Minggu, 24 November 2013
Manusia dan Ketakutan
Manusia dan Harapan
Manusia adalah makhluk hidup yang memiliki ego, akal pikiran serta sesuatu keinginan yang ingin dicapai dalam hidupnya. Sedangkan harapan adalah suatu keinginan manusia dimana keinginan itu belum terwujud. Harapan juga merupakan sesuatu rencana untuk di masa depan.
Harapan dapat diartikan sebagai menginginkan sesuatu yang dianggap benar berharap agar dapat dicapai, itu semua memerlukan kepercayaan pada diri sendiri dan kepercayaan kepada Tuhan. Harapan diperuntukan untuk memperoleh kelangsungan hidup dan memperoleh perwujudan cita-cita. Harapan itu dimiliki semua orang. Jadi apabila manusia hidup tanpa sebuah harapan, maka manusia itu tidak tahu apa tujuan hidupnya.
Dengan pengetahuan serta pengertian agama tentang adanya kehidupan abadi di akhirat, manusia menjalankan ibadahnya. Dia akan menjalankan perintah Tuhan melalui agama, serta menjauhkan diri dari larangan yang diberikan-Nya. Manusia menjalankan hal tersebut karena sadar sebagai makhluk yang tidak berdaya di hadapan Tuhan. Kehidupan dunia yang sifatnya sementara dikalahkannya demi kehidupan yang abadi di akhirat karena tahu bagaimana beratnya siksaan di neraka dan bagaimana bahagianya di surga. Kebaikan di surga yang abadi inilah yang merupakan semua harapan terakhir manusia.
Pandangan hidup adalah dasar atau suatu landasan yang mengarahkan individu, masyarakat, bangsa dan Negara ke kehidupan yang lebih baik dan melindungi siapa saja yang berpegang teguh pada pandangan hidup itu dari perbuatan yang tidak sesuai dari lingkungan dan sikap semena-mena atau sesuka hati. Pandangan hidup merupakan bagian dari setiap umat manusia karena dapat mencerminkan aspirasi seseorang dan sekelompok manusia atas hidupnya.
Manusia juga bisa berdasar kepada suara hati. Suara hati yang dibisikkan tuhan untuknya. Tuhan selalu menuntun manusia untuk berbuat baik dan menjauhkannya dari hal buruk, contohnya berbentuk seperti hukum agama. Suara hati manusia itu baik tapi belum tentu suara hati masyarakat lain menilainya baik pula.
Pandangan hidup sangat lah penting bagi keadaan saat ini maupun keadaan mendatang. Maka dari itu kita harus mengecamkan dan berpegang teguh pada cerminan-cerminan pandangan hidup itu di setiap langkah kita. Pandangan hidup menjadi kebutuhan dan petunjuk yang kekal hingga akhir hayat nanti.
Pandangan hidup setiap orang dapat berbeda-beda tergantung bagaimana ia dapat melihat dan mengkondisikan lingkungan disekitar dengan hati nuraninya. Apabila ada terjadi kesalahpahaman atas pengertian dari pandangan hidup, akan terjadi perbedaan dan paham paham seperti paham individulisme dan lainnya bermunculan.
Tingkah laku manusia adalah hal yang bisa kita amati. Dari perbedaan pandangan hidup itulah terbentuk tingkah laku manusia yang berbeda, dan juga faktor dari lingkungan serta pengalaman hidupnya. Dalam setiap perbuatan di lingkungan, manusia harus memahami etika dan norma yang berlaku. Karena dua hal itu merupakan pedoman untuk menentukan mana yang baik dan yang buruk untuk dilakukan dan mana yang benar dan yang salah di masyarakat.
Jadi, pandangan hidup adalah pedoman atau tuntunan kita dalam hidup untuk bersikap dan memperlakukan lingkungan dengan baik agar kehidupan dapat berjalan dengan tentram. Pandangan hidup dapat berbeda ketika individu lain berpikiran tidak sejalan dengan kebanyakan orang. Sehingga paham yang tidak diharapkan malah timbul. Namun perbedaan pandangan boleh terjadi asal satu tujuan tapi berbeda cara fikirnya dan saling berbagi agar komunikasi antar masyarakat semakin terjalin.
Manusia dan Pengorbanan
Pengorbanan berasal dari kata korban atau kurban yang berarti persembahan, sehingga pengorbanan berarti pemberian untuk menyatakan kebaktian. Dengan demikian pengorbanan mengandung unsur keikhlasan yang tidak mengandung pamrih. Suatu pemberian yang didasarkan atas kesadaran yang tulus ikhlas. Pengorbanan dapat berupa harta benda, pikiran, perasaan, bahkan dapat juga berupa jiwanya. Pengorbanan diserahkan secara ikhlas tanpa pamrih, tanpa ada perjanjian, dan kapan saja diperlukan.
Pengabdian lebih banyak menunjuk kepada perbuatan sedangkan, pengorbanan lebih banyak menunjuk kepada pemberian sesuatu misalnya berupa pikiran, perasaan, tenaga, biaya, waktu. Dalam pengabdian selalu dituntut pengorbanan, tetapi pengorbanan belum tentu menuntut pengabdian. Pengorbanan muculnya karena adanya rasa tanggung jawab, baik terhadap Tuhan sebagai Penciptanya terhadap diri sendiri, terhadap keluarga dan terhadap masyarakat.
Macam-macam Pengorbanan/Pengabdian
^ Pengabdian terhadap Tuhan yang Maha Esa
Contoh: Orang Islam melaksanakan shalat lima waktu untuk pengabdian kepada Tuhan yang Maha Esa.
^ Pengabdian kepada masyarakat
Ada karena manusia dibesarkan dalam masyarakat, sehingga sebagai tanggung jawabnya kemudian melakukan pengabdian juga pengorbanan untuk masyarakat sekitar.
^ Pengabdian kepada negara
ada karena seseorang merasa ikut bertanggung jawab terhadap majunyadan berkembangnya Negara.
^ Pengabdian kepada keluarga
karena keinginan untuk membahagiakan keluarga.
Jadi pengabdian/ pengorbanan adalah merupakan perilaku menahan tanggung jawab dan melaksanakan kewajiban sebagai manusia.
Manusian dan Kegelisahan
Bicara tentang manusia dan kegelisahan, dalam kehidupan sehari-hari, manusia tidak pernah lepas dari kegelisahan. Kegelisahan merupakan bagian dari manusia. Kegelisahan adalah salah satu perasaan dimana manusia mengalami rasa ragu-ragu dan khawatir yang berlebihan. Kegelisahan itu dapat disebabkan dari beberapa faktor, yaitu :
- cemas,
- selalu pikirannya tidak tenang.
Manusia adalah makhluk hidup yang memiliki otak, akal pikiran serta ego yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya.
Terkadang kegelisahan itu dapat timbul karena adanya suatu perbuatan manusia dimana perbuatan itu belum tentu ada kesalahan tapi dia sudah merasa takut bahwa dia akan melakukan kesalahan. Manusia dapat dilihat dari pandangan yang berbeda-beda, baik itu menurut jasmani, fisik, dan kebudayaan. Kita bisa mengetahui kegelisahan seseorang dari tingkah lakunya dan ekspresinya. Kegelisahan manusia dapat disebabkan karena adanya : kesulitan dalam mencukupi kehidupannya (ekonomi), tidak bisa bergaul, takut kehilangan pekerjaan, ketidakpastian dalam melakukan apapun, dan lain-lain.
Sebenarnya kegelisahan yang di alami oleh semua individu itu bisa diatasi dengan cara yaitu :
- Berdoa kepada Tuhan
- Berpikir yang positif
- Melakukan hal apapun dengan semampunya
Jadi kesimpulannya adalah manusia harus menikmati hidup ini. Dan harus selalu berpikiran positif. Supaya terhindar dari rasa kegelisahan.
Manusia adalah makhluk hidup yang memiliki otak, akal pikiran serta ego yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya. Sedangkan penderitaan adalah suatu perasaan dimana manusia mengalami ketidakmampuan untuk menjadi apa yang dia inginkan. Ada beberapa contoh cerita dimana manusia mengalami penderitaan yang disyukuri/dinikmati dan ada juga contoh manusia yang mengalami penderitaan yang berlarut-larut.
Contoh penderitaan yang disyukuri/dinikmati
- Kakek dan nenek ku adalah petani di daerah Seragen Jawa Tengah. Boleh dikatakan setiap 1 tahun sekali aku berkunjung kesana bersama orang tuaku dan saudara-saudaraaku. Pada suatu hari aku pernah bertanya pada nenek, “nek, apakah tidak capek pergi ke ladang trus? Pagi keladang, siang pulang sebentar untuk makan, tidak lama kemudian siang itu juga pergi lagi ke ladang pulangnya sore hari begitu seterunya, hanya malam hari lah kakek dan nenek beristirahat. apa jawabnya?” Kata nenek, kalau nenek selalu dirumah, setiap malam hari badan nenek malah terasa cpek. Tapi kalau diladang, meskipun panas dan sering kehujanan nenek senang saja karena melihat tanaman yang nenek urus pertumbuhannya semakin bagus.
- Begitu pula paman ku seorang kuli bangunan asal mendapatkan ajakan untuk kerja borongan, bukan main senangnya. Padahal kalau kerja bangunan itu, aku meliht sendiri jam 08.00 wib sudah mulai bekerja sampai jam 12.00 wib. Istirahat 1 jam, setelah itu mulai bekerja lagi sampai jam 18.00 wib. Sewaktu mengerjakan pekerjaannya kulihat panasnya bukan main tapi dengan gembira paman mengerjakan pekerjaannya. Karena ingin mendapatkan uang dengan hasil kerja kerasnya.
- Dan juga terjadi di kota Jambi asal sudah bulan puasa para pengemis banyak berdatangan dan meminta-minta dijalanan. Dalam kondisi panas, mereka merasa senang padahal sebenarnya pengemis itu ada yang punya rumah bagus dikampungnya. Dan sehari-hari ada yang menjadi petani, kuli dan lain-lain. Tapi mereka menikmati kerjaan ini. Walaupun sebenarnya pengemis ini bukan lah suatu pekerjaan.
- Menurut ku cerita ini aneh, tetangga dekat ku dia mencarikan nafkah untuk keluarga dari rumah ketempat kerjanya pulang pergi dia jalan kaki, periang, paham agamanya, kalau ditanya jawabannya menyenangkan. Kata ku “kenapa jalan kaki om?” om itu menjawab oh ya mba, saya lebih malu kalau merangkak mangkanya jalan kaki. Om ini bersukur sekali bisa berjalan. Karena om lihat orang yang struk dijalan. Jalan pun tak bisa. Om bangga sekali bisa berjalan. Pada suatu ketika, om ini sakit dan orang tua ku kerumahnya. Sebelum ditanya sakit apa om itu berkata, “alhamdulilah Allah memberi aku sakit”. Ayah ku langsung bertanya “orang sakit kok malah sukur alhamdulilah?’’ om itu jawab “ kalau sakit ku paling hanya 3 hari dan berarti Allah akan menghapus dosaku” .
Contoh penderitaan yang berlarut-larut
- Sering terjadi pada kenyataan ada pejabat yang gajinya sudah besar dan sudah hidup mewah sebagian dari mereka ada yang korupsi dan akhirnya masuk penjara dia malu dan menderita (penderitaan yang dibuat-buatnya sendiri).
- Dan ada juga orang yang sudah bisa membeli motor, malah menyalahkan sang pencipta. Tuhan itu tidak adil. “Kenapa orang bisa membeli mobil sedangkan aku hanya bisa membeli motor?”. Apa yang selalu aku inginkan tidak pernah aku dapatkan. Kenapa aku selalu menderita??.
Dari beberapa cerita ini dapat kita simpulkan bahwa, sebenarnya apa yang dia inginkan sudah tercapai, tapi ketidakpuasan dia lah yang membuat hidupnya menderita karena tidak pernah mensyukuri apa yang dia dapatkan.
Sebenarnya penderitaan itu tidak akan ada apabila manusia merasa senang dan bangga dengan apa yang mereka kerjakan. Sebaliknya, penderitaan itu akan selalu ada apabila manusia itu tidak pernah puas dengan apa yang mereka miliki atau dengan yang mereka kerjakan.
Tanggung jawab adalah sifat terpuji yang mendasar dalam diri manusia. Manusia adalah makhluk hidup yang memiliki tanggung jawab atas hidupnya dan tanggung jawab atas apa yang manusia itu kerjakan. Dalam konteks sosial, manusia merupakan makhluk sosial. Manusia tidak bisa hidup sendirian (tanpa bantuan orang lain). Pengabdian adalah pemikiran atau perbuatan untuk mewujudkan semua perbuatan yang dilakukan dengan ikhlas.
Tanggung jawab berkaitannya dengan kewajiban dan pegabdian. Kewajiban adalah sesuatu yang dibebankan terhadap seseorang dan menuntut seseorang itu melakukannya (mengerjakannya). Manusia yang bertanggung jawab adalah manusia yang berani menghadapi masalahnya sendiri. Sedangkan pengabdian adalah rasa tanggung jawab terhadap diri sendiri dan orang lain, apabila orang bekerja keras sehari penuh untuk mencukupi kebutuhan, maka ini berarti mengabdi kepada keluarga.
Ada beberapa jenis tanggung jawab, yaitu :
Tanggung jawab terhadap diri sendiri,
Tanggung jawab terhadap Tuhan,
Tanggung jawab terhadap keluarga,
Tanggung jawab terhadap masyarakat.
Sebagai contoh : manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri dalam bermasyarakat dan dia memiliki tanggung jawab yang sama dalam masyarakat. Misalnya tanggung jawab untuk menjaga keamanan lingkungan.
Sebagai contoh apabila orang tua mengabdi untuk mengasuh anak-anaknya dan kemungkinannya saat anaknya besar nanti, dia akan berbakti juga terhadap orang tua nya.
Manusia itu berjuang untuk memenuhi kebutuhannya sendiri dan keperluan orang lain. Dalam usahanya manusia itu juga menyadari bahwa ada kekuatan lain yang ikut menentukan, yaitu kekuasaan Tuhan.
Jadi tanggung jawab serta pengabdian itu berasal dari hati nurani seorang manusia yang harus dilakukan akibat sesuatu yang telah diperbuatnya, dan dengan tanggung jawab yang dikerjakannya itu menjadi sebuah pengabdian untuk dirinya sendiri dan orang lain dengan kekuasaan Tuhan.
Keindahan adalah sesuatu yang baik dan juga menyenangkan. Keindahan berasal dari kata indah yang artinya cantik dan bagus. Keindahan adalah kebenaran, dan kebenaran adalah keindahan. Keduanya mempunyai nilai yang sama yaitu abadi dan mempunyai daya tarik yang selalu bertambah. Dari suatu penciptaan yang akhirnya pada kepuasan, dimana kepuasan ini juga merupakan salah satu dari keindahan. Keindahan itu terbagi dalam banyak hal. Termasuk keindahan pada manusia dan keindahan alam. Manusia mempunyai sifat indah berupa wajah, tubuh dan perilakunya.
Allah menciptakan manusia berpasang-pasang antara laki-laki dan perempuan. Pada umum nya laki-laki mengutamakan atau menonjolkan kekuatan, keberanian, ketangkasan dan kecerdikan. Sedangkan wanita mengutamakan kelembutan, perasaan, keindahan, dan kecantikan. Dalam hal ini wanita tidak terlepas dari masalah kewanitaan. Adapun keindahan terbagi menjadi 2 macam yaitu, keindahan pada wanita dan keindahan alam. Wanita adalah makhluk yang indah dan menarik. Maka dari itu wanita selalu berusaha bagaimana bentuk tubuhnya selalu indah. Dengan cara selalu berpakaian yang rapi, mengenakan aksesoris yang cantik-cantik sehingga wanita itu terlihat indah di mata laki-laki.
Adapun keindahan alam dan keindahan yg dibuat manusia pasti selalu didambakan oleh setiap kaum laki-laki maupun wanita disegala umur. Terbukti dengan adanya tempat-tempat wisata yang selalu dipadati pengunjung. Contoh tempat wisata yang dibuat manusia dengan penuh keindahan yaitu : Ancol, Transtudio Bandung, TMII (Taman Mini Indonesia Indah) dan masih banyak lagi tempat-tempat lain yang sangat mengutamakan keindahan.
Jadi manusia dan keindahan selalu berjalan berdampingan. Manusia membutuhkan keindahan. Sedangkan keindahan butuh sentuhan manusia. Dan keindahan itu adalah dambaan setiap manusia.