Minggu, 24 November 2013

Manusia dan Cita-Cita

Manusia dan Cita-Cita

Harapan adalah sebuah kenyakinan yang terpancar dari suasana batin seseorang yang akan menjadi bekal hidup dan apa yang harus dikejarnya sekuat tenaga serta kemampuan untuk diraih. Setiap manusia memiliki harapan. Harapan sama halnya dengan cita-cita. Apa yang diinginkan, apa yang akan dikerjkan, rencana masa depan yang tersusun rapi adalah termsuk cita-cita. Sulit untuk meraih cita-cita, butuh pengorbanan, perjuangan, dan kenyakinan untuk mendapatkan nya. Apabila ketiga hal itu tidak berdiri kokoh di dalam hati kita, maka cita-cita hanya akan menjadi hayalan semata.
            Cita-cita merupakan motivasi kita untuk terus melangkah berpegang pada kepercayaan. Kepercayaan kepada tuhan yg maha esa dan kepada diri sendirlah yag paling utama. Contohnya, saya bercita-cita menjadi dosen psikologi. Tidak mudah memang, saya harus menjalani pendidikan dari s1 hingga s2 untuk mewujudkannya. Itu adalah cita-cita yang memotivasi saya untuk terus belajar dan menuntut ilmu.
            Kita ditakdirkan memiliki kemampuan, namun tidak sama setiap orang. Ada hal yang orang lain dengan mudah mencapainya dengan kemampuan dirinya sendiri dan ada yang tidak. Tekadang hidup berjalan tidak sesuai keinginan, jangan berkecil hati atas hal itu karna mungkin kita ditakdirkan dengan hal besar yang lainnya. Jangan pernah meremehkan cita-cita seseorang hanya karna menurut anda itu tidak mungkin. Tapi ketahuilah cita-cita itu adalah harapan dari seseorng yang mau bekerja keras dan merelakan apapun agar dapat dicapai olehnya.

            Jadi, cita-cita berasal dari hati nurani manusia itu sendiri dan sekaligus menjadi gerbang baginya mencapai mimpi dengan bermodal keyakinan yang tinggi dan akal membantu terwujudnya harapan dan mimpi tersebut menjadi kenyataan. Kita akan menghargai hasil yang kita dapat apabila memang berasal dari proses yang jatuh bangun. Karna jika kita meraihnya dengan bntuan dari orang lain dimana kita hanya duduk diam saja, kita akan menyepelekan hasil yg kita terima dan tidak pernah melihat orang-orang dibawahnya.

Manusia dan Ketakutan

 Manusia dan Ketakutan

 berbentuk cerpen

Kisah gaun yang tergantung di depan cermin

Aku bernama Riri Novani Putri. Panggilan akrabku Riri. Aku berusia 19 tahun. Aku berasal dari Kota Jambi dan saat ini aku berada di kota Jakarta untuk memulai karir ku sebagai Model. Aku tinggal sendiri disini karena ingin fokus terhadap karirku, meski berat rasanya harus meninggalkan kedua orang tua di sana. Aku bekerja di salah satu kantor majalah yang terkenal di Jakarta.
Pagi ini aku akan memulai pemotretan pertama di sebuah tempat yang kebanyakan orang menyebutnya tempat yang sangat menyeramkan. Entah mengapa banyak orang menyebutnya tempat yang menyeramkan. Aku sempat tak percaya.“ Tapi apa mungkin karna ada hal mistis atau suatu hal yang terjadi disana?” Gumamku dalam hati dengan menahan rasa takut.
Sesampainya disana aku dan rekan-rekan kerjaku memasuki rumah dan melihat-lihat isi rumah itu yang suasananya sedikit menyeramkan, sepertinya ini rumah tua yang lama tak berpenghuni. Benar kata orang tentang hal ini. Saat aku akan ganti baju, ternyata gaun yang seharusnya aku kenakan tertinggal. Aku merasa kecewa karena hari pertamaku bekerja aku meninggalkan hal yang terpenting untuk pemotretan. Tak sengaja di sekitar ruangan itu aku melihat sebuah gaun putih yang tergantung di depan cermin tua. Aku mendekati cermin tua itu dan berfikir untuk memakai gaun tersebut. “Dari pada aku di pecat, lebih baik aku memakai gaun ini saja” ujar ku sambil memegang gaun itu. Setelah itu aku langsung melakukan pemotretan dan tanpa berfikir panjang aku telah memakai gaun dari rumah ini tanpa seizin yang punya.
Ckrek.... ckrekk... ckrekkkk.... pemotretan pun  berakhir. Hari sudah larut malam dan cuaca yang di sertai hujan. Aku dan rekan-rekan kerjaku bergegas pulang, tanpa disadari aku lupa mengganti gaun yang aku kenakan saat pemotretan tadi. Selama perjalanan pulang, aku merasa ada seseorang yang mengikutiku dari belakang. Dengan perasaan takut aku masuk ke rumah lalu bergegas ke kamar. Saat aku berdiri didepan cermin, aku tersadar bahwa ternyata aku masih menggunakan gaun tadi. Terlintas dipikiranku “Apa karena gaun ini aku diikuti oleh sesosok yang tidak aku ketahui?” aku selalu bertanya-tanya pada diriku sendiri.  “Apa mungkin ini yang dibicarakan oleh khalayak ramai tentang rumah itu?”  Ahhh .... tak mungkin, ini hanya perasaanku saja. Ucapku sambil membersihkan diri lalu meletakkan gaun kedalam lemari dan pergi tidur.
Tepat pukul 00.00 aku dibangunkan oleh suara HP yang berdering di telingaku. Aku segera mengangkat dan mendengar suara “ Aku telah hadir”. Dengan bingung  aku bertanya “ Siapa?? Siapa ini??” tapi tak ada satu pun jawaban yang aku dengar sampai telpon itu terputus. Tak lama kemudian suara bel pun berbunyi..... ( ting tong,, ting tong....) dengan rasa penasaran, aku pun segera membuka pintu.  Dan ternyata tidak ada seorang pun di luar rumah, dengan cepat aku kembali kekamar. Saat aku akan kembali tidur, aku mendengar suara ketukan dari dalam lemari. Aku perlahan-lahan turun dari tempat tidurku menuju lemari. Tapi suara ketukan itu pun berhenti. Aku bingung! Saat aku kembali ketempat tidur, suara ketukan itu terdengar lagi. Dengan rasa takut aku langsung tidur tanpa menghiraukan suara ketukan itu yang lama kelamaan suara itu menghilang. Hampir setiap malam aku mendengar suara-suara aneh.
Seminggu kemudian aku pergi ketempat kerjaku untuk melihat hasil pemotretan kemarin. Ternyata ada yang aneh, semua hasil foto-fotoku terlihat ada sesosok wanita cantik di belakangku dengan menggunakan gaun yang sama. Dengan ini aku bertambah bingung. Dan apa mungkin gaun yang aku kenakan ini milik orang yang sudah meninggal?? Akhirnya aku menceritakan kejadian-kejadian yang aku alami seminggu yang lalu. Salah satu rekan kerjaku berkata “kau harus mengembalikan gaun itu.”
Tiga hari kemudian aku memberanikan diri untuk mengembalikan gaun itu keasalnya. Setelah aku sampai dihalaman rumah itu, aku dihalang oleh seorang wanita tua. Wanita itu berkata “jangan masuk ke rumah itu, rumah itu angker” sambil mengatakan dengan tegas. Lalu aku bertanya “Angker”?? kenapa dengan rumah ini? Bisakah nenek menceritakannya kepadaku? “bisa, lima belas tahun yang lalu, ada keluarga besar yang sangat kaya yang tinggal dirumah itu. Mereka mempunyai seorang putri tunggal yang sangat cantik, yang bernama Ummi. Diusia 20 tahun dia dijodohkan dengan seorang pengusaha muda yang bernama Rio. Sementara itu Ummi telah memiliki seorang kekasih yang bernama Wahyu. Mendengar Ummi akan di jodohkan dengan lelaki pilihan orang tuanya, Wahyu sangat terpukul. Tapi dengan kecewa Wahyu merelakan Ummi untuk dijodohkan dengan Rio. Dengan rasa yang amat-amat sakit, Wahyu memberikan gaun putih untuk pernikahan orang yang dia cintai.
Malam harinya Ummi mencoba gaun itu dan Ummi merasa bersalah karena akan meninggalkan Wahyu dan akan menikah dengan Rio. Dengan merasa bersalah Ummi memilih gantung diri dari pada menyakiti perasaan Wahyu dengan memakai gaun itu. Sejak saat itu saya menggantungkan gaun itu didepan cermin.” Ujar nenek tua itu. Aku bertanya “sebenarnya nenek ini siapa? Dan kenapa nenek tau tentang hal ini?” “Aku adalah ibu dari Ummi!” ujar nenek tua itu. “Jadi dengan cara apa aku mengembalikannya?” Ucapku. Kau harus menggantungkan gaun ini ke tempatnya dan kau meminta maaf pada anak ku.
Dengan memberanikan diri aku masuk ke rumah tua itu. Aku langsung menuju kamar dan menggantungkan gaun tersebut didepan cermin dan segera meminta maaf. tiba-tiba gaun tersebut menghilang dan muncul sesosok wanita yang cantik dengan mengenakan gaun dan tali yang terlilit dilehernya. "Terimakasih kau telah mengembalikan gaunku, karna gaun ini adalah gaun kenangan dari kekasih ku dan gaun ini adalah lambang cinta kami". Ujar Ummi dan langsung menghilang. aku pun tersenyum dan segera meninggalkan rumah itu.

Manusia dan Cinta Kasih

Manusia dan Cinta Kasih

Kasih Sayang Orangtua


Pada hari Jum’at tanggal 12 November 1994 di Kota Metropolitan telah terjadi momen yang membahagiakan dan tak terlupakan karena telah lahirnya seorang bayi cantik dengan bobot 3,3 kilogram dengan panjang 50 cm. Dia merupakan putri ke-3 dari pasangan suami istri yang bernama Bapak Prapto S.pd dan Ibu Ani Surtini. Bayi itu terlahir dengan sempurna tanpa kurang suatu apapun, yang diberi nama Riri Novani Putri yaitu aku. Ayah ku adalah seorang Kepala Sekolah Swasta, Sedangkan Ibuku adalah seorang ibu rumah tangga. Aku mempunyai 2 orang kakak dan 2 orang adik. Kakak laki-laki ku yang pertama bernama Rizkiana Suprapto sekarang dia sedang melanjutkan ke S2 nya di Perguruan Tinggi Swasta dan kakak perempuan ku yang bernama Rossy Citra Noviani baru saja menyelesaikan S1 nya di Perguruan Tinggi Swasta pula. Aku bersekolah di SMA Negeri di Kota Jambi, adik perempuan ku yang bernama Yunita Sari Suprapto saat ini bersekolah di SMAN di  Kota Jambi pula, dan adik laki-laki ku si bungsu bernama Andrean, saat ini dia bersekolah di SD Negeri di Kota Jambi dan duduk di kelas 6 sd. Kami semua memilih sekolah atas pilihan kami sendiri. Meskipun demikian, orang tua kami pun tak lepas menjaga serta memberi bimbingan pada kami agar tetap menjadi anak yang baik, tanpa sebuah larangan dari orang tua.
Ketika aku duduk di kelas 3, banyak sekali pihak-pihak Universitas datang ke Sekolah ku untuk menawarkan keunggulan dari kampus-kampus mereka. Aku bingung, lalu aku meminta doa dan informasi dari orang tua untuk memilhkan aku sekolah yang terbaik. Hari demi hari aku mencari informasi tentang Universitas Swasta yang terbaik, lalu aku mendapat informasi bahwa ada Universitas Swasta yang terkenal dengan prestasi-prestasinya yaitu Universitas Gunadarma. Lalu aku mencari informasi tentang Universitas Gunadarma di dunia maya. Ternyata banyak sekali fasilitas-fasilitas yang terbaik diberikan kepada mahasiswanya sehingga menjadi mahasiswa yang terampil dan berprestasi. Akhirnya aku meminta orang tua ku untuk mengizinkan aku berkuliah di sana. Alhamdulilah aku diizinkan untuk melanjutkan dan menempuh pendidikan di Universitas Gunadarma.
Saat Universitas Gunadarma membuka pendaftaran, aku langsung mendaftar dan mendapat gelombang yang ke 3 dan tesnya itu tepatnya tanggal 4 Juli 2013. Aku berangkat dari Jambi ke Depok bersama ibu menggunakan pesawat. Perjalan ku  sangat menyenangkan dan sampailah aku di Depok. Depok adalah tempat dimana aku merantau dan menuntut ilmu. Perasaan ku ketika diterima di Univeristas Gunadarma aku sangat senang karena jurusan yang aku dapatkan sesuai dengan bakat dan minat ku yaitu Psikologi, namun pada saat pengumpulan berkas-berkas, aku panik dan sangat kebingungan ternyata ada berkas yang tertinggal di Jambi.  aku didampingi oleh ibu pergi ke bagian administrasi untuk menjelaskan hal tersebut. Aku berusaha untuk meminta perpanjangan waktu, kemudian pihak gunadarma memberikan keringanan untuk dapat melengkapi berkas dengan syarat kegiatan PPSPPT dari tanggal 29 Agustus menjadi 5 September. Aku terima syarat itu karena kelalaian ku.
Aku dan ibuku mencari kost yang dekat dengan tempat kuliahan, setelah mencari-cari informasi, akhirnya kami menemukan sebuah  tempat yang sangat nyaman. Tempat itu membuat ku merasa berada di  rumah ku sendiri yaitu di Griya Al faqih Mandiri. Dan yang menariknya lagi disini banyak teman-teman seperjuangan yang sama-sama datang dari jauh untuk menempuh pendidikan. Bersyukur sekali Allah memberi tempat ini karena disini aku tidak hanya  mendapatkan tempat tinggal tapi juga banyak mendapat pelajaran hidup dan semoga ini akan menjadi awal yang lebih baik untuk kedepannya. Ibu selalu menemani ku kemana-mana dan selalu memberi ku motivasi untuk bagaimana cara menjalani kehidupan yang jauh dari keluarga dan orang tua. Selama ibu di Depok, ibu menemani ku untuk memenuhi kebutuhan ku di kost. Aku merasa sangat bersyukur karena orangtua telah memberi ku kasih sayang dan fasilitas-fasilitas yang membuat ku semangat untuk berkuliah di Universitas Gunadarma. Walaupun akhirnya aku harus meninggalkan kampung halaman ku . Sedih menghampiri hati karena harus meninggalkan saudaraku dan jauh dari orang tua.
Sedih sekali saat ibu akan pulang ke Jambi karena aku masih belum bisa jauh dari orang tuaku. Tapi, dari sini lah aku melatih kemandirianku dan mencari jati diriku. Aku selalu menelpon ayah dan ibuku untuk menanyakan kabar mereka serta saudara-saudaraku. Supaya mereka tahu apa yang ku alami disini dan aku pun juga tahu apa yang meraka alami disana. Dan aku akan semangat belajar untuk meraih cita-citaku dan akan membanggakan kedua orang tuaku serta membalas cinta dan kasih sayang kedua orang tua yang telah memberikan semua itu sejak aku dilahirkan. Walaupun tidak sesempurna mereka.

Manusia dan Harapan

Manusia dan Harapan

Manusia adalah makhluk hidup yang memiliki ego, akal pikiran serta sesuatu keinginan yang ingin dicapai dalam hidupnya. Sedangkan harapan adalah suatu keinginan manusia dimana keinginan itu belum terwujud. Harapan juga merupakan sesuatu rencana untuk di masa depan.
Harapan dapat diartikan sebagai menginginkan sesuatu yang dianggap benar berharap agar dapat dicapai, itu semua memerlukan kepercayaan pada diri sendiri dan kepercayaan kepada Tuhan. Harapan diperuntukan untuk memperoleh kelangsungan hidup dan memperoleh perwujudan cita-cita. Harapan itu dimiliki semua orang. Jadi apabila manusia hidup tanpa sebuah harapan, maka manusia itu tidak tahu apa tujuan hidupnya.
Dengan pengetahuan serta pengertian agama tentang adanya kehidupan abadi di akhirat, manusia menjalankan ibadahnya. Dia akan menjalankan perintah Tuhan melalui agama, serta menjauhkan diri dari larangan yang diberikan-Nya. Manusia menjalankan hal tersebut karena sadar sebagai makhluk yang tidak berdaya di hadapan Tuhan. Kehidupan dunia yang sifatnya sementara dikalahkannya demi kehidupan yang abadi di akhirat karena tahu bagaimana beratnya siksaan di neraka dan bagaimana bahagianya di surga. Kebaikan di surga yang abadi inilah yang merupakan semua harapan terakhir manusia.

MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP

 
MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP

Pandangan hidup adalah dasar atau suatu landasan yang mengarahkan individu, masyarakat, bangsa dan Negara ke kehidupan yang lebih baik dan melindungi siapa saja yang berpegang teguh pada pandangan hidup itu dari perbuatan yang tidak sesuai dari lingkungan dan sikap semena-mena atau sesuka hati. Pandangan hidup merupakan bagian dari setiap umat manusia karena dapat mencerminkan aspirasi seseorang dan sekelompok manusia atas hidupnya.
Manusia juga bisa berdasar kepada suara hati. Suara hati yang dibisikkan tuhan untuknya. Tuhan selalu menuntun manusia untuk berbuat baik dan menjauhkannya dari hal buruk, contohnya berbentuk seperti hukum agama. Suara hati manusia itu baik tapi belum tentu suara hati masyarakat lain menilainya baik pula.
Pandangan hidup sangat lah penting bagi keadaan saat ini maupun keadaan mendatang. Maka dari itu kita harus mengecamkan dan berpegang teguh pada cerminan-cerminan pandangan hidup itu di setiap langkah kita. Pandangan hidup menjadi kebutuhan dan petunjuk yang kekal hingga akhir hayat nanti.
Pandangan hidup setiap orang dapat berbeda-beda tergantung bagaimana ia dapat melihat dan mengkondisikan lingkungan disekitar dengan hati nuraninya. Apabila ada terjadi kesalahpahaman atas pengertian dari pandangan hidup, akan terjadi perbedaan dan paham paham seperti paham individulisme dan lainnya bermunculan.
Tingkah laku manusia adalah hal yang bisa kita amati. Dari perbedaan pandangan hidup itulah terbentuk tingkah laku manusia  yang berbeda, dan juga faktor dari lingkungan serta pengalaman hidupnya. Dalam setiap perbuatan di lingkungan, manusia harus memahami etika dan norma yang berlaku. Karena dua hal itu merupakan pedoman untuk menentukan mana yang baik dan yang buruk untuk dilakukan dan mana yang benar dan yang salah di masyarakat.
Jadi, pandangan hidup adalah pedoman atau tuntunan kita dalam hidup untuk bersikap dan memperlakukan lingkungan dengan baik agar kehidupan dapat berjalan dengan tentram. Pandangan hidup dapat berbeda ketika individu lain berpikiran tidak sejalan dengan kebanyakan orang. Sehingga paham yang tidak diharapkan malah timbul. Namun perbedaan pandangan boleh terjadi asal satu tujuan tapi berbeda cara fikirnya dan saling berbagi agar komunikasi antar masyarakat semakin terjalin.

Manusia dan Pengorbanan


Manusia dan Pengorbanan

Pengorbanan berasal dari kata korban atau kurban yang berarti persembahan, sehingga pengorbanan berarti pemberian untuk menyatakan kebaktian. Dengan demikian pengorbanan mengandung unsur keikhlasan yang tidak mengandung pamrih. Suatu pemberian yang didasarkan atas kesadaran yang tulus ikhlas. Pengorbanan dapat berupa harta benda, pikiran, perasaan, bahkan dapat juga berupa jiwanya. Pengorbanan diserahkan secara ikhlas tanpa pamrih, tanpa ada perjanjian, dan kapan saja diperlukan.
Pengabdian lebih banyak menunjuk kepada perbuatan sedangkan, pengorbanan lebih banyak menunjuk kepada pemberian sesuatu misalnya berupa pikiran, perasaan, tenaga, biaya, waktu. Dalam pengabdian selalu dituntut pengorbanan, tetapi pengorbanan belum tentu menuntut pengabdian. Pengorbanan muculnya  karena adanya rasa tanggung jawab, baik terhadap Tuhan sebagai Penciptanya terhadap diri sendiri, terhadap keluarga dan terhadap masyarakat. 

Macam-macam Pengorbanan/Pengabdian    
^  Pengabdian terhadap Tuhan yang Maha Esa
Contoh: Orang Islam melaksanakan shalat lima waktu untuk pengabdian kepada Tuhan yang Maha Esa.

^ Pengabdian kepada masyarakat
Ada karena manusia dibesarkan dalam masyarakat, sehingga sebagai tanggung jawabnya kemudian melakukan pengabdian juga pengorbanan untuk masyarakat sekitar.  
 ^ Pengabdian kepada negara
ada karena seseorang merasa ikut bertanggung jawab terhadap majunyadan berkembangnya Negara.
^ Pengabdian kepada keluarga
karena keinginan untuk membahagiakan keluarga.


Jadi pengabdian/ pengorbanan adalah merupakan perilaku menahan tanggung jawab dan melaksanakan kewajiban sebagai manusia.

manusia dan kegelisahan


Manusian dan Kegelisahan

Bicara tentang manusia dan kegelisahan, dalam kehidupan sehari-hari, manusia tidak pernah lepas dari kegelisahan. Kegelisahan merupakan bagian dari manusia. Kegelisahan adalah salah satu perasaan dimana manusia mengalami rasa ragu-ragu dan khawatir yang berlebihan. Kegelisahan itu dapat disebabkan dari beberapa faktor, yaitu :
- cemas, 
- selalu pikirannya tidak tenang.
Manusia adalah makhluk hidup yang memiliki otak, akal pikiran serta ego yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya.
Terkadang kegelisahan itu dapat timbul karena adanya suatu perbuatan manusia dimana perbuatan itu belum tentu ada kesalahan tapi dia sudah merasa takut bahwa dia akan melakukan kesalahan. Manusia dapat dilihat dari pandangan yang berbeda-beda, baik itu menurut jasmani, fisik, dan kebudayaan. Kita bisa mengetahui kegelisahan seseorang dari tingkah lakunya dan ekspresinya. Kegelisahan manusia dapat disebabkan karena adanya : kesulitan dalam mencukupi kehidupannya (ekonomi), tidak bisa bergaul, takut kehilangan pekerjaan, ketidakpastian dalam melakukan apapun, dan lain-lain.
Sebenarnya kegelisahan yang di alami oleh semua individu itu bisa diatasi dengan cara yaitu :
- Berdoa kepada Tuhan
- Berpikir yang positif
- Melakukan hal apapun dengan semampunya
Jadi kesimpulannya adalah manusia harus menikmati hidup ini. Dan harus  selalu berpikiran positif. Supaya terhindar dari rasa kegelisahan.

manusia dan penderitaan

 
Manusia dan Penderitaan

Manusia adalah makhluk hidup yang memiliki otak, akal pikiran serta ego yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya. Sedangkan penderitaan adalah suatu perasaan dimana manusia mengalami ketidakmampuan untuk menjadi apa yang dia inginkan. Ada beberapa contoh cerita dimana manusia mengalami penderitaan yang disyukuri/dinikmati dan ada juga contoh manusia yang mengalami penderitaan yang berlarut-larut.
Contoh penderitaan yang disyukuri/dinikmati
- Kakek dan nenek ku adalah petani di daerah Seragen Jawa Tengah. Boleh dikatakan setiap 1 tahun sekali aku berkunjung kesana bersama orang tuaku dan saudara-saudaraaku. Pada suatu hari aku pernah bertanya pada nenek, “nek, apakah tidak capek pergi ke ladang trus? Pagi keladang, siang pulang sebentar untuk makan, tidak lama kemudian siang itu juga pergi lagi ke ladang pulangnya sore hari begitu seterunya, hanya malam hari lah kakek dan nenek beristirahat. apa jawabnya?” Kata nenek, kalau nenek selalu dirumah, setiap malam hari badan nenek malah terasa cpek. Tapi kalau diladang, meskipun panas dan sering kehujanan nenek senang saja karena melihat tanaman yang nenek urus pertumbuhannya semakin bagus.

- Begitu pula paman ku seorang kuli bangunan asal mendapatkan ajakan untuk kerja borongan, bukan main senangnya. Padahal kalau kerja bangunan itu, aku meliht sendiri jam 08.00 wib sudah mulai bekerja sampai jam 12.00 wib. Istirahat 1 jam, setelah itu mulai bekerja lagi sampai jam 18.00 wib. Sewaktu mengerjakan pekerjaannya kulihat panasnya bukan main tapi dengan gembira paman mengerjakan pekerjaannya. Karena ingin mendapatkan uang dengan hasil kerja kerasnya.

- Dan juga terjadi di kota Jambi asal sudah bulan puasa para pengemis banyak berdatangan dan meminta-minta dijalanan. Dalam kondisi panas, mereka merasa senang padahal sebenarnya pengemis itu ada yang punya rumah bagus dikampungnya. Dan sehari-hari ada yang menjadi petani, kuli dan lain-lain. Tapi mereka menikmati kerjaan ini. Walaupun sebenarnya pengemis ini bukan lah suatu pekerjaan.

- Menurut ku cerita ini aneh, tetangga dekat ku dia mencarikan nafkah untuk keluarga dari rumah ketempat kerjanya pulang pergi dia jalan kaki, periang, paham agamanya, kalau ditanya jawabannya menyenangkan. Kata ku “kenapa jalan kaki om?” om itu menjawab oh ya mba, saya lebih malu kalau merangkak mangkanya jalan kaki. Om ini bersukur sekali bisa berjalan. Karena om lihat orang yang struk dijalan. Jalan pun tak bisa. Om bangga sekali bisa berjalan. Pada suatu ketika, om ini sakit dan orang tua ku kerumahnya. Sebelum ditanya sakit apa om itu berkata, “alhamdulilah Allah memberi aku sakit”. Ayah ku langsung bertanya “orang sakit kok malah sukur alhamdulilah?’’ om itu jawab “ kalau sakit ku paling hanya 3 hari dan berarti Allah akan menghapus dosaku” .
Contoh penderitaan yang berlarut-larut
- Sering terjadi pada kenyataan ada pejabat yang gajinya sudah besar dan sudah hidup mewah sebagian dari mereka ada yang korupsi dan akhirnya masuk penjara dia malu dan menderita (penderitaan yang dibuat-buatnya sendiri).

- Dan ada juga orang yang sudah bisa membeli motor, malah menyalahkan sang pencipta. Tuhan itu tidak adil. “Kenapa orang bisa membeli mobil sedangkan aku hanya bisa membeli motor?”.  Apa yang selalu aku inginkan tidak pernah aku dapatkan. Kenapa aku selalu menderita??.
Dari beberapa cerita ini dapat kita simpulkan bahwa, sebenarnya apa yang dia inginkan sudah tercapai, tapi ketidakpuasan dia lah yang membuat hidupnya menderita karena tidak pernah mensyukuri apa yang dia dapatkan.
Sebenarnya penderitaan itu tidak akan ada apabila manusia merasa senang dan bangga dengan apa yang mereka kerjakan. Sebaliknya, penderitaan itu akan selalu ada apabila manusia itu tidak  pernah puas dengan apa yang mereka miliki atau dengan yang mereka kerjakan.

 
MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB SERTA PENGABDIAN


Tanggung jawab adalah sifat terpuji yang mendasar dalam diri manusia. Manusia adalah makhluk hidup yang memiliki tanggung jawab atas hidupnya dan tanggung jawab atas apa yang manusia itu kerjakan. Dalam konteks sosial, manusia merupakan makhluk sosial. Manusia tidak bisa hidup sendirian (tanpa bantuan orang lain). Pengabdian adalah pemikiran atau perbuatan untuk mewujudkan semua perbuatan yang dilakukan dengan ikhlas.

Tanggung jawab berkaitannya dengan kewajiban dan pegabdian. Kewajiban adalah sesuatu yang dibebankan terhadap seseorang dan menuntut seseorang itu melakukannya (mengerjakannya). Manusia yang bertanggung jawab adalah manusia yang berani menghadapi masalahnya sendiri. Sedangkan pengabdian adalah rasa tanggung jawab terhadap diri sendiri dan orang lain, apabila orang bekerja keras sehari penuh untuk mencukupi kebutuhan, maka ini berarti mengabdi kepada keluarga.

Ada beberapa jenis tanggung jawab, yaitu :

  Tanggung jawab terhadap diri sendiri,
  Tanggung jawab terhadap Tuhan,
  Tanggung jawab terhadap keluarga,
  Tanggung jawab terhadap masyarakat.

Sebagai contoh : manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri dalam bermasyarakat  dan dia memiliki tanggung jawab yang sama dalam masyarakat. Misalnya tanggung jawab untuk menjaga keamanan lingkungan.

Sebagai contoh apabila orang tua mengabdi untuk mengasuh anak-anaknya dan kemungkinannya saat anaknya besar nanti, dia akan berbakti juga terhadap orang tua nya.

Manusia itu berjuang untuk memenuhi kebutuhannya sendiri dan keperluan orang lain. Dalam usahanya manusia itu juga menyadari bahwa ada kekuatan lain yang ikut menentukan, yaitu kekuasaan Tuhan.

Jadi tanggung jawab serta pengabdian itu berasal dari hati nurani seorang manusia yang harus dilakukan akibat sesuatu yang telah diperbuatnya,  dan dengan tanggung jawab yang dikerjakannya itu menjadi sebuah pengabdian untuk dirinya sendiri dan orang lain dengan kekuasaan Tuhan. 

Manusia dan keindahan

 
Manusia dan keindahan

Keindahan adalah sesuatu yang baik dan juga menyenangkan. Keindahan berasal dari kata indah yang artinya cantik dan bagus. Keindahan adalah kebenaran, dan kebenaran adalah keindahan. Keduanya mempunyai nilai yang sama yaitu abadi dan mempunyai daya tarik yang selalu bertambah. Dari suatu penciptaan yang akhirnya pada kepuasan, dimana kepuasan ini juga merupakan salah satu dari keindahan. Keindahan itu terbagi dalam banyak hal. Termasuk keindahan pada manusia dan keindahan alam. Manusia mempunyai sifat indah berupa wajah, tubuh dan perilakunya.
Allah menciptakan manusia berpasang-pasang antara laki-laki dan perempuan. Pada umum nya laki-laki mengutamakan atau menonjolkan kekuatan, keberanian, ketangkasan dan kecerdikan. Sedangkan wanita mengutamakan kelembutan, perasaan, keindahan, dan kecantikan. Dalam hal ini wanita tidak terlepas dari masalah kewanitaan. Adapun keindahan terbagi menjadi 2 macam yaitu, keindahan pada wanita dan keindahan alam. Wanita adalah makhluk yang indah dan menarik.  Maka dari itu wanita selalu berusaha bagaimana bentuk tubuhnya selalu indah. Dengan cara selalu berpakaian yang rapi, mengenakan aksesoris yang cantik-cantik sehingga wanita itu terlihat indah di mata laki-laki.
Adapun keindahan alam dan keindahan yg dibuat manusia pasti selalu didambakan oleh setiap kaum laki-laki maupun wanita disegala umur. Terbukti dengan adanya tempat-tempat wisata yang selalu dipadati pengunjung. Contoh tempat wisata yang dibuat manusia dengan penuh keindahan yaitu : Ancol, Transtudio Bandung, TMII (Taman Mini Indonesia Indah) dan masih banyak lagi tempat-tempat lain yang sangat mengutamakan keindahan.
Jadi manusia dan keindahan selalu berjalan berdampingan. Manusia membutuhkan keindahan. Sedangkan keindahan butuh sentuhan manusia. Dan keindahan itu adalah dambaan setiap manusia.

;;

By :
Free Blog Templates