Senin, 26 Desember 2016

       1.    Interface

 A.  Pengertian Interface
               Interface adalah sebuah media yang dapat menjembatani antara user dan sistem untuk melakukan komunikasi dan sebuah desain untuk komputer, peralatan, mesin, perangkat komunikasi mobile, aplikasi perangkat lunak, dan situs web yang berfokus pada pengalaman dan interaksi penggunanya. Interface juga memiliki mekanisme komunikasi antara pemakai dengan sistem. Interface dapat menerima informasi dari pemakai dan memberikan informasi kepada pemakai untuk membantu mengarahkan alur penelusuran masalah sampai ditemukan suatu solusi.

            Fungsi interface adalah untuk menginput pengetahuan baru ke dalam basis pengetahuan sistem pakar / expert system (ES), menampilkan penjelasan sistem dan memberikan panduan pemakaian sistem secara menyeluruh sehingga pemakai mengerti apa yang akan dilakukan terhadap suatu sistem. Yang terpenting adalah kemudahan dalam memakai, menjalankan sistem, interaktif, komunikatif, sedangkan kesulitan dalam mengembangkan atau membangun suatu program jangan terlalu diperlihatkan.

 B.  Tujuan Interface
             Tujuan interface adalah mengkomunikasikan fitur-fitur sistem yang tersedia agar pemakai mengerti dan dapat menggunakan sistem tersebut.

C. Pengunaan Warna pada desain Interface
    a. Warna menambah dimensi ekstra pada suatu interface dan membantu user memahami struktur yang kompleks.
     b. Bisa dipakai untuk mewarnai-terang (higlight) hal-hal khusus.
     c. Menggunakan warna untuk mengkomunikasikan arti merah bisa jadi peringatan atau ada kesalahan.
     d. Terlalu banyak gunakan macam warna.

   Dalam menggunakan warna pada desain interface ada beberapa petunjuk yang dapat diikuti seperti berikut ini :
     a. Hindari penggunaan terlalu banyak warna.
     b. Gunakan kode warna untuk mendukung operasi.
     c. Pengguna bisa kendalikan warna untuk kode.
     d. Desain monochrome kemudian tambahkan warna.
     e. Gunakan warna kode secara konsisten.
     f. Hindari pasangan warna yang tidak cocok/norak.
     g. Gunakan warna untuk menunjukkan perubahan status.

 D. Komponen Antarmuka Pengguna
      1. Bahasa perintah, sedapat mungkin menggunakan bahasa alami 
     2.  Model pengguna, memungkinkan user untuk mengembangkan pemahaman yang mendasar tentang apa yang dikerjakan oleh program, bahkan oleh user yang sama sekali tidak mengetahui teknologi komputer
     3. Umpan balik, kemampuan sebuah program yang membantu user untuk mengoperasikan program itu sendiri   
   4. Tampilan informasi, digunakan untuk menunjukkan status informasi atau program ketika user melakukan suatu tindakan.

 2. Flowchart
     A. Pengertian Flowchart
        Flowchart adalah penggambaran secara grafik dari langkah-langkah dan urut-urutan prosedur dari suatu program.

B.  Fungsi Flowchart 
      a. Menolong analis dan programmer untuk memecahkan masalah kedalam segmen-segmen yang lebih kecil dan menolong dalam menganalisis alternatif-alternatif lain dalam pengoperasian.
    b.  Flowchart biasanya mempermudah penyelesaian suatu masalah khususnya masalah yang perlu dipelajari dan dievaluasi lebih lanjut.

C. Jenis-jenis flowchart

    Flowchart terbagi atas lima jenis, yaitu :
    1.  Flowchart sistem (system flowchart)
          Flowchart Sistem merupakan bagan yang menunjukkan alur kerja atau apa yang sedang dikerjakan di dalam sistem secara keseluruhan dan menjelaskan urutan dari prosedur-prosedur yang ada di dalam sistem. Dengan kata lain, flowchart ini merupakan deskripsi secara grafik dari urutan prosedur-prosedur yang terkombinasi yang membentuk suatu sistem. Misalnya : mesin tik, cash register atau kalkulator.

     2.  Flowchart paperwork / flowchart dokumen (document flowchart)
          Flowchart Paperwork memiliki kegunaan utama yaitu untuk menelusuri alur form dan laporan sistem dari satu bagian ke bagian lain baik bagaimana alur form dan laporan diproses, dicatat dan disimpan.

      3.  Flowchart skematik (schematic flowchart)
        Flowchart Skematik mirip dengan Flowchart Sistem yang menggambarkan suatu sistem atau prosedur. Flowchart Skematik ini bukan hanya menggunakan simbol-simbol flowchart standar, tetapi juga menggunakan gambar-gambar komputer, peripheral, form-form atau peralatan lain yang digunakan dalam sistem. Pemakaian gambar sebagai ganti dari simbol-simbol flowchart akan menghemat waktu yang dibutuhkan oleh seseorang untuk mempelajari simbol abstrak sebelum dapat mengerti flowchart.

      4.  Flowchart program (program flowchart)
         Flowchart Program dihasilkan dari Flowchart Sistem. Flowchart Program merupakan keterangan yang lebih rinci tentang bagaimana setiap langkah program atau prosedur sesungguhnya dilaksanakan. Flowchart ini menunjukkan setiap langkah program atau prosedur dalam urutan yang tepat saat terjadi. Programmer menggunakan flowchart program untuk menggambarkan urutan instruksi dari program komputer. Analis Sistem menggunakan flowchart program untuk menggambarkan urutan tugas-tugas pekerjaan dalam suatu prosedur atau operasi.
          
       5. Flowchart Proses (process flowchart)
       Flowchart Proses merupakan teknik penggambaran rekayasa industrial yang memecah dan menganalisis langkah-langkah selanjutnya dalam suatu prosedur atau sistem.

 3. Aplikasi Online Bernuansa Psikologi
     Intelegent Quotient Test Online (Aplikasi Tes IQ)
     A. Pengertian  tentang IQ (Intelegent Quotient)
       IQ adalah angka yang mana menjelaskan tingkat kecerdasan seseorang yang dibandingkan dengan sesamanya dalam satu populasi. Ketika IQ adalah sebuah rasio dari umur secara mental dibagi umur secara fisik dan dikalikan dengan angka 100. Umur secara mental dihitung berdasarkan dasar dari rata-rata hasil di dalam sebuah tes yang dibagi dalam setiap kategori umur.
     Fungsi IQ untuk mengukur kecerdasan dari anak-anak.

 B. Jenis-jenis dari test IQ
     1. Verbal, jenis ini menentukan tingkat kemampuan untuk menemukan konsep umum dari contoh yang disajikan: "anjing, kucing, singa = hewan", menentukan konsep yang tidak berkaitan dengan kelompok: "burung, kelinci, monyet, mobil", menemukan keteraturan dalam angka-angka: "11,12,14,17,21", memecahkan deretan angka, dan lain-lain. 

   2. Non-verbal, ini adalah tes yang didesain untuk mengukur kemampuan dalam membentuk kubus, mengorganisasikan gambar-gambar dari waktu tertentu dan urutan logika, membangun bentuk-bentuk dari bagian-bagian tertentu, dan lain-lain. Beberapa tes ini sering kali ditujukan untuk menjelajahi pikiran abstrak anda, atau yang kompleks maupun yang mendetail.

 2. Konseling Online
     A. Pengertian Konseling
      Istilah konseling pertama kali digunakan oleh Frank Parsons pada tahun 1908 saat ia melakukan konseling karier. Konseling  adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh seorang ahli konselor kepada individu yang mengalami sesuatu masalah dan untuk membantu mengatasi masalah yang dihadapi klien.
     B. Fungsi Konseling
     1. Fungsi Pemahaman, yaitu fungsi bimbingan untuk membantu  klien agar memiliki pemahaman terhadap dirinya (potensinya) dan lingkungannya (pendidikan, pekerjaan, dan norma agama). Berdasarkan pemahaman ini, klien diharapkan mampu mengembangkan potensi dirinya secara optimal, dan menyesuaikan dirinya dengan lingkungan secara dinamis dan konstruktif.
      2. Fungsi Preventif, yaitu fungsi yang berkaitan dengan upaya konselor untuk senantiasa mengantisipasi berbagai masalah yang mungkin terjadi dan berupaya untuk mencegahnya, supaya tidak dialami oleh klien. Melalui fungsi ini, konselor memberikan bimbingan kepada klien tentang cara menghindarkan diri dari perbuatan atau kegiatan yang membahayakan dirinya.
     3. Fungsi Pengembangan, yaitu fungsi bimbingan yang sifatnya lebih proaktif dari fungsi-fungsi lainnya. Konselor senantiasa berupaya untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, yang memfasilitasi perkembangan klien. Konselor dan personel sekolah lainnya secara sinergi sebagai teamwork berkolaborasi atau bekerjasama merencanakan dan melaksanakan program bimbingan secara sistematis dan berkesinambungan dalam upaya membantu konseli mencapai tugas-tugas perkembangannya.
    4. Fungsi Penyembuhan, yaitu fungsi bimbingan yang bersifat kuratif. Fungsi ini berkaitan erat dengan upaya pemberian bantuan kepada klien yang telah mengalami masalah, baik menyangkut aspek pribadi, sosial, belajar, maupun karir. Teknik yang dapat digunakan adalah konseling, dan remedial teaching.
     5. Fungsi Penyaluran, yaitu fungsi bimbingan dalam membantu klien memilih kegiatan ekstrakurikuler, jurusan atau program studi, dan memantapkan penguasaan karir atau jabatan yang sesuai dengan minat, bakat, keahlian dan ciri-ciri kepribadian lainnya. Dalam melaksanakan fungsi ini, konselor perlu bekerja sama dengan pendidik lainnya di dalam maupun di luar lembaga pendidikan.

  C. Penerapan Konseling
    Konseling bisa dilakukan dalam berbagai bidang kehidupan, seperti di masyarakat, di dunia industri. membantu korban bencana alam, maupun di lingkungan pendidikan. Khusus pada dunia pendidikan tingkat dasar dan lanjutan di Indonesia, layanan ini biasa disebut bimbingan konseling (konseling sekolah) dan dilakukan oleh guru pembimbing(konselor sekolah).

 4. Personality Test online (Aplikasi MBTI)
     A.  Pengertian MBTI
      Tes MBTI (Myers-Briggs Type Indicator) adalah sebuah tes psikologi yang menilai kepribadian seseorang. Tes ini dibuat ketika Amerika Serikat ikut dalam Perang Dunia ke-2, yaitu ketika wanita mulai banyak memasuki dunia kerja. Awalnya, motivasi dari tes MBTI ini adalah untuk mengalokasikan SDM wanita untuk bekerja pada bidang yang sesuai. Tetapi sekarang pemnfaatan tes psikologi ini sudah begitu luas. Dalam tes ini, peserta akan diberikan sebuah kuesioner yang berisi banyak pertanyaan. Lalu, berdasarkan jawaban-jawaban dari pertanyaan itu, peserta akan dinilai tentang bagaiamana kepribadiannya.

    B. Manfaat Tes MBTI
         1. Mengetahui diri sendiri, beserta kelebihan dan kelemahannya.
         2. Mengetahui karakter orang lain, beserta kelebihan dan keurangannya.
         3. Memilih bagian dalam organisasi yang pas.
         4. Memilih karir yang pas.
         5. Melejitkan potensi diri, dan menambal kekurangan diri.

    C. Bagaimana Hasil Tes MBTI Berbicara Tentang Sifat seseorang
        Seseorang yang menjalankan tes kepribadian MBTI akan mendapatkan 4 huruf, yang setiap hurufnya akan medeskripsikan sifat mereka.

 1. Introvert dan Ekstrovert
      Ini adalah perbedaan dalam memproses rangsangan dari luar (sosial). Ekstrover selalui mencari rangsangan interaksi sosial (Energi mereka didapatkan dari interaksi sosial). Sebaliknya, introver berkurang energinya jika berinteraksi sosial. Sehingga mereka hanya berinteraksi secukupnya. Energi para introver didapatkan dengan refleksi, berpikir, berdiskusi empat mata, membaca, dan lain-lain.

 2.  Sensing dan Intuitive
      Sensing dan Intuitive adalah perbedaan dalam memproses informasi. Orang yang tipe sensing memproses informasi berdasarkan indranya. Mereka lebih mengutamakan fakta dan detail. Sebaliknya, orang yang bertipe intuitif menerima informasi secara berpola dan garis besar. Mereka cenderung mencari hubungan antar suatu fakta dibanding detail fakta sendiri.

 3. Thinking dan Feeling
        Seperti namanya, orang bertipe thinking menganalisis dan mengambil keputusan berdasarkan otaknya. Mereka mempehitungkan semua termasuk kerugian dan keuntungannya. Sebaliknya, otang bertipe feeling memasukan perasaan sebagai pertimbangan dalam mengambil keputusan.

 4. Judging dan Perceiving
        Terakhir, yaitu antara Judging dan Perceiving. Orang bertipe judging adalah orang yang terorganisir. Jika mereka membuat goal, mereka membuatnya sangat detail. Tidak hanya detail, mereka akan patuh terhadap deadline yang telah mereka buat. Berbeda dengan perceiving. Mereka lebih fleksibel terkait cara meraih suatu goal. Judging lebih mementingkan masa depan dibanding sekarang. Sedangkan, Perceiving lebih mementingkan masa sekarang dibanding masa depan.

           DAFTAR PUSTAKA

 Edward, Y. (1989). Modern Structur Analisis. Prentice: Hall Inc.
 Jogiyanto. (1990). Analisis dan desain system informasi. Andi off set. Yogyakarta
 Sabariah, M. K. (2010). Prinsip Perancangan Antarmuka. Bandung.
 Santoso, I. (2010). Interaksi Manusia dan Komputer. Yogyakarta. Andi off set.
 Suteja, B. R, Agus H. (2008) User Interface Design for e-Learning System. Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi.
Tavri, D,. dan Mahyusir. (1989). Analisa Perancangan Sistem Pengolahan data. PT Elex Media Komputindo.

 Zakaria, T. M,. & Prijono, A. (2007). Interaksi Manusia dan Komputer. Graha Ilmu.

Kamis, 22 Desember 2016

Sejarah Artificial Intelligence 

     Artificial intelligence adalah inovasi baru di bidang ilmu pengetahuan. Artificial intelligence sebenarnya muncul dan mulai diyakini keberadaannya pertama kali pada kisah mitologi yunani dan peradaban mesir kuno dan ada sejak muncul komputer modern, yaitu pada tahun 1940 dan 1950. Ilmu pengetahuan komputer ini dikhususkan dalam perancangan otomatisasi tingkah laku cerdas dalam sistem kecerdasan  komputer.
     Sekitaran akhir tahun 1970 dan 1980-an, mulailah dikembangkan secara penuh dan hasilnya berangsur-angsur dipublikasikan. Permasalahan di dalam kecerdasan buatan akan selalu bertambah dan berkembang seiring dengan perkembangan zaman dalam setiap aspek kehidupan manusia, yang membawa persoalan-persoalan yang semakin bermacam-macam pula. Program kecerdasan buatan lebih sederhana dalam pemakaiannya, sehingga banyak membantu penggunanya. Program konvensional dijalankan secara prosedural dan kaku, rangkaian tahap solusinya sudah didefinisikan secara tepat oleh pemrogramnya. Dan program ini di lakukan menggunakan pendekatan trial and error, mirip dengan apa yang dilakukan oleh manusia.
      Artificial Intelligence merupakan suatu sistem yang membuat mesin secerdas manusia. Untuk itu, sistem ini harus berpedoman pada sistem kognisi manusia, yaitu cara berpikir manusia, cara manusia bernalar, mengenali suatu stimulus, memecahkan masalah, mengingat, dan mengambil keputusan serta merespon dan bertindak. Dengan demikian para peneliti ilmu ini dapat membuat suatu sistem, aplikasi, atau program yang dapat melakukan pekerjaan-pekerjaan manusia dengan lebih baik, menggunakan perangkat mesin yang canggih untuk mempermudah pekerjaan manusia dikehidupan nyata.

Hubungan antara Artificial Intelligence dan Kognisi Manusia
    Artificial intelligence adalah kemampuan dari sebuah komputer untuk berpikir seperti manusia bahkan lebih baik dari pada manusia atau Artificial intelligence adalah salah satu bagian ilmu komputer yang membuat agar mesin (komputer) dapat melakukan pekerjaan seperti dan sebaik yang dilakukan oleh manusia. 
       Kognisi adalah kepercayaan seseorang tentang sesuatu yang didapatkan dari proses berpikir tentang seseorang atau sesuatu. Kognisi dapat pula diartikan sebagai pemahaman terhadap pengetahuan atau kemampuan untuk memperoleh pengetahuan. Proses yang dilakukan adalah memperoleh pengetahuan dan memanipulasi pengetahuan melalui aktivitas mengingat, menganalisis, memahami, menilai, menalar, membayangkan dan berbahasa. Kapasitas atau kemampuan kognisi biasa diartikan sebagai kecerdasan atau inteligensi. Bidang ilmu yang mempelajari kognisi beragam, di antaranya adalah psikologi, filsafat, komunikasi, neurosains, serta kecerdasan buatan. 
      Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence merupakan salah satu bagian ilmu komputer yang membuat agar mesin (komputer) dapat melakukan pekerjaan seperti dan sebaik yang dilakukan manusia. Pada awal diciptakannya, komputer hanya difungsikan sebagai alat hitung saja. Namun seiring dengan perkembangan jaman, maka peran komputer semakin mendominasi kehidupan umat manusia. Komputer tidak lagi hanya digunakan sebagai alat hitung, lebih dari itu, komputer diharapkan untuk dapat diberdayakan untuk mengerjakan sesuatu yang bisa dikerjakan oleh manusia.
      Manusia bisa menjadi pandai dalam menyelesaikan segala permasalahan di dunia ini karena manusia mempunyai pengetahuan dan pengalaman. Pengetahuan diperoleh dari cara mempelajarinya. Semakin banyak bekal pengetahuan yang dimiliki oleh seseorang tentu saja diharapkan akan lebih mampu dalam menyelesaikan permasalahan. Namun bekal pengetahuan saja tidak cukup, manusia juga diberi akal untuk melakukan penalaran, mengambil kesimpulan berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang mereka miliki. Tanpa memiliki kemampuan untuk menalar dengan baik, manusia dengan segudang pengalaman dan pengetahuan tidak akan dapat menyelesaikan masalah dengan baik. Demikian juga dengan kemampuan menalar yang sangat baik, namun tanpa dibekali pengetahuan dan pengalaman yang memadai, manusia juga tidak akan bisa menyelesaikan masalah dengan baik. Dengan adanya kecerdasan buatan, diharapkan tidak menutup kemungkinan hanya dengan data pengetahuan yang terbatas, sebuah komputer dapat berpikir seperti manusia dalam menghadapi masalah.


Artificial Intelligence dan Expert System (Sistem Pakar) (Eliza, Parry, dan Nettalk)
Apakah Expert System (Sistem Pakar) itu?
        Expert System merupakan sebuah sistem berbasis komputer yang menggunakan pengetahuan, fakta dan teknik penalaran yang dimiliki manusia sebagai pakar yang tersimpan di dalam komputer, dan digunakan untuk menyelesaikan masalah yang lazimnya memerlukan pakar tertentu.

Konsep Dasar Expert System
        Mencakup beberapa persoalan mendasar, antara lain siapa yang disebut pakar, apa yang dimaksud dengan keahlian, bagaimana keahlian dapat ditransfer, dan bagaimana sistem bekerja.

Ciri-ciri Expert System
        Memiliki informasi yang handal, mudah dimodifikasi, heuristic dalam menggunakan pengetahuan (yang sering kali tidak sempurna) untuk mendapatkan penyelesaiannya, dapat digunakan dalam berbagai jenis komputer dan memiliki kemampuan untuk beradaptasi.

Struktur Expert System
        Turban, (1995) mengatakan bahwa Expert System disusun oleh dua bagian utama, yaitu lingkungan pengembangan dan lingkungan konsultasi. Lingkungan pengembangan sistem pakar digunakan untuk memasukkan pengetahuan pakar ke dalam lingkungan sistem pakar, sedangkan lingkungan konsultasi digunakan oleh pengguna yang bukan pakar guna memperoleh pengetahuan pakar. Ada tiga komponen utama yang tampak secara virtual disetiap sistem pakar adalah basis pengetahuan, mesin inferensi, dan antar muka pemakai.

Beberapa Kemampuan Expert System
1. Expert system dapat menjawab berbagai pertanyaan yang menyangkut bidang keahliannya.
2. Bila diperlukan dapat menyajikan asumsi dan alur penalaran yang digunakan untuk sampai ke jawaban yang dikehendaki.
3. Menambah fakta kaidah dan alur penalaran sahih yang baru ke dalam otaknya.

Kelebihan Expert System
1.  Orang awam bisa menggunakannya.
2.  Melestarikan keahlian seorang pakar.
3.  Mampu beroperasi dalam lingkungan yang berbahaya.
4.  Kemampuan dalam mengakses pengetahuan
5.  Bisa berkerja dalam informasi yang tidak lengkap
6.  Media pelengkap dalam penelitian
7.  Menghemat waktu dalam mengambil suatu ke putusan
8.  Proses secara otomatis
9.  Keahlian sama dengan seorang pakar
10. Produktifitas

Kekurangan Expert System
1. Biaya yang sangat mahal membuat dan memeliharanya
2. Sulit di kembangkan karena keterbatasan keahlian dan ketersediaan pakar
3. Sistem pakar tidak 100% bernilai benar

Jenis-Jenis Expert System
Interpretasi     : Menghasilkan deskripsi situasi berdasarkan data sensor.
Prediksi          : Memperkirakan akibat yang mungkin dari situasi yang diberikan.
Diagnosis        : Menyimpulkan kesalahan sistem berdasarkan gejala (symptoms).
Disain             : Menyusun objek-objek berdasarkan kendala.
Planning          : Merencanakan tindakan
Monitoring      : Membandingkan hasil pengamatan dengan proses perencanaan.
Debugging      : Menentukan penyelesaian dari kesalahan sistem.
Reparasi          : Melaksanakan rencana perbaikan.
Instruction       : Diagnosis, debugging, dan reparasi kelakuan pelajar.
Control           : Diagnosis, debugging, dan reparasi kelakuan sistem.

Beberapa contoh Expert System
1. MYCIN              : Diagnosa penyakit
2. DENDRAL         : Mengidentifikasi struktur molekular campuran yang tak dikenal
3. XCON & XSEL : Membantu konfigurasi sistem komputer besar
4. SOPHIE             : Analisis sirkit elektronik
5. Prospector         : Digunakan di dalam geologi untuk membantu mencari dan menemukan deposit
6. FOLIO               : Menbantu memberikan keutusan bagi seorang manajer dalam hal stok broker dan investasi
7. DELTA               : Pemeliharaan lokomotif listrik disel

Beberapa Program AI (1956 – 1966)
1. Logic Theorist, diperkenalkan pada Dartmouth Conference, dapat mengetahui kalimat sederhana yang ditulis dalam bahasa Inggris dan mampu memberikan jawaban berdasarkan fakta yang didengar dalam sebuah percakapan. 
2. Eliza diprogram Joseph Weizenbaum (1967), mampu memberi terapi terhadap pasien dengan memberikan beberapa pertanyaan. Salah satu sistem pakar yang paling awal dikembangkan. Ini adalah program komputer yang dibuat oleh Joseph Weizenbaum di MIT. Pengguna berkomunikasi dengannya sebagaimana sedang berkonsultasi dengan seorang terapis.
3. Parry adalah Expert System yang juga paling awal dikembangkan di StanfordUniversity.oleh seorang psikiater, Kenneth Colby, yang mensimulasikan seorang paranoid. Berikut ini contoh respon Parry terhadap pertanyaan seorang psikiater yang menginterviewnya. mensimulasikan seorang pasien, dan menyebut program ini PARRY, karena ia mesimulasikan seorang pasian paranoid. Mereka memilih seorang paranoid sebagai subyek karena beberapa teori menyebutkan bahwa proses dan sistem paranoia memanga ada, perbedaan respon psikotis dan respon normalnya cukup hebat, dan mereka bisa menggunakan penilaian dari seorang ahli untuk mengecek keakuratan dari kemampuan pemisahan antara respon simulasi  komputer dan respon manusia.
4. Nettalk adalah program berdasarkan jaringan-jaringan neuron, dikembangkan oleh Terry Sejnowski : jaringan neural berisi lapisan tersembunyi yang berkorespondensi dengan interneuron.
Eliza, Prry dan Nettalk adalah beberapa contoh dari chatterbot. Chatterbot merupakan sebuah program komputer yang dirancang untuk menstimulasi percakapan intelektual dengan satu atau lebih manusia secara audio maupun teks. Chatterbot dikategorikan sebagai kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence, yang dimanfaatkan untuk tujuan praktis seperti bantuan online, layanan personal, atau diskusi informasi, dalam hal ini dapat dilihat fungsi program sebagai suatu jenis agen percakapan.

Persamaan
Sama-sama dapat mencapai hasil yang maksimal dalam memecahkan masalah.
Perbedaan
Expert system (sistem pakar) mengacu pada si pembuatnya atau seseorang yang ahli dalam suatu bidangnya atau mengacu pada si perancang itu sendiri sebagai objek dalam menyiapkan suatu sistem guna mendapatkan hasil yang maksimal, sedangkan AI mengacu pada jalur atau langkah yang berorientasi pada hardware guna mencapai yang maksimal.

SUMBER       :
Kusum, D, S. (2003). Artificial Intelligence (Teknik dan Aplikasinya). Yogyakarta: Graha Ilmu.
Kusrini. (2006). Sistem pakar, teori dan aplikasi. Andi: Yogyakarta. Pertemuan 1. Pengantar kecerdasan           buatan.
Russel, S,. dan Norvigm, P : Artificial Intelligence : A modern Approach. Prentice Hall, Second Edition.
Solso. R. L,. Machlin O.H & Machlin, M. K. (2007). Psikologi Kognitif. Terjemahan : Rahardanto. M.             & Batuadji. K. Jakarta : Erlangga.
Solso,. dan  Robert L. (2009).  Psikologi Kognitif. Jakarta : Erlangga.

;;

By :
Free Blog Templates