Senin, 26 Desember 2016

       1.    Interface

 A.  Pengertian Interface
               Interface adalah sebuah media yang dapat menjembatani antara user dan sistem untuk melakukan komunikasi dan sebuah desain untuk komputer, peralatan, mesin, perangkat komunikasi mobile, aplikasi perangkat lunak, dan situs web yang berfokus pada pengalaman dan interaksi penggunanya. Interface juga memiliki mekanisme komunikasi antara pemakai dengan sistem. Interface dapat menerima informasi dari pemakai dan memberikan informasi kepada pemakai untuk membantu mengarahkan alur penelusuran masalah sampai ditemukan suatu solusi.

            Fungsi interface adalah untuk menginput pengetahuan baru ke dalam basis pengetahuan sistem pakar / expert system (ES), menampilkan penjelasan sistem dan memberikan panduan pemakaian sistem secara menyeluruh sehingga pemakai mengerti apa yang akan dilakukan terhadap suatu sistem. Yang terpenting adalah kemudahan dalam memakai, menjalankan sistem, interaktif, komunikatif, sedangkan kesulitan dalam mengembangkan atau membangun suatu program jangan terlalu diperlihatkan.

 B.  Tujuan Interface
             Tujuan interface adalah mengkomunikasikan fitur-fitur sistem yang tersedia agar pemakai mengerti dan dapat menggunakan sistem tersebut.

C. Pengunaan Warna pada desain Interface
    a. Warna menambah dimensi ekstra pada suatu interface dan membantu user memahami struktur yang kompleks.
     b. Bisa dipakai untuk mewarnai-terang (higlight) hal-hal khusus.
     c. Menggunakan warna untuk mengkomunikasikan arti merah bisa jadi peringatan atau ada kesalahan.
     d. Terlalu banyak gunakan macam warna.

   Dalam menggunakan warna pada desain interface ada beberapa petunjuk yang dapat diikuti seperti berikut ini :
     a. Hindari penggunaan terlalu banyak warna.
     b. Gunakan kode warna untuk mendukung operasi.
     c. Pengguna bisa kendalikan warna untuk kode.
     d. Desain monochrome kemudian tambahkan warna.
     e. Gunakan warna kode secara konsisten.
     f. Hindari pasangan warna yang tidak cocok/norak.
     g. Gunakan warna untuk menunjukkan perubahan status.

 D. Komponen Antarmuka Pengguna
      1. Bahasa perintah, sedapat mungkin menggunakan bahasa alami 
     2.  Model pengguna, memungkinkan user untuk mengembangkan pemahaman yang mendasar tentang apa yang dikerjakan oleh program, bahkan oleh user yang sama sekali tidak mengetahui teknologi komputer
     3. Umpan balik, kemampuan sebuah program yang membantu user untuk mengoperasikan program itu sendiri   
   4. Tampilan informasi, digunakan untuk menunjukkan status informasi atau program ketika user melakukan suatu tindakan.

 2. Flowchart
     A. Pengertian Flowchart
        Flowchart adalah penggambaran secara grafik dari langkah-langkah dan urut-urutan prosedur dari suatu program.

B.  Fungsi Flowchart 
      a. Menolong analis dan programmer untuk memecahkan masalah kedalam segmen-segmen yang lebih kecil dan menolong dalam menganalisis alternatif-alternatif lain dalam pengoperasian.
    b.  Flowchart biasanya mempermudah penyelesaian suatu masalah khususnya masalah yang perlu dipelajari dan dievaluasi lebih lanjut.

C. Jenis-jenis flowchart

    Flowchart terbagi atas lima jenis, yaitu :
    1.  Flowchart sistem (system flowchart)
          Flowchart Sistem merupakan bagan yang menunjukkan alur kerja atau apa yang sedang dikerjakan di dalam sistem secara keseluruhan dan menjelaskan urutan dari prosedur-prosedur yang ada di dalam sistem. Dengan kata lain, flowchart ini merupakan deskripsi secara grafik dari urutan prosedur-prosedur yang terkombinasi yang membentuk suatu sistem. Misalnya : mesin tik, cash register atau kalkulator.

     2.  Flowchart paperwork / flowchart dokumen (document flowchart)
          Flowchart Paperwork memiliki kegunaan utama yaitu untuk menelusuri alur form dan laporan sistem dari satu bagian ke bagian lain baik bagaimana alur form dan laporan diproses, dicatat dan disimpan.

      3.  Flowchart skematik (schematic flowchart)
        Flowchart Skematik mirip dengan Flowchart Sistem yang menggambarkan suatu sistem atau prosedur. Flowchart Skematik ini bukan hanya menggunakan simbol-simbol flowchart standar, tetapi juga menggunakan gambar-gambar komputer, peripheral, form-form atau peralatan lain yang digunakan dalam sistem. Pemakaian gambar sebagai ganti dari simbol-simbol flowchart akan menghemat waktu yang dibutuhkan oleh seseorang untuk mempelajari simbol abstrak sebelum dapat mengerti flowchart.

      4.  Flowchart program (program flowchart)
         Flowchart Program dihasilkan dari Flowchart Sistem. Flowchart Program merupakan keterangan yang lebih rinci tentang bagaimana setiap langkah program atau prosedur sesungguhnya dilaksanakan. Flowchart ini menunjukkan setiap langkah program atau prosedur dalam urutan yang tepat saat terjadi. Programmer menggunakan flowchart program untuk menggambarkan urutan instruksi dari program komputer. Analis Sistem menggunakan flowchart program untuk menggambarkan urutan tugas-tugas pekerjaan dalam suatu prosedur atau operasi.
          
       5. Flowchart Proses (process flowchart)
       Flowchart Proses merupakan teknik penggambaran rekayasa industrial yang memecah dan menganalisis langkah-langkah selanjutnya dalam suatu prosedur atau sistem.

 3. Aplikasi Online Bernuansa Psikologi
     Intelegent Quotient Test Online (Aplikasi Tes IQ)
     A. Pengertian  tentang IQ (Intelegent Quotient)
       IQ adalah angka yang mana menjelaskan tingkat kecerdasan seseorang yang dibandingkan dengan sesamanya dalam satu populasi. Ketika IQ adalah sebuah rasio dari umur secara mental dibagi umur secara fisik dan dikalikan dengan angka 100. Umur secara mental dihitung berdasarkan dasar dari rata-rata hasil di dalam sebuah tes yang dibagi dalam setiap kategori umur.
     Fungsi IQ untuk mengukur kecerdasan dari anak-anak.

 B. Jenis-jenis dari test IQ
     1. Verbal, jenis ini menentukan tingkat kemampuan untuk menemukan konsep umum dari contoh yang disajikan: "anjing, kucing, singa = hewan", menentukan konsep yang tidak berkaitan dengan kelompok: "burung, kelinci, monyet, mobil", menemukan keteraturan dalam angka-angka: "11,12,14,17,21", memecahkan deretan angka, dan lain-lain. 

   2. Non-verbal, ini adalah tes yang didesain untuk mengukur kemampuan dalam membentuk kubus, mengorganisasikan gambar-gambar dari waktu tertentu dan urutan logika, membangun bentuk-bentuk dari bagian-bagian tertentu, dan lain-lain. Beberapa tes ini sering kali ditujukan untuk menjelajahi pikiran abstrak anda, atau yang kompleks maupun yang mendetail.

 2. Konseling Online
     A. Pengertian Konseling
      Istilah konseling pertama kali digunakan oleh Frank Parsons pada tahun 1908 saat ia melakukan konseling karier. Konseling  adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh seorang ahli konselor kepada individu yang mengalami sesuatu masalah dan untuk membantu mengatasi masalah yang dihadapi klien.
     B. Fungsi Konseling
     1. Fungsi Pemahaman, yaitu fungsi bimbingan untuk membantu  klien agar memiliki pemahaman terhadap dirinya (potensinya) dan lingkungannya (pendidikan, pekerjaan, dan norma agama). Berdasarkan pemahaman ini, klien diharapkan mampu mengembangkan potensi dirinya secara optimal, dan menyesuaikan dirinya dengan lingkungan secara dinamis dan konstruktif.
      2. Fungsi Preventif, yaitu fungsi yang berkaitan dengan upaya konselor untuk senantiasa mengantisipasi berbagai masalah yang mungkin terjadi dan berupaya untuk mencegahnya, supaya tidak dialami oleh klien. Melalui fungsi ini, konselor memberikan bimbingan kepada klien tentang cara menghindarkan diri dari perbuatan atau kegiatan yang membahayakan dirinya.
     3. Fungsi Pengembangan, yaitu fungsi bimbingan yang sifatnya lebih proaktif dari fungsi-fungsi lainnya. Konselor senantiasa berupaya untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, yang memfasilitasi perkembangan klien. Konselor dan personel sekolah lainnya secara sinergi sebagai teamwork berkolaborasi atau bekerjasama merencanakan dan melaksanakan program bimbingan secara sistematis dan berkesinambungan dalam upaya membantu konseli mencapai tugas-tugas perkembangannya.
    4. Fungsi Penyembuhan, yaitu fungsi bimbingan yang bersifat kuratif. Fungsi ini berkaitan erat dengan upaya pemberian bantuan kepada klien yang telah mengalami masalah, baik menyangkut aspek pribadi, sosial, belajar, maupun karir. Teknik yang dapat digunakan adalah konseling, dan remedial teaching.
     5. Fungsi Penyaluran, yaitu fungsi bimbingan dalam membantu klien memilih kegiatan ekstrakurikuler, jurusan atau program studi, dan memantapkan penguasaan karir atau jabatan yang sesuai dengan minat, bakat, keahlian dan ciri-ciri kepribadian lainnya. Dalam melaksanakan fungsi ini, konselor perlu bekerja sama dengan pendidik lainnya di dalam maupun di luar lembaga pendidikan.

  C. Penerapan Konseling
    Konseling bisa dilakukan dalam berbagai bidang kehidupan, seperti di masyarakat, di dunia industri. membantu korban bencana alam, maupun di lingkungan pendidikan. Khusus pada dunia pendidikan tingkat dasar dan lanjutan di Indonesia, layanan ini biasa disebut bimbingan konseling (konseling sekolah) dan dilakukan oleh guru pembimbing(konselor sekolah).

 4. Personality Test online (Aplikasi MBTI)
     A.  Pengertian MBTI
      Tes MBTI (Myers-Briggs Type Indicator) adalah sebuah tes psikologi yang menilai kepribadian seseorang. Tes ini dibuat ketika Amerika Serikat ikut dalam Perang Dunia ke-2, yaitu ketika wanita mulai banyak memasuki dunia kerja. Awalnya, motivasi dari tes MBTI ini adalah untuk mengalokasikan SDM wanita untuk bekerja pada bidang yang sesuai. Tetapi sekarang pemnfaatan tes psikologi ini sudah begitu luas. Dalam tes ini, peserta akan diberikan sebuah kuesioner yang berisi banyak pertanyaan. Lalu, berdasarkan jawaban-jawaban dari pertanyaan itu, peserta akan dinilai tentang bagaiamana kepribadiannya.

    B. Manfaat Tes MBTI
         1. Mengetahui diri sendiri, beserta kelebihan dan kelemahannya.
         2. Mengetahui karakter orang lain, beserta kelebihan dan keurangannya.
         3. Memilih bagian dalam organisasi yang pas.
         4. Memilih karir yang pas.
         5. Melejitkan potensi diri, dan menambal kekurangan diri.

    C. Bagaimana Hasil Tes MBTI Berbicara Tentang Sifat seseorang
        Seseorang yang menjalankan tes kepribadian MBTI akan mendapatkan 4 huruf, yang setiap hurufnya akan medeskripsikan sifat mereka.

 1. Introvert dan Ekstrovert
      Ini adalah perbedaan dalam memproses rangsangan dari luar (sosial). Ekstrover selalui mencari rangsangan interaksi sosial (Energi mereka didapatkan dari interaksi sosial). Sebaliknya, introver berkurang energinya jika berinteraksi sosial. Sehingga mereka hanya berinteraksi secukupnya. Energi para introver didapatkan dengan refleksi, berpikir, berdiskusi empat mata, membaca, dan lain-lain.

 2.  Sensing dan Intuitive
      Sensing dan Intuitive adalah perbedaan dalam memproses informasi. Orang yang tipe sensing memproses informasi berdasarkan indranya. Mereka lebih mengutamakan fakta dan detail. Sebaliknya, orang yang bertipe intuitif menerima informasi secara berpola dan garis besar. Mereka cenderung mencari hubungan antar suatu fakta dibanding detail fakta sendiri.

 3. Thinking dan Feeling
        Seperti namanya, orang bertipe thinking menganalisis dan mengambil keputusan berdasarkan otaknya. Mereka mempehitungkan semua termasuk kerugian dan keuntungannya. Sebaliknya, otang bertipe feeling memasukan perasaan sebagai pertimbangan dalam mengambil keputusan.

 4. Judging dan Perceiving
        Terakhir, yaitu antara Judging dan Perceiving. Orang bertipe judging adalah orang yang terorganisir. Jika mereka membuat goal, mereka membuatnya sangat detail. Tidak hanya detail, mereka akan patuh terhadap deadline yang telah mereka buat. Berbeda dengan perceiving. Mereka lebih fleksibel terkait cara meraih suatu goal. Judging lebih mementingkan masa depan dibanding sekarang. Sedangkan, Perceiving lebih mementingkan masa sekarang dibanding masa depan.

           DAFTAR PUSTAKA

 Edward, Y. (1989). Modern Structur Analisis. Prentice: Hall Inc.
 Jogiyanto. (1990). Analisis dan desain system informasi. Andi off set. Yogyakarta
 Sabariah, M. K. (2010). Prinsip Perancangan Antarmuka. Bandung.
 Santoso, I. (2010). Interaksi Manusia dan Komputer. Yogyakarta. Andi off set.
 Suteja, B. R, Agus H. (2008) User Interface Design for e-Learning System. Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi.
Tavri, D,. dan Mahyusir. (1989). Analisa Perancangan Sistem Pengolahan data. PT Elex Media Komputindo.

 Zakaria, T. M,. & Prijono, A. (2007). Interaksi Manusia dan Komputer. Graha Ilmu.

Kamis, 22 Desember 2016

Sejarah Artificial Intelligence 

     Artificial intelligence adalah inovasi baru di bidang ilmu pengetahuan. Artificial intelligence sebenarnya muncul dan mulai diyakini keberadaannya pertama kali pada kisah mitologi yunani dan peradaban mesir kuno dan ada sejak muncul komputer modern, yaitu pada tahun 1940 dan 1950. Ilmu pengetahuan komputer ini dikhususkan dalam perancangan otomatisasi tingkah laku cerdas dalam sistem kecerdasan  komputer.
     Sekitaran akhir tahun 1970 dan 1980-an, mulailah dikembangkan secara penuh dan hasilnya berangsur-angsur dipublikasikan. Permasalahan di dalam kecerdasan buatan akan selalu bertambah dan berkembang seiring dengan perkembangan zaman dalam setiap aspek kehidupan manusia, yang membawa persoalan-persoalan yang semakin bermacam-macam pula. Program kecerdasan buatan lebih sederhana dalam pemakaiannya, sehingga banyak membantu penggunanya. Program konvensional dijalankan secara prosedural dan kaku, rangkaian tahap solusinya sudah didefinisikan secara tepat oleh pemrogramnya. Dan program ini di lakukan menggunakan pendekatan trial and error, mirip dengan apa yang dilakukan oleh manusia.
      Artificial Intelligence merupakan suatu sistem yang membuat mesin secerdas manusia. Untuk itu, sistem ini harus berpedoman pada sistem kognisi manusia, yaitu cara berpikir manusia, cara manusia bernalar, mengenali suatu stimulus, memecahkan masalah, mengingat, dan mengambil keputusan serta merespon dan bertindak. Dengan demikian para peneliti ilmu ini dapat membuat suatu sistem, aplikasi, atau program yang dapat melakukan pekerjaan-pekerjaan manusia dengan lebih baik, menggunakan perangkat mesin yang canggih untuk mempermudah pekerjaan manusia dikehidupan nyata.

Hubungan antara Artificial Intelligence dan Kognisi Manusia
    Artificial intelligence adalah kemampuan dari sebuah komputer untuk berpikir seperti manusia bahkan lebih baik dari pada manusia atau Artificial intelligence adalah salah satu bagian ilmu komputer yang membuat agar mesin (komputer) dapat melakukan pekerjaan seperti dan sebaik yang dilakukan oleh manusia. 
       Kognisi adalah kepercayaan seseorang tentang sesuatu yang didapatkan dari proses berpikir tentang seseorang atau sesuatu. Kognisi dapat pula diartikan sebagai pemahaman terhadap pengetahuan atau kemampuan untuk memperoleh pengetahuan. Proses yang dilakukan adalah memperoleh pengetahuan dan memanipulasi pengetahuan melalui aktivitas mengingat, menganalisis, memahami, menilai, menalar, membayangkan dan berbahasa. Kapasitas atau kemampuan kognisi biasa diartikan sebagai kecerdasan atau inteligensi. Bidang ilmu yang mempelajari kognisi beragam, di antaranya adalah psikologi, filsafat, komunikasi, neurosains, serta kecerdasan buatan. 
      Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence merupakan salah satu bagian ilmu komputer yang membuat agar mesin (komputer) dapat melakukan pekerjaan seperti dan sebaik yang dilakukan manusia. Pada awal diciptakannya, komputer hanya difungsikan sebagai alat hitung saja. Namun seiring dengan perkembangan jaman, maka peran komputer semakin mendominasi kehidupan umat manusia. Komputer tidak lagi hanya digunakan sebagai alat hitung, lebih dari itu, komputer diharapkan untuk dapat diberdayakan untuk mengerjakan sesuatu yang bisa dikerjakan oleh manusia.
      Manusia bisa menjadi pandai dalam menyelesaikan segala permasalahan di dunia ini karena manusia mempunyai pengetahuan dan pengalaman. Pengetahuan diperoleh dari cara mempelajarinya. Semakin banyak bekal pengetahuan yang dimiliki oleh seseorang tentu saja diharapkan akan lebih mampu dalam menyelesaikan permasalahan. Namun bekal pengetahuan saja tidak cukup, manusia juga diberi akal untuk melakukan penalaran, mengambil kesimpulan berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang mereka miliki. Tanpa memiliki kemampuan untuk menalar dengan baik, manusia dengan segudang pengalaman dan pengetahuan tidak akan dapat menyelesaikan masalah dengan baik. Demikian juga dengan kemampuan menalar yang sangat baik, namun tanpa dibekali pengetahuan dan pengalaman yang memadai, manusia juga tidak akan bisa menyelesaikan masalah dengan baik. Dengan adanya kecerdasan buatan, diharapkan tidak menutup kemungkinan hanya dengan data pengetahuan yang terbatas, sebuah komputer dapat berpikir seperti manusia dalam menghadapi masalah.


Artificial Intelligence dan Expert System (Sistem Pakar) (Eliza, Parry, dan Nettalk)
Apakah Expert System (Sistem Pakar) itu?
        Expert System merupakan sebuah sistem berbasis komputer yang menggunakan pengetahuan, fakta dan teknik penalaran yang dimiliki manusia sebagai pakar yang tersimpan di dalam komputer, dan digunakan untuk menyelesaikan masalah yang lazimnya memerlukan pakar tertentu.

Konsep Dasar Expert System
        Mencakup beberapa persoalan mendasar, antara lain siapa yang disebut pakar, apa yang dimaksud dengan keahlian, bagaimana keahlian dapat ditransfer, dan bagaimana sistem bekerja.

Ciri-ciri Expert System
        Memiliki informasi yang handal, mudah dimodifikasi, heuristic dalam menggunakan pengetahuan (yang sering kali tidak sempurna) untuk mendapatkan penyelesaiannya, dapat digunakan dalam berbagai jenis komputer dan memiliki kemampuan untuk beradaptasi.

Struktur Expert System
        Turban, (1995) mengatakan bahwa Expert System disusun oleh dua bagian utama, yaitu lingkungan pengembangan dan lingkungan konsultasi. Lingkungan pengembangan sistem pakar digunakan untuk memasukkan pengetahuan pakar ke dalam lingkungan sistem pakar, sedangkan lingkungan konsultasi digunakan oleh pengguna yang bukan pakar guna memperoleh pengetahuan pakar. Ada tiga komponen utama yang tampak secara virtual disetiap sistem pakar adalah basis pengetahuan, mesin inferensi, dan antar muka pemakai.

Beberapa Kemampuan Expert System
1. Expert system dapat menjawab berbagai pertanyaan yang menyangkut bidang keahliannya.
2. Bila diperlukan dapat menyajikan asumsi dan alur penalaran yang digunakan untuk sampai ke jawaban yang dikehendaki.
3. Menambah fakta kaidah dan alur penalaran sahih yang baru ke dalam otaknya.

Kelebihan Expert System
1.  Orang awam bisa menggunakannya.
2.  Melestarikan keahlian seorang pakar.
3.  Mampu beroperasi dalam lingkungan yang berbahaya.
4.  Kemampuan dalam mengakses pengetahuan
5.  Bisa berkerja dalam informasi yang tidak lengkap
6.  Media pelengkap dalam penelitian
7.  Menghemat waktu dalam mengambil suatu ke putusan
8.  Proses secara otomatis
9.  Keahlian sama dengan seorang pakar
10. Produktifitas

Kekurangan Expert System
1. Biaya yang sangat mahal membuat dan memeliharanya
2. Sulit di kembangkan karena keterbatasan keahlian dan ketersediaan pakar
3. Sistem pakar tidak 100% bernilai benar

Jenis-Jenis Expert System
Interpretasi     : Menghasilkan deskripsi situasi berdasarkan data sensor.
Prediksi          : Memperkirakan akibat yang mungkin dari situasi yang diberikan.
Diagnosis        : Menyimpulkan kesalahan sistem berdasarkan gejala (symptoms).
Disain             : Menyusun objek-objek berdasarkan kendala.
Planning          : Merencanakan tindakan
Monitoring      : Membandingkan hasil pengamatan dengan proses perencanaan.
Debugging      : Menentukan penyelesaian dari kesalahan sistem.
Reparasi          : Melaksanakan rencana perbaikan.
Instruction       : Diagnosis, debugging, dan reparasi kelakuan pelajar.
Control           : Diagnosis, debugging, dan reparasi kelakuan sistem.

Beberapa contoh Expert System
1. MYCIN              : Diagnosa penyakit
2. DENDRAL         : Mengidentifikasi struktur molekular campuran yang tak dikenal
3. XCON & XSEL : Membantu konfigurasi sistem komputer besar
4. SOPHIE             : Analisis sirkit elektronik
5. Prospector         : Digunakan di dalam geologi untuk membantu mencari dan menemukan deposit
6. FOLIO               : Menbantu memberikan keutusan bagi seorang manajer dalam hal stok broker dan investasi
7. DELTA               : Pemeliharaan lokomotif listrik disel

Beberapa Program AI (1956 – 1966)
1. Logic Theorist, diperkenalkan pada Dartmouth Conference, dapat mengetahui kalimat sederhana yang ditulis dalam bahasa Inggris dan mampu memberikan jawaban berdasarkan fakta yang didengar dalam sebuah percakapan. 
2. Eliza diprogram Joseph Weizenbaum (1967), mampu memberi terapi terhadap pasien dengan memberikan beberapa pertanyaan. Salah satu sistem pakar yang paling awal dikembangkan. Ini adalah program komputer yang dibuat oleh Joseph Weizenbaum di MIT. Pengguna berkomunikasi dengannya sebagaimana sedang berkonsultasi dengan seorang terapis.
3. Parry adalah Expert System yang juga paling awal dikembangkan di StanfordUniversity.oleh seorang psikiater, Kenneth Colby, yang mensimulasikan seorang paranoid. Berikut ini contoh respon Parry terhadap pertanyaan seorang psikiater yang menginterviewnya. mensimulasikan seorang pasien, dan menyebut program ini PARRY, karena ia mesimulasikan seorang pasian paranoid. Mereka memilih seorang paranoid sebagai subyek karena beberapa teori menyebutkan bahwa proses dan sistem paranoia memanga ada, perbedaan respon psikotis dan respon normalnya cukup hebat, dan mereka bisa menggunakan penilaian dari seorang ahli untuk mengecek keakuratan dari kemampuan pemisahan antara respon simulasi  komputer dan respon manusia.
4. Nettalk adalah program berdasarkan jaringan-jaringan neuron, dikembangkan oleh Terry Sejnowski : jaringan neural berisi lapisan tersembunyi yang berkorespondensi dengan interneuron.
Eliza, Prry dan Nettalk adalah beberapa contoh dari chatterbot. Chatterbot merupakan sebuah program komputer yang dirancang untuk menstimulasi percakapan intelektual dengan satu atau lebih manusia secara audio maupun teks. Chatterbot dikategorikan sebagai kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence, yang dimanfaatkan untuk tujuan praktis seperti bantuan online, layanan personal, atau diskusi informasi, dalam hal ini dapat dilihat fungsi program sebagai suatu jenis agen percakapan.

Persamaan
Sama-sama dapat mencapai hasil yang maksimal dalam memecahkan masalah.
Perbedaan
Expert system (sistem pakar) mengacu pada si pembuatnya atau seseorang yang ahli dalam suatu bidangnya atau mengacu pada si perancang itu sendiri sebagai objek dalam menyiapkan suatu sistem guna mendapatkan hasil yang maksimal, sedangkan AI mengacu pada jalur atau langkah yang berorientasi pada hardware guna mencapai yang maksimal.

SUMBER       :
Kusum, D, S. (2003). Artificial Intelligence (Teknik dan Aplikasinya). Yogyakarta: Graha Ilmu.
Kusrini. (2006). Sistem pakar, teori dan aplikasi. Andi: Yogyakarta. Pertemuan 1. Pengantar kecerdasan           buatan.
Russel, S,. dan Norvigm, P : Artificial Intelligence : A modern Approach. Prentice Hall, Second Edition.
Solso. R. L,. Machlin O.H & Machlin, M. K. (2007). Psikologi Kognitif. Terjemahan : Rahardanto. M.             & Batuadji. K. Jakarta : Erlangga.
Solso,. dan  Robert L. (2009).  Psikologi Kognitif. Jakarta : Erlangga.

Selasa, 25 Oktober 2016

Lingkup dari CBSI

Lingkup dari CBSI

1. Hirarki data  

     Data harus disusun secara teratur agar pengolahannya dapat dilakukan dengan baik dan efisien. Pengorganisasian data dapat dibagi dalam enam tingkatan, yaitu:
a. Bit adalah suatu sistem angka biner yang terdiri atas dua macam nilai saja, 0 dan 1. Sistem angka biner merupakan dasar-dasar yang dapat digunakan untuk komunikasi antara manusia dan mesin (komputer) yang merupakan sekumpulan komponen elektronik dan hanya dapat membedakan dua keadaan saja (on  dan off), jadi bit adalah unit terkecil dari pembentuk data.
b. Byte/character adalah bagian terkecil yang dapat dialamatkan dalam memori.  Byte merupakan sekumpulan bit yang secara konvensional terdiri atas kombinasi delapan bit. Satu byte digunakan untuk mengkodekan satu buah karakter dalam memori.
c. Field atau kolom adalah unit terkecil yang disebut data. Field merupakan sekumpulan byte yang mempunyai makna.
d. Record atau baris adalah kumpulan item yang secara logis saling berhubungan. Setiap record dapat dikenali oleh sesuatu yang mengenalinya, yaitu field kunci.
e. File atau tabel adalah kumpulan record yang sejenis dan secara logis berhubungan.Pembuatan dan pemeliharaan file adalah faktor yang sangat penting dalam sistem informasi manajemen yang memakai komputer, jadi tabel ibarat kumpulan baris/record yang membentuk satu tabel yang berarti.
f. Database merupakan kumpulan file-file yang berhubungan secara logis dan digunakan secara rutin pada operasi-operasi sistem informasi manjamen. Semua database umumnya berisi eleme-elemen data yang disusun ke dalam file-file yang diorganisasikan berdasarkan sebuah skema atau struktur tertentu tersimpan dihardware komputer dan dengan software untuk melakukan manipulasi data serta kegunaan tertentu. Jadi, suatu database adalah menunjukkan suatu kumpulan tabel yang dipakai dalam suatu lingkup perusahaan atau instansi untuk tujuan tertentu. Contoh suatu database adalah database akademik yang berisi file-file: mahasiswa, dosen, kurikulum, dan jadwal yang diperlukan untuk mendukung operasi sistem informasi akademik. Contoh database sederhana sebagai berikut

2. Pemrosesan data
a. Batch
     Proses pembaruan secara periodik atas data yang disimpan tentang sumber daya dan pelaku yang terlibat, dinamakan proses batch; proses pembaruan yang dilakukan secara langsung setelah terjadinya transaksi, dinamakan proses online atau real time. Proses batch adalah metode warisan yang terus dipergunakan untuk beberapa aplikasi, seperti penggajian, yang memang dilakukan setiap periode tertentu saja. Kelemahan yang nyata terlihat dari proses batch ini adalah data yang terakhir dan akurat hanya setelah proses pembaruan secara batch.  Oleh sebab itu, banyak perusahaan yang beralih ke proses online, real time untuk sebagian besar aplikasinya. Entry data secara online lebih akurat daripada proses pembaruan secara batch, karena sistem dapat menolak entry data yang tidak lengkap atau salah, dan karena data dimasukkan saat terjadinya transaksi, maka kesalahan dapat dengan mudah diperbaiki. Proses real time memastikan bahwa informasi yang disimpan selalu informasi terkini, hingga dapat meningkatkan kegunaan informasi dalam pengambilan keputusan.
    Bahkan, banyak perusahaan yang sekarang mempergunakan proses online, real time karena keunggulan kompetitif yang ditawarkannya. Sebagai contoh, beberapa tahun yang lalu Federal Express memperbarui pernyataan misinya dengan memasukkan kata-kata “Pengendalian yang formal atas tiap paket akan dipertahankan dengan cara memakai sistem pelacakan dan penelusuran real timesecara elektronis.” Sistem online real time perusahaan tersebut dapat memberitahukan dengan tepat lokasi setiap paket dan memperkirakan waktu kedatangannya. Federal Express juga memberi para pelanggannya software yang memungkinkan mereka melacak bingkisan mereka sendiri.

b. Online
    Pemrosesan secara online adalah sebuah sistem yang mengaktifkan semua periferal sebagai pemasok data, dalam kendali komputer induk. Informasi-informasi yang muncul merupakan refleksi dari kondisi data yang paling mutakhir, karena setiap perkembangan data baru akan terus diupdatekan ke data induk. Salah satu contoh penggunaan online processing adalah transaksi online. Dalam sistem pengolahanonline, transaksi secara individual dientri melalui peralatan terminal, divalidasi dan digunakan untuk meng-update dengan segera file komputer. Hasil pengolahan ini kemudian tersedia segera untuk permintaan keterangan atau laporan.

c. Real time
     Salah satu bentuk sistem operasi untuk keperluan khusus adalah sistem real time. Sistem real time digunakan bila terdapat kebutuhan keteptan waktu pada operasi prosessor atau aliran data sehingga sering digunakan untuk perangkat kontrol pada suatu aplikasi seperti mengontrol percobaan keilmuan, sistem medical imaging, sistem kontrol industri dan beberapa sistem display. Pada sistem real timeharus didefinisikan batasan waktu yang tetap. Pemrosesan harus dikerjakan dalam waktu tertentu atau sistem akan gagal.  Sebagai contoh, jika lengan robot tidak diinstruksikan untuk berhenti segera maka dapat merusak robot tersebut.
     Terdapat dua bentuk sistem real time.  Sistem hard real time menjamin tugas kritis diselesaikan tepat waktu.  Pada sistem ini penyimpan sekunder terbatas atau tidak digunakan, data langsung dikirim ke memory atau read-only memory (ROM) dalam waktu singkat.  Pada sistem hard real time terjadi konflik pada sistem time sharing dan tidak didukung oleh sistem operasi tujuan umum.             Bentuk lainnya adalahsoft real time dimana tugas kritis mendapatkan prioritas lebih tinggi dari tugas lain dan setelah satu task selesai maka task berprioritas ini akan diselesaikan.  Sistem ini terbatas pada industri pengontrol robot. Sangat berguna pada aplikasi multimedia dan virtual rality yang membutuhkan fitur sistem operasi tertentu.

3. Penyimpanan data
a. DASD (diret access storage device)
     Dalam pengambilan data tertentu tidak perlu dicari dari awal, tetapi bisa langsung ke data yang dituju. Data disimpan dalam karakter atau blok, proses penulisannya dapat dilakukan berkali-kali. Oleh karena itu prosesnya lebih cepat dibandingkan SASD. Contohnya harddisk, floppy disk.

b. SASD (Sequential access storage device)
Prosesnya lambat karena untuk mencari data tertentu harus selalu dimulai dari awal. Data disimpan dalam bentuk blok, proses penulisan hanya bisa dilakukan satu kali. Sudah jarang dipakai dan umumnya hanya untuk backup data. Contohnya magnetic tape.

Sumber : 

Ukar, K. (2006). Student Guide Series Pengenalan Komputer. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo.
Djahir, Y, & Pratita, D, (2014). Bahan Ajar Sistem Informasi Manajemen. Yogyakarta : Deepublish
Gaol, J. L. (2008). Sistem Informasi  Manajemen. Jakarta : PT. Grasindo
Suyanto, M. (2005). Pengantar teknologi informasi untuk bisnis. Yogyakarta: Andi Offset

Evolusi CBIS

Evolusi CBIS


   Perkembangan aplikasi atau program-program komputer yang sengaja dirancang untuk memberi kemudahan suatu manajemen dan  memudahakan dalam pengolahan data atau informasi yang semakin pesat ini. Aplikasis sistem komputer berkembang dan sering berjalannya waktu maka setiap bidang pekerjaan sangatlah membutuhkan akan sistem infromasi yang baik untuk digunakan Saliman (2000).


Evolusi CBIS

1. Berfokus pada data atau EDP (Electronic Data Processing)/SIA (Sistem Informasi Akuntansi)

     Menurut Jogianto (1999) pengolahan data Elektronik atau EDP merupakan manipulasi data kedalam suatu bentuk yang lebih berarti dan berupa suatu informasi dengan mengunakan suatu alat elektronik, yaitu komputer. Sementara itu menrut  Bodnar dan Hoopwood (2000) Sistem Informasi Akuntansi adalah  kesatuan sumber daya manusia dan modal dalam suatu organisasi yang bertugas untuk menyiapkan informasi keuangan dan juga informasi yang diperoleh dari kegiatan pengumpulan dan pengolahan data.

Profil dan sejarah EDP atau SIA

   Pada awalnya hanya disebut EDP atau pengolahan data elektronik namun kemudian berubah menjadi data processing dan data sistem informasi akuntansi atau yang disingkat  (SIA), merupakan peralatan dan program yang digabungkan menjadi suatu instalasi Komputer yang lengkap atau kumpulan program dan prosedur yang berhubungan untuk melaksanakan suatu tugas-tugas tertentu yang berbasis computer (Hall, 2001). Pada sistem ini yang hanya berfokus pada data transaksi digunakan untuk menghimpun, menympan dan meproses data serta mengendalikan keputusan yang merupakan data transaksi 

  Manfaat

   Adhitya (dalam Artana, 2007) mengulas akan manfaat dan efektivitas  dari Elektronik data processing yaitu bermanfaat bagi perusahaan dalam meberikan atau menyusu informasi secara cepat dan tepat, den membantu mengolah data dalam jumlah yang banyak serta meningaktkn efisiensi, efektivitas dankecepatan pelayanan terhdapa suatu institusi bisnis dalam memenuhi kebutuhan pelangan. Maka dengan adanya sistem EDP secara signifikan dan berkesinambungan telah merubah fugsi akuntan didalam suatu perusahan. Sebelum adanya sistem Komputer akuntan harus memproses  data secara manual. Contohnya seorang akuntan di bank Luhur maka akuntan rersbut harus mencatat semua transaksi kedalam jurnal, buku besar lalu ke ledger kemudia memposting dan menyiapkan laporan keuangan. Selain itu jika aktivitas di perusahaan tersebut melakukan ribuan transaksi dalam sehari bisa dibayangkan berapa banyak akuntan yang harus lembur setiap hari.

   Adapun Tugas dasar dari SIA yaitu :

 Untuk Pengumpulan data

Manipulasi data pengklasifikasian, penyortiran,  perhitungan, penghitisaran   

Untuk penyimpan dokumen

Untuk penyimpanan data.


2. Berfokus pada Informasi / SIM (Sistem Informasi manajemen)

Definsi Sistem Informasi Manajemen

Sistem Informasi manajemen digambarkan sebagai  sebuah bangunan piramida dimana lapisan dasarnya terdiri dari informasi, penjelasan transaksi, penjelasan status, dan sebagainya. Sementara itu menurut Gordon B. Davis, SIM atau sistem informasi manajemen merupakan sebuah integrasi manusia dan mesin guna menyediakan informasi untuk mendukung fungsi operasional manajemen  dan pengambilan keputusan pada suatu organisasi.  Jadi daapt dikatakan bahwa Sistem informasi manajemen merupakan sebuah sistem manusia/mesin yang terpadu (intregeted) untuk menyajikan informasi guna mendukung fungsi operasi, manajemen, dan pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi.


Konsep dasar dan manfaat Sistem Informasi Manjemen

1. Data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya dalam hal ini manajemen perusahaan.

2. Sesuatu yang nyata yang dapat mengurangi derajat  ketidakpastian tentang suatu keadaan atau kejadian dalam suatu manajemen perusahaan.

3. Bentuk data terorganisir dan dapat membantu dalam hal pengambilan keputusan sesuai dengan company goal. 

4. Mengidentifikasi kebutuhan dan mejamin ketersediannya kualitas manajemen dan sebagai perencanaan dan pemeliharaan suatu sistem manajemen perusahaan.

5. Fungsi dan pemanfaatan dari sistem informasi manajemen juga untuk pengendalian manajemen yang diperlukan dalam mengukur, memutuskan tindakan pengendalian, merumuskan aturan keputusan baru untuk diterapkan personalia operasional, dan mengalokasi sumber daya seperti merencanakan pekerjaan, melihat sebab-sebab penympangan dan analisis dan prediksi keputusan dan tindakan. sementara itu Tujuan dari Sistem informasi manajemen adalah untuk memenuhi kebutuhan informasi umum semua manajer dalam perusahaan sub unit organisasional perusahaa.

Elemen-elemen Sistem Informasi Manajemen (SIM)

1. Hardwere
2. Softwere
3. Data base
4. Program prosedur
5. Data base
6. Mode

3. Sistem Informasi Berfokus pada Komunikasi

     Sistem ini merupakan semua sistem elektronik formal dan informal terutama yang berkaitan dengan komunikasi informasi suatu program yaitu Office automative untuk memberikan kemudahan dalam berkomunikasi dan untuk meningkatkan produktivit diantara manajer dengan atasan serta manajer dengan staf dengan mengnakan media elektronik contoh pengunaan Teleconfrence, dan email. Office otomatis dibuat untuk tujuan meminimalisir adanya biayadi karenakan keterbatasan ruang dan waktu dalam berkomunikasi dan untuk memecahkan masalah kelompok (problem grop) serta sebagai pelengakap akan penyedian sistem informasi yang menunjang. Disisi lain menurut Oke (2009), Office automative terdiri dari  suatu kegiatan atau proses-proses secara otomatis yang dilakukan pada komputer dalam melakukan tugas sehari-hari. Contoh-contoh Aplikasi otomatis kantor (Office Automative)

1. Word processing
2. Email
3. Audio and video Confrence
4. Facsimile tranmission
5. Video text
6. Voice mail
7. Computer confrence,dekstop Pub, etc.

4. Berfokus pada konsultasi, contohnya expert system (sistem pakar)

    Menurut Durkin(dalam Arhami, 2005) mengatakan bahwa sistem pakar (expert system) adalah “suatu program komputer yang dirancang untuk memodelkan kemampuan penyelesaian masalah yang dilakukan oleh seorang pakar. Sementara itu Sistem pakar atau expert system merupakan representasi dari pengetahuan yang mengambarkancara seorang ahli dalam menyingkapi suatu masalah. Komponen sistem pakar 1. User Interface (antar muka atau penguna) : Memungkinkan pemakai atau penguna untuk berinteraksi, menerima informasi dengan sistem pakar. 2. Knowledge Base (berbasis pengetahuan) : Dapat menyimpan pengetahuan yang digunakan untuk memecahkan masalah tertentu. 3.  Interface Engine : memberikan kemampuan penalaran yang menginterpretasikan isi dari knowledge base. 4.  Development Engine : biasanya digunakan oleh ahli atau para analisis sistemuntuk perkembangan sistem pakar. 

Keungulan dari sistem pakar menurut Arhami (2004)
      Keungulan dari sistem pakar yaitu, Menghimpun data dalam jumlah yang besar. Menyimpan data tersebut dalam waktu yang lama. Mengerjakan perhitungan secara cepat dan tepat dan dengan mudah melakukan pencarian data yang telah tersimpan kembali. Kemampuan sistem pakar yaitu, Menjawab berbagai pertanyaan yang menyangkut bidang keahliannya, Menambah fakta kaidah dan alur penalaran yang baru ke dalam otaknya, Menyajikan asumsi dan alur pena;laran yang jelas sesuai kebutuhan. 
Ciri-ciri Sistem pakar yaitu, Mudah dimodifikasi, Memiliki informasi yang handal dan baik dalam menampilkan langkah-langkah dan memberikan jawaban, Bersifat Heuristik dala pengunaan pengetahuan, Dapat digunakan dalam berbagai jenis komputer.
  

Sumber 

Widyatama.  Artana. I. Y (2007). Analisis sistem informasi akuntansi penjualan berbasis pengolahan data elektronik. Denpasar: Universitas Widyatama. 
Fatta, H.A. (2007). Analisis dan perancangan sistem informasi: untuk keunggulan bersaing perusahaan dan organisasi modern. Yogyakarta: Andi. 
Jogiyanto, H. (1999) Analisis dan desain sistem informasi pendekatan terstuktur teori dan praktek aplikasi bisnis. Yogyakarta: ANDI. 
Kusumadewi, S. (2003). Artificial Intelligence (Teknik dan Aplikasinya). Graha Ilmu 
Saliman (2012) Sistem Informasi berbasis Komputer (CBIS) Yogyakarta: Universits negeri Yogyakarta

Computer Based Information System (CBIS)

     Computer Based Information System (CBIS) merupakan sistem pengolahan suatu data menjadi sebuah informasi yang berkualitas dan dapat dipergunakan sebagai alat bantu yang mendukung pengambilan keputusan, koordinasi dan pemegang kendali serta visualisasi dan analisis. Beberapa istilah yang terkait dengan CBIS antara lain adalah data, informasi, sistem, sistem informasi dan basis komputer. 
     Informasi disajikan dalam bentuk lisan maupun tertulis oleh suatu pengolah informasi. Pada bagian pengolahan dengan komputer terdiri dari lima bidang yakni SIA, SIM, DSS, kantor virtual dan sistem berbasis pengetahuan. Hal tersebut dinamakan dengan sistem informasi berbasis komputer (komputer based information sistem).

1. Pengertian
      Menurut Laudon dan Laudon (2008), CBIS adalah sistem informasi berbasis komputer untuk pemrosesan dan penyebaran informasi yang mengandalkan peranti keras dan lunak komputer.
Menurut Stair (dalam Fatta,2007)  menjelaskan bahwa sistem informasi berbasis komputer (CBIS) dalam suatu organisasi terdiri dari komponen-komponen berikut:
a. Perangkat keras, yaitu perangkat keras komponen untuk melengkapi kegiatan memasukkan data, memproses data, dan keluaran data.
b.  Perangkat lunak, yaitu program dan instruksi yang diberikan ke komputer.
c. Database yaitu kumpulan data dan informasi yang diorganisasikan sedemikian rupa sehinga mudah diakses pengguna sistem informasi.
d. Telekomunikasi, yaitu komunikasi yang menghubungkan antara pengguna sistem dengan sistem komputer secara bersama-sama ke dalam suatu jaringan kerja yang efektif.
     Menurut Umar (2005), CBIS merupakan evolusi sistem informasi yang berbasiskan komputer yang tahapannya memperlihatkan  perkembangan kemajuan teknologi sistem informasi sekaligus pemanfaatannya oleh orang-orang yang berkepentingan dalam perusahaan.

2. Sistem informasi berbasis computer memiliki serangkaian sub di antaranya :
A. Sistem Informasi Akuntansi :
Sistem informasi akuntansi adalah sistem informasi yang menjadi acuan dalam sistem informasi formal lainnya, seperti sumber daya manusia, keuangan, pemasaran, peralatan, catatan-catatan dan laporan guna memberikan informasi pada suatu perusahaan (Wilkinson, Baridwan & Mulyadi).

Fungsi penting yang dibentuk SIA pada sebuah organisasi antara lain :
Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.
Memproses data menjadi into informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan. 
Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.

B. Sistem Informasi Manajemen
Sistem Informasi Manajemen (SIM) adalah sistem informasi berbasis computer yang menyediakan informasi untuk mendukung kebutuhan manajemen (Febrian, McLeod & Schell). Meskipun demikian, masih dalam buku yang sama dinyatakan bahwa MIS adalah kumpulan manusia dan sumber daya di dalam sebuah organisasi yang bertanggung jawab untuk mengumpulkan dan memproses data untuk menghasilkan informasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen dalam aktivitias perencanaan dan pengendalian.

Tujuan umum Sistem Informasi Manajemen :
Menyediakan informasi yang dipergunakan di dalam perhitungan harga pokok jasa, produk, dan tujuan lain yang diinginkan manajemen.
Menyediakan informasi yang dipergunakan dalam perencanaan, pengendalian, pengevaluasian dan perbaikan berkelanjutan.
Menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan.

C. Sistem Pendukung Keputusan (SPK)
    Sistem Pendukung Keputusan  adalah suatu sistem informasi berbasis komputer yang menghasilkan berbagai alternatif keputusan untuk membantu manajemen dalam menangani berbagai permasalahan yang terstruktur ataupun tidak terstruktur dengan menggunakan data dan model .

D. Office automation 
    Penggunaan alat elektronik untuk memudahkan komunikasi formal dan informal terutama berkaitan dengan komunikasi informasi dengan orang-orang di dalam dan di luar perusahaan untuk meningkatkan produktivitas kerja. Awalnya penggunaan office automationatau otomatisasi kantor hanya terbatas pada kalangan pabrik industry saja. Namun, saat ini penggunaanny sudah menyebar hingga kalangan perkantoran. Otomatisasi kantor dimulai pada tahun 1964, ketika IBM memasarkan mesin yang disebut Magnetic Tape / Selectric Typewriter ( MT/ST) yaitu mesin ketik yang dapat mengetik kata-kata yang telah direkam dalam pita magnetik secara otomatis.
    Office Automation (OA) System mendukung pekerjaan pada suatu perusahaan secara luas, biasanya digunakan untuk meningkatkan aliran pekerjaan dan komunikasi antar sesama pekerja, tidak peduli apakah pekerja tadi berada di satu lokasi yang sama ataupun tidak.

Tujuan dari office automation ialah :
Membantu kegiatan sekertariat dan karyawan administrasi
Menaikkan produktifitas
Membantu memfasilitasi komunikasi formal dan informal atar karyawan di dalam dan diluar organisasi
Mengurangi penghentian kerja
Pengurangan biaya peralatan

E. Sistem Pakar
Secara umum, sistem pakar (expert system) adalah sistem yang berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer, agar komputer dapat menyelesaikan masalah seperti yang biasa dilakukan oleh para ahli. Sistem pakar yang baik dirancang agar dapat menyelelasikan suatu permasalahan tertentu dengan meniru kerja dari para ahli. Dengan sistem pakar ini, orang awampun dapat menyelesaikan masalah yang cukup rumit yang sebenarnya hanya dapat diselesaikan dengan bantuan para ahli. Bagi para ahli, sistem pakar ini juga akan membantu aktivitasnya sebagai asisten yang sangat berpengalaman. 
Menurut Efraim Turban, konsep dasar sistem pakar mengandung : keahlian, ahli, pengalihan keahlian, inferensi, aturan dan kemampuan menjelaskan. Keahlian adalah suatu kelebihan penguasaan pengetahuan di bidang tertentu yang diperoleh dari pelatihan, membaca atau pengalaman.

Sumber
Djahir,Y., Pratita, P. (2014). Bahan ajar sistem informasi manajemen. Yogyakarta: Deepublish
Fatta, H. A. (2007). Analisis dan perancangan sistem informasi untuk keunggulan bersaing perusahaan dan organisasi modern. Yogyakarta: ANDI OFFSET.
Gaol, C. J. (2008). Sistem informasi manajemen. Jakarta: Grasindo
Hall, J. A. (2007). Sistem informasi akuntansi. Jakarta: Salemba

Jumat, 07 Oktober 2016

Arsitektur Komputer 

    Dalam bidang teknik komputer, arsitektur komputer adalah konsep perencanaan dan struktur pengoperasian dasar dari suatu sistem komputer. Arsitektur komputer ini merupakan rencana cetak-biru dan deskripsi fungsional dari kebutuhan bagian perangkat keras yang didesain (kecepatan proses dan sistem interkoneksinya). Dalam hal ini, implementasi perencanaan dari masing–masing bagian akan lebih difokuskan terutama, mengenai bagaimana CPU akan bekerja, dan mengenai cara pengaksesan data dan alamat dari dan ke memori cache, RAM, ROM, cakram keras, dll). Beberapa contoh dari arsitektur komputer ini adalah arsitektur von Neumann, CISC, RISC, blue Gene, dll.

     Menurut Sora (2014) arsitektur komputer dapat dikategorikan sebagai ilmu dan sekaligus sebagai suatu seni mengenai cara interkoneksi antara berbagai komponen perangkat keras atau hardware untuk dapat menciptakan sebuah komputer yang dapat memenuhi kebutuhan fungsional, kinerja, dan juga target biayanya. 

     Arsitektur komputer Syani (2012) adalah konsep perencanaan dan struktur pengoperasian dasar dari suatu sistem komputer. Arsitektur komputer ini merupakan rencana cetak-biru dan deskripsi fungsional dari kebutuhan bagian perangkat keras yang didesain (kecepatan proses dan sistem interkoneksinya).


Struktur Kognitif

    Menurut Abdulkarim (2008) struktur kognitif adalah keseluruhan pengetahuan yang dapat dijadikan landasan untuk memahami dan manfsirkan dunia dan kejadian-kejadian. Sedangkan manusia (Abdulkarim, 2005), secara kodrati merupakan makhluk monodualistis, artinya selain sebagai makhluk individu, manusia juga berperan sebagai makhluk sosial.
Dari definisi diatas, dapat dikatakan bahwa struktur kognitif manusia adalah keseluruhan pengetahuan dari makhluk monodualistis untuk memahami apa yang terjadi di dunia ini.

Komponen-komponen arsitektur komputer 

komponen komputer dibagi menjadi 4 bagian yaitu :
1. Input
Input (Masukan) Adalah perangkat keras komputer yang berfungsi sebagai alat untuk memasukan data atau perintah ke dalam komputer yang berupa signal input atau maintenance input. Di dalam sistem komputer, signal input berupa data yang dimasukkan ke dalam sistem komputer, sedangkan maintenance input berupa program yang digunakan untuk mengolah data yang dimasukkan. 
2. Pemroses 
Sebuah komponen komputer yang bekerja untuk mengolah data yang masuk kedalam komputer.
3. Penyimpanan 
Sebuah komponen komputer yang berfungsi untuk menyimpan data baik sementara atau selamanya.
4. Output 
Output (Keluaran) Adalah perangkat keras komputer yang berfungsi untuk menampilkan keluaran sebagai hasil pengolahan data. Keluaran dapat berupa hard-copy (ke kertas), soft-copy (ke monitor), ataupun berupa suara. 


Hubungan Arsitektur Komputer dan Struktur Kognisi Manusia

     Dari penjelasan dan pembahasan diatas, dapat dilihat bahwa terdapat hubungan antara arsitektur komputer dan struktur kognisi manusia. Komputer dan kognisi manusia hampir sama yaitu mampu memproses informasi. Komputer dapat memproses informasi dikarenakan oleh kognisi (otak) manusia yang mengoperasikannya. Itulah sebabnya arsitektur computer dan struktur kognisi manusia berhubungan.


Kelebihan dan Kekurangan

     Kelebihan arsitektur komputer yaitu mempermudah manusia menyelesaikan tugas dan sebagainya. Kekurangannya komputer tidak dapat berjalan tanpa ada bagian – bagian arsitektur. Sedangkan struktur kognisi manusia dijalankan oleh sendiri berbeda dengan komputer harus dioperasikan oleh manusia. Kelemahanya jika tidak diasah kognisi manusia sakan berkurang, seperti lupa dalam mengigat. Dalam Solso (2007)  menjelaskan apaun yang dialakukan komputer dengan baik ( melakukan operasi matematika dan logika dengan cepat) pada umunya tidak mempu dilakukan manusia dengan baik. Sebaliknya, apa yang mampu dilakukan manusia dengan baik ( menyusun, generalisasi, membuat kesimpulan, memahami pola-pola yang kompleks dan memiliki emosi, tidak mampu dilakukan oleh komputer.


Sumber :
http://www.solusikompi.com/2014/08/definisi-arsitektur-komputer.html#sthash.T7lAejqS.dpuf
http://www.pengertianku.net/2014/12/pengertian-arsitektur-komputer-secara-lebih-jelas.html
https://prezi.com/mtexjtmoaufh/komponen-komponen-arsitektur-komputer/
Solso, L. Robert.(2007). Psikologi Kogintif. Jakarta: Erlangga 
http://www.academia.edu/6504965/Pengertian_dan_Tujuan_ARSITEKTUR_KOMPUTER

;;

By :
Free Blog Templates