Minggu, 24 November 2013

Manusia dan Cinta Kasih

Manusia dan Cinta Kasih

Kasih Sayang Orangtua


Pada hari Jum’at tanggal 12 November 1994 di Kota Metropolitan telah terjadi momen yang membahagiakan dan tak terlupakan karena telah lahirnya seorang bayi cantik dengan bobot 3,3 kilogram dengan panjang 50 cm. Dia merupakan putri ke-3 dari pasangan suami istri yang bernama Bapak Prapto S.pd dan Ibu Ani Surtini. Bayi itu terlahir dengan sempurna tanpa kurang suatu apapun, yang diberi nama Riri Novani Putri yaitu aku. Ayah ku adalah seorang Kepala Sekolah Swasta, Sedangkan Ibuku adalah seorang ibu rumah tangga. Aku mempunyai 2 orang kakak dan 2 orang adik. Kakak laki-laki ku yang pertama bernama Rizkiana Suprapto sekarang dia sedang melanjutkan ke S2 nya di Perguruan Tinggi Swasta dan kakak perempuan ku yang bernama Rossy Citra Noviani baru saja menyelesaikan S1 nya di Perguruan Tinggi Swasta pula. Aku bersekolah di SMA Negeri di Kota Jambi, adik perempuan ku yang bernama Yunita Sari Suprapto saat ini bersekolah di SMAN di  Kota Jambi pula, dan adik laki-laki ku si bungsu bernama Andrean, saat ini dia bersekolah di SD Negeri di Kota Jambi dan duduk di kelas 6 sd. Kami semua memilih sekolah atas pilihan kami sendiri. Meskipun demikian, orang tua kami pun tak lepas menjaga serta memberi bimbingan pada kami agar tetap menjadi anak yang baik, tanpa sebuah larangan dari orang tua.
Ketika aku duduk di kelas 3, banyak sekali pihak-pihak Universitas datang ke Sekolah ku untuk menawarkan keunggulan dari kampus-kampus mereka. Aku bingung, lalu aku meminta doa dan informasi dari orang tua untuk memilhkan aku sekolah yang terbaik. Hari demi hari aku mencari informasi tentang Universitas Swasta yang terbaik, lalu aku mendapat informasi bahwa ada Universitas Swasta yang terkenal dengan prestasi-prestasinya yaitu Universitas Gunadarma. Lalu aku mencari informasi tentang Universitas Gunadarma di dunia maya. Ternyata banyak sekali fasilitas-fasilitas yang terbaik diberikan kepada mahasiswanya sehingga menjadi mahasiswa yang terampil dan berprestasi. Akhirnya aku meminta orang tua ku untuk mengizinkan aku berkuliah di sana. Alhamdulilah aku diizinkan untuk melanjutkan dan menempuh pendidikan di Universitas Gunadarma.
Saat Universitas Gunadarma membuka pendaftaran, aku langsung mendaftar dan mendapat gelombang yang ke 3 dan tesnya itu tepatnya tanggal 4 Juli 2013. Aku berangkat dari Jambi ke Depok bersama ibu menggunakan pesawat. Perjalan ku  sangat menyenangkan dan sampailah aku di Depok. Depok adalah tempat dimana aku merantau dan menuntut ilmu. Perasaan ku ketika diterima di Univeristas Gunadarma aku sangat senang karena jurusan yang aku dapatkan sesuai dengan bakat dan minat ku yaitu Psikologi, namun pada saat pengumpulan berkas-berkas, aku panik dan sangat kebingungan ternyata ada berkas yang tertinggal di Jambi.  aku didampingi oleh ibu pergi ke bagian administrasi untuk menjelaskan hal tersebut. Aku berusaha untuk meminta perpanjangan waktu, kemudian pihak gunadarma memberikan keringanan untuk dapat melengkapi berkas dengan syarat kegiatan PPSPPT dari tanggal 29 Agustus menjadi 5 September. Aku terima syarat itu karena kelalaian ku.
Aku dan ibuku mencari kost yang dekat dengan tempat kuliahan, setelah mencari-cari informasi, akhirnya kami menemukan sebuah  tempat yang sangat nyaman. Tempat itu membuat ku merasa berada di  rumah ku sendiri yaitu di Griya Al faqih Mandiri. Dan yang menariknya lagi disini banyak teman-teman seperjuangan yang sama-sama datang dari jauh untuk menempuh pendidikan. Bersyukur sekali Allah memberi tempat ini karena disini aku tidak hanya  mendapatkan tempat tinggal tapi juga banyak mendapat pelajaran hidup dan semoga ini akan menjadi awal yang lebih baik untuk kedepannya. Ibu selalu menemani ku kemana-mana dan selalu memberi ku motivasi untuk bagaimana cara menjalani kehidupan yang jauh dari keluarga dan orang tua. Selama ibu di Depok, ibu menemani ku untuk memenuhi kebutuhan ku di kost. Aku merasa sangat bersyukur karena orangtua telah memberi ku kasih sayang dan fasilitas-fasilitas yang membuat ku semangat untuk berkuliah di Universitas Gunadarma. Walaupun akhirnya aku harus meninggalkan kampung halaman ku . Sedih menghampiri hati karena harus meninggalkan saudaraku dan jauh dari orang tua.
Sedih sekali saat ibu akan pulang ke Jambi karena aku masih belum bisa jauh dari orang tuaku. Tapi, dari sini lah aku melatih kemandirianku dan mencari jati diriku. Aku selalu menelpon ayah dan ibuku untuk menanyakan kabar mereka serta saudara-saudaraku. Supaya mereka tahu apa yang ku alami disini dan aku pun juga tahu apa yang meraka alami disana. Dan aku akan semangat belajar untuk meraih cita-citaku dan akan membanggakan kedua orang tuaku serta membalas cinta dan kasih sayang kedua orang tua yang telah memberikan semua itu sejak aku dilahirkan. Walaupun tidak sesempurna mereka.

0 Comments:

Post a Comment



By :
Free Blog Templates