada hal yang orang lain dengan mudah mencapainya
dengan kemampuan dirinya sendiri dan ada yang tidak. Tekadang hidup berjalan
tidak sesuai keinginan, jangan berkecil hati atas hal itu karna mungkin kita
ditakdirkan dengan hal besar yang lainnya. Jangan pernah meremehkan cita-cita
seseorang hanya karna menurut anda itu tidak mungkin. Tapi ketahuilah cita-cita
itu adalah harapan dari seseorng yang mau bekerja keras dan merelakan apapun
agar dapat dicapai olehnya.
Jadi, cita-cita berasal dari hati
nurani manusia itu sendiri dan sekaligus menjadi gerbang baginya mencapai mimpi
dengan bermodal keyakinan yang tinggi dan akal membantu terwujudnya harapan dan
mimpi tersebut menjadi kenyataan. Kita akan menghargai hasil yang kita dapat
apabila memang berasal dari proses yang jatuh bangun. Karna jika kita meraihnya
dengan bntuan dari orang lain dimana kita hanya duduk diam saja, kita akan
menyepelekan hasil yg kita terima dan tidak pernah melihat orang-orang dibawahnya.
0 Comments:
Subscribe to:
Posting Komentar (Atom)