Selasa, 25 Oktober 2016

Lingkup dari CBSI

Lingkup dari CBSI

1. Hirarki data  

     Data harus disusun secara teratur agar pengolahannya dapat dilakukan dengan baik dan efisien. Pengorganisasian data dapat dibagi dalam enam tingkatan, yaitu:
a. Bit adalah suatu sistem angka biner yang terdiri atas dua macam nilai saja, 0 dan 1. Sistem angka biner merupakan dasar-dasar yang dapat digunakan untuk komunikasi antara manusia dan mesin (komputer) yang merupakan sekumpulan komponen elektronik dan hanya dapat membedakan dua keadaan saja (on  dan off), jadi bit adalah unit terkecil dari pembentuk data.
b. Byte/character adalah bagian terkecil yang dapat dialamatkan dalam memori.  Byte merupakan sekumpulan bit yang secara konvensional terdiri atas kombinasi delapan bit. Satu byte digunakan untuk mengkodekan satu buah karakter dalam memori.
c. Field atau kolom adalah unit terkecil yang disebut data. Field merupakan sekumpulan byte yang mempunyai makna.
d. Record atau baris adalah kumpulan item yang secara logis saling berhubungan. Setiap record dapat dikenali oleh sesuatu yang mengenalinya, yaitu field kunci.
e. File atau tabel adalah kumpulan record yang sejenis dan secara logis berhubungan.Pembuatan dan pemeliharaan file adalah faktor yang sangat penting dalam sistem informasi manajemen yang memakai komputer, jadi tabel ibarat kumpulan baris/record yang membentuk satu tabel yang berarti.
f. Database merupakan kumpulan file-file yang berhubungan secara logis dan digunakan secara rutin pada operasi-operasi sistem informasi manjamen. Semua database umumnya berisi eleme-elemen data yang disusun ke dalam file-file yang diorganisasikan berdasarkan sebuah skema atau struktur tertentu tersimpan dihardware komputer dan dengan software untuk melakukan manipulasi data serta kegunaan tertentu. Jadi, suatu database adalah menunjukkan suatu kumpulan tabel yang dipakai dalam suatu lingkup perusahaan atau instansi untuk tujuan tertentu. Contoh suatu database adalah database akademik yang berisi file-file: mahasiswa, dosen, kurikulum, dan jadwal yang diperlukan untuk mendukung operasi sistem informasi akademik. Contoh database sederhana sebagai berikut

2. Pemrosesan data
a. Batch
     Proses pembaruan secara periodik atas data yang disimpan tentang sumber daya dan pelaku yang terlibat, dinamakan proses batch; proses pembaruan yang dilakukan secara langsung setelah terjadinya transaksi, dinamakan proses online atau real time. Proses batch adalah metode warisan yang terus dipergunakan untuk beberapa aplikasi, seperti penggajian, yang memang dilakukan setiap periode tertentu saja. Kelemahan yang nyata terlihat dari proses batch ini adalah data yang terakhir dan akurat hanya setelah proses pembaruan secara batch.  Oleh sebab itu, banyak perusahaan yang beralih ke proses online, real time untuk sebagian besar aplikasinya. Entry data secara online lebih akurat daripada proses pembaruan secara batch, karena sistem dapat menolak entry data yang tidak lengkap atau salah, dan karena data dimasukkan saat terjadinya transaksi, maka kesalahan dapat dengan mudah diperbaiki. Proses real time memastikan bahwa informasi yang disimpan selalu informasi terkini, hingga dapat meningkatkan kegunaan informasi dalam pengambilan keputusan.
    Bahkan, banyak perusahaan yang sekarang mempergunakan proses online, real time karena keunggulan kompetitif yang ditawarkannya. Sebagai contoh, beberapa tahun yang lalu Federal Express memperbarui pernyataan misinya dengan memasukkan kata-kata “Pengendalian yang formal atas tiap paket akan dipertahankan dengan cara memakai sistem pelacakan dan penelusuran real timesecara elektronis.” Sistem online real time perusahaan tersebut dapat memberitahukan dengan tepat lokasi setiap paket dan memperkirakan waktu kedatangannya. Federal Express juga memberi para pelanggannya software yang memungkinkan mereka melacak bingkisan mereka sendiri.

b. Online
    Pemrosesan secara online adalah sebuah sistem yang mengaktifkan semua periferal sebagai pemasok data, dalam kendali komputer induk. Informasi-informasi yang muncul merupakan refleksi dari kondisi data yang paling mutakhir, karena setiap perkembangan data baru akan terus diupdatekan ke data induk. Salah satu contoh penggunaan online processing adalah transaksi online. Dalam sistem pengolahanonline, transaksi secara individual dientri melalui peralatan terminal, divalidasi dan digunakan untuk meng-update dengan segera file komputer. Hasil pengolahan ini kemudian tersedia segera untuk permintaan keterangan atau laporan.

c. Real time
     Salah satu bentuk sistem operasi untuk keperluan khusus adalah sistem real time. Sistem real time digunakan bila terdapat kebutuhan keteptan waktu pada operasi prosessor atau aliran data sehingga sering digunakan untuk perangkat kontrol pada suatu aplikasi seperti mengontrol percobaan keilmuan, sistem medical imaging, sistem kontrol industri dan beberapa sistem display. Pada sistem real timeharus didefinisikan batasan waktu yang tetap. Pemrosesan harus dikerjakan dalam waktu tertentu atau sistem akan gagal.  Sebagai contoh, jika lengan robot tidak diinstruksikan untuk berhenti segera maka dapat merusak robot tersebut.
     Terdapat dua bentuk sistem real time.  Sistem hard real time menjamin tugas kritis diselesaikan tepat waktu.  Pada sistem ini penyimpan sekunder terbatas atau tidak digunakan, data langsung dikirim ke memory atau read-only memory (ROM) dalam waktu singkat.  Pada sistem hard real time terjadi konflik pada sistem time sharing dan tidak didukung oleh sistem operasi tujuan umum.             Bentuk lainnya adalahsoft real time dimana tugas kritis mendapatkan prioritas lebih tinggi dari tugas lain dan setelah satu task selesai maka task berprioritas ini akan diselesaikan.  Sistem ini terbatas pada industri pengontrol robot. Sangat berguna pada aplikasi multimedia dan virtual rality yang membutuhkan fitur sistem operasi tertentu.

3. Penyimpanan data
a. DASD (diret access storage device)
     Dalam pengambilan data tertentu tidak perlu dicari dari awal, tetapi bisa langsung ke data yang dituju. Data disimpan dalam karakter atau blok, proses penulisannya dapat dilakukan berkali-kali. Oleh karena itu prosesnya lebih cepat dibandingkan SASD. Contohnya harddisk, floppy disk.

b. SASD (Sequential access storage device)
Prosesnya lambat karena untuk mencari data tertentu harus selalu dimulai dari awal. Data disimpan dalam bentuk blok, proses penulisan hanya bisa dilakukan satu kali. Sudah jarang dipakai dan umumnya hanya untuk backup data. Contohnya magnetic tape.

Sumber : 

Ukar, K. (2006). Student Guide Series Pengenalan Komputer. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo.
Djahir, Y, & Pratita, D, (2014). Bahan Ajar Sistem Informasi Manajemen. Yogyakarta : Deepublish
Gaol, J. L. (2008). Sistem Informasi  Manajemen. Jakarta : PT. Grasindo
Suyanto, M. (2005). Pengantar teknologi informasi untuk bisnis. Yogyakarta: Andi Offset

Evolusi CBIS

Evolusi CBIS


   Perkembangan aplikasi atau program-program komputer yang sengaja dirancang untuk memberi kemudahan suatu manajemen dan  memudahakan dalam pengolahan data atau informasi yang semakin pesat ini. Aplikasis sistem komputer berkembang dan sering berjalannya waktu maka setiap bidang pekerjaan sangatlah membutuhkan akan sistem infromasi yang baik untuk digunakan Saliman (2000).


Evolusi CBIS

1. Berfokus pada data atau EDP (Electronic Data Processing)/SIA (Sistem Informasi Akuntansi)

     Menurut Jogianto (1999) pengolahan data Elektronik atau EDP merupakan manipulasi data kedalam suatu bentuk yang lebih berarti dan berupa suatu informasi dengan mengunakan suatu alat elektronik, yaitu komputer. Sementara itu menrut  Bodnar dan Hoopwood (2000) Sistem Informasi Akuntansi adalah  kesatuan sumber daya manusia dan modal dalam suatu organisasi yang bertugas untuk menyiapkan informasi keuangan dan juga informasi yang diperoleh dari kegiatan pengumpulan dan pengolahan data.

Profil dan sejarah EDP atau SIA

   Pada awalnya hanya disebut EDP atau pengolahan data elektronik namun kemudian berubah menjadi data processing dan data sistem informasi akuntansi atau yang disingkat  (SIA), merupakan peralatan dan program yang digabungkan menjadi suatu instalasi Komputer yang lengkap atau kumpulan program dan prosedur yang berhubungan untuk melaksanakan suatu tugas-tugas tertentu yang berbasis computer (Hall, 2001). Pada sistem ini yang hanya berfokus pada data transaksi digunakan untuk menghimpun, menympan dan meproses data serta mengendalikan keputusan yang merupakan data transaksi 

  Manfaat

   Adhitya (dalam Artana, 2007) mengulas akan manfaat dan efektivitas  dari Elektronik data processing yaitu bermanfaat bagi perusahaan dalam meberikan atau menyusu informasi secara cepat dan tepat, den membantu mengolah data dalam jumlah yang banyak serta meningaktkn efisiensi, efektivitas dankecepatan pelayanan terhdapa suatu institusi bisnis dalam memenuhi kebutuhan pelangan. Maka dengan adanya sistem EDP secara signifikan dan berkesinambungan telah merubah fugsi akuntan didalam suatu perusahan. Sebelum adanya sistem Komputer akuntan harus memproses  data secara manual. Contohnya seorang akuntan di bank Luhur maka akuntan rersbut harus mencatat semua transaksi kedalam jurnal, buku besar lalu ke ledger kemudia memposting dan menyiapkan laporan keuangan. Selain itu jika aktivitas di perusahaan tersebut melakukan ribuan transaksi dalam sehari bisa dibayangkan berapa banyak akuntan yang harus lembur setiap hari.

   Adapun Tugas dasar dari SIA yaitu :

 Untuk Pengumpulan data

Manipulasi data pengklasifikasian, penyortiran,  perhitungan, penghitisaran   

Untuk penyimpan dokumen

Untuk penyimpanan data.


2. Berfokus pada Informasi / SIM (Sistem Informasi manajemen)

Definsi Sistem Informasi Manajemen

Sistem Informasi manajemen digambarkan sebagai  sebuah bangunan piramida dimana lapisan dasarnya terdiri dari informasi, penjelasan transaksi, penjelasan status, dan sebagainya. Sementara itu menurut Gordon B. Davis, SIM atau sistem informasi manajemen merupakan sebuah integrasi manusia dan mesin guna menyediakan informasi untuk mendukung fungsi operasional manajemen  dan pengambilan keputusan pada suatu organisasi.  Jadi daapt dikatakan bahwa Sistem informasi manajemen merupakan sebuah sistem manusia/mesin yang terpadu (intregeted) untuk menyajikan informasi guna mendukung fungsi operasi, manajemen, dan pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi.


Konsep dasar dan manfaat Sistem Informasi Manjemen

1. Data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya dalam hal ini manajemen perusahaan.

2. Sesuatu yang nyata yang dapat mengurangi derajat  ketidakpastian tentang suatu keadaan atau kejadian dalam suatu manajemen perusahaan.

3. Bentuk data terorganisir dan dapat membantu dalam hal pengambilan keputusan sesuai dengan company goal. 

4. Mengidentifikasi kebutuhan dan mejamin ketersediannya kualitas manajemen dan sebagai perencanaan dan pemeliharaan suatu sistem manajemen perusahaan.

5. Fungsi dan pemanfaatan dari sistem informasi manajemen juga untuk pengendalian manajemen yang diperlukan dalam mengukur, memutuskan tindakan pengendalian, merumuskan aturan keputusan baru untuk diterapkan personalia operasional, dan mengalokasi sumber daya seperti merencanakan pekerjaan, melihat sebab-sebab penympangan dan analisis dan prediksi keputusan dan tindakan. sementara itu Tujuan dari Sistem informasi manajemen adalah untuk memenuhi kebutuhan informasi umum semua manajer dalam perusahaan sub unit organisasional perusahaa.

Elemen-elemen Sistem Informasi Manajemen (SIM)

1. Hardwere
2. Softwere
3. Data base
4. Program prosedur
5. Data base
6. Mode

3. Sistem Informasi Berfokus pada Komunikasi

     Sistem ini merupakan semua sistem elektronik formal dan informal terutama yang berkaitan dengan komunikasi informasi suatu program yaitu Office automative untuk memberikan kemudahan dalam berkomunikasi dan untuk meningkatkan produktivit diantara manajer dengan atasan serta manajer dengan staf dengan mengnakan media elektronik contoh pengunaan Teleconfrence, dan email. Office otomatis dibuat untuk tujuan meminimalisir adanya biayadi karenakan keterbatasan ruang dan waktu dalam berkomunikasi dan untuk memecahkan masalah kelompok (problem grop) serta sebagai pelengakap akan penyedian sistem informasi yang menunjang. Disisi lain menurut Oke (2009), Office automative terdiri dari  suatu kegiatan atau proses-proses secara otomatis yang dilakukan pada komputer dalam melakukan tugas sehari-hari. Contoh-contoh Aplikasi otomatis kantor (Office Automative)

1. Word processing
2. Email
3. Audio and video Confrence
4. Facsimile tranmission
5. Video text
6. Voice mail
7. Computer confrence,dekstop Pub, etc.

4. Berfokus pada konsultasi, contohnya expert system (sistem pakar)

    Menurut Durkin(dalam Arhami, 2005) mengatakan bahwa sistem pakar (expert system) adalah “suatu program komputer yang dirancang untuk memodelkan kemampuan penyelesaian masalah yang dilakukan oleh seorang pakar. Sementara itu Sistem pakar atau expert system merupakan representasi dari pengetahuan yang mengambarkancara seorang ahli dalam menyingkapi suatu masalah. Komponen sistem pakar 1. User Interface (antar muka atau penguna) : Memungkinkan pemakai atau penguna untuk berinteraksi, menerima informasi dengan sistem pakar. 2. Knowledge Base (berbasis pengetahuan) : Dapat menyimpan pengetahuan yang digunakan untuk memecahkan masalah tertentu. 3.  Interface Engine : memberikan kemampuan penalaran yang menginterpretasikan isi dari knowledge base. 4.  Development Engine : biasanya digunakan oleh ahli atau para analisis sistemuntuk perkembangan sistem pakar. 

Keungulan dari sistem pakar menurut Arhami (2004)
      Keungulan dari sistem pakar yaitu, Menghimpun data dalam jumlah yang besar. Menyimpan data tersebut dalam waktu yang lama. Mengerjakan perhitungan secara cepat dan tepat dan dengan mudah melakukan pencarian data yang telah tersimpan kembali. Kemampuan sistem pakar yaitu, Menjawab berbagai pertanyaan yang menyangkut bidang keahliannya, Menambah fakta kaidah dan alur penalaran yang baru ke dalam otaknya, Menyajikan asumsi dan alur pena;laran yang jelas sesuai kebutuhan. 
Ciri-ciri Sistem pakar yaitu, Mudah dimodifikasi, Memiliki informasi yang handal dan baik dalam menampilkan langkah-langkah dan memberikan jawaban, Bersifat Heuristik dala pengunaan pengetahuan, Dapat digunakan dalam berbagai jenis komputer.
  

Sumber 

Widyatama.  Artana. I. Y (2007). Analisis sistem informasi akuntansi penjualan berbasis pengolahan data elektronik. Denpasar: Universitas Widyatama. 
Fatta, H.A. (2007). Analisis dan perancangan sistem informasi: untuk keunggulan bersaing perusahaan dan organisasi modern. Yogyakarta: Andi. 
Jogiyanto, H. (1999) Analisis dan desain sistem informasi pendekatan terstuktur teori dan praktek aplikasi bisnis. Yogyakarta: ANDI. 
Kusumadewi, S. (2003). Artificial Intelligence (Teknik dan Aplikasinya). Graha Ilmu 
Saliman (2012) Sistem Informasi berbasis Komputer (CBIS) Yogyakarta: Universits negeri Yogyakarta

Computer Based Information System (CBIS)

     Computer Based Information System (CBIS) merupakan sistem pengolahan suatu data menjadi sebuah informasi yang berkualitas dan dapat dipergunakan sebagai alat bantu yang mendukung pengambilan keputusan, koordinasi dan pemegang kendali serta visualisasi dan analisis. Beberapa istilah yang terkait dengan CBIS antara lain adalah data, informasi, sistem, sistem informasi dan basis komputer. 
     Informasi disajikan dalam bentuk lisan maupun tertulis oleh suatu pengolah informasi. Pada bagian pengolahan dengan komputer terdiri dari lima bidang yakni SIA, SIM, DSS, kantor virtual dan sistem berbasis pengetahuan. Hal tersebut dinamakan dengan sistem informasi berbasis komputer (komputer based information sistem).

1. Pengertian
      Menurut Laudon dan Laudon (2008), CBIS adalah sistem informasi berbasis komputer untuk pemrosesan dan penyebaran informasi yang mengandalkan peranti keras dan lunak komputer.
Menurut Stair (dalam Fatta,2007)  menjelaskan bahwa sistem informasi berbasis komputer (CBIS) dalam suatu organisasi terdiri dari komponen-komponen berikut:
a. Perangkat keras, yaitu perangkat keras komponen untuk melengkapi kegiatan memasukkan data, memproses data, dan keluaran data.
b.  Perangkat lunak, yaitu program dan instruksi yang diberikan ke komputer.
c. Database yaitu kumpulan data dan informasi yang diorganisasikan sedemikian rupa sehinga mudah diakses pengguna sistem informasi.
d. Telekomunikasi, yaitu komunikasi yang menghubungkan antara pengguna sistem dengan sistem komputer secara bersama-sama ke dalam suatu jaringan kerja yang efektif.
     Menurut Umar (2005), CBIS merupakan evolusi sistem informasi yang berbasiskan komputer yang tahapannya memperlihatkan  perkembangan kemajuan teknologi sistem informasi sekaligus pemanfaatannya oleh orang-orang yang berkepentingan dalam perusahaan.

2. Sistem informasi berbasis computer memiliki serangkaian sub di antaranya :
A. Sistem Informasi Akuntansi :
Sistem informasi akuntansi adalah sistem informasi yang menjadi acuan dalam sistem informasi formal lainnya, seperti sumber daya manusia, keuangan, pemasaran, peralatan, catatan-catatan dan laporan guna memberikan informasi pada suatu perusahaan (Wilkinson, Baridwan & Mulyadi).

Fungsi penting yang dibentuk SIA pada sebuah organisasi antara lain :
Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.
Memproses data menjadi into informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan. 
Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.

B. Sistem Informasi Manajemen
Sistem Informasi Manajemen (SIM) adalah sistem informasi berbasis computer yang menyediakan informasi untuk mendukung kebutuhan manajemen (Febrian, McLeod & Schell). Meskipun demikian, masih dalam buku yang sama dinyatakan bahwa MIS adalah kumpulan manusia dan sumber daya di dalam sebuah organisasi yang bertanggung jawab untuk mengumpulkan dan memproses data untuk menghasilkan informasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen dalam aktivitias perencanaan dan pengendalian.

Tujuan umum Sistem Informasi Manajemen :
Menyediakan informasi yang dipergunakan di dalam perhitungan harga pokok jasa, produk, dan tujuan lain yang diinginkan manajemen.
Menyediakan informasi yang dipergunakan dalam perencanaan, pengendalian, pengevaluasian dan perbaikan berkelanjutan.
Menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan.

C. Sistem Pendukung Keputusan (SPK)
    Sistem Pendukung Keputusan  adalah suatu sistem informasi berbasis komputer yang menghasilkan berbagai alternatif keputusan untuk membantu manajemen dalam menangani berbagai permasalahan yang terstruktur ataupun tidak terstruktur dengan menggunakan data dan model .

D. Office automation 
    Penggunaan alat elektronik untuk memudahkan komunikasi formal dan informal terutama berkaitan dengan komunikasi informasi dengan orang-orang di dalam dan di luar perusahaan untuk meningkatkan produktivitas kerja. Awalnya penggunaan office automationatau otomatisasi kantor hanya terbatas pada kalangan pabrik industry saja. Namun, saat ini penggunaanny sudah menyebar hingga kalangan perkantoran. Otomatisasi kantor dimulai pada tahun 1964, ketika IBM memasarkan mesin yang disebut Magnetic Tape / Selectric Typewriter ( MT/ST) yaitu mesin ketik yang dapat mengetik kata-kata yang telah direkam dalam pita magnetik secara otomatis.
    Office Automation (OA) System mendukung pekerjaan pada suatu perusahaan secara luas, biasanya digunakan untuk meningkatkan aliran pekerjaan dan komunikasi antar sesama pekerja, tidak peduli apakah pekerja tadi berada di satu lokasi yang sama ataupun tidak.

Tujuan dari office automation ialah :
Membantu kegiatan sekertariat dan karyawan administrasi
Menaikkan produktifitas
Membantu memfasilitasi komunikasi formal dan informal atar karyawan di dalam dan diluar organisasi
Mengurangi penghentian kerja
Pengurangan biaya peralatan

E. Sistem Pakar
Secara umum, sistem pakar (expert system) adalah sistem yang berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer, agar komputer dapat menyelesaikan masalah seperti yang biasa dilakukan oleh para ahli. Sistem pakar yang baik dirancang agar dapat menyelelasikan suatu permasalahan tertentu dengan meniru kerja dari para ahli. Dengan sistem pakar ini, orang awampun dapat menyelesaikan masalah yang cukup rumit yang sebenarnya hanya dapat diselesaikan dengan bantuan para ahli. Bagi para ahli, sistem pakar ini juga akan membantu aktivitasnya sebagai asisten yang sangat berpengalaman. 
Menurut Efraim Turban, konsep dasar sistem pakar mengandung : keahlian, ahli, pengalihan keahlian, inferensi, aturan dan kemampuan menjelaskan. Keahlian adalah suatu kelebihan penguasaan pengetahuan di bidang tertentu yang diperoleh dari pelatihan, membaca atau pengalaman.

Sumber
Djahir,Y., Pratita, P. (2014). Bahan ajar sistem informasi manajemen. Yogyakarta: Deepublish
Fatta, H. A. (2007). Analisis dan perancangan sistem informasi untuk keunggulan bersaing perusahaan dan organisasi modern. Yogyakarta: ANDI OFFSET.
Gaol, C. J. (2008). Sistem informasi manajemen. Jakarta: Grasindo
Hall, J. A. (2007). Sistem informasi akuntansi. Jakarta: Salemba

Jumat, 07 Oktober 2016

Arsitektur Komputer 

    Dalam bidang teknik komputer, arsitektur komputer adalah konsep perencanaan dan struktur pengoperasian dasar dari suatu sistem komputer. Arsitektur komputer ini merupakan rencana cetak-biru dan deskripsi fungsional dari kebutuhan bagian perangkat keras yang didesain (kecepatan proses dan sistem interkoneksinya). Dalam hal ini, implementasi perencanaan dari masing–masing bagian akan lebih difokuskan terutama, mengenai bagaimana CPU akan bekerja, dan mengenai cara pengaksesan data dan alamat dari dan ke memori cache, RAM, ROM, cakram keras, dll). Beberapa contoh dari arsitektur komputer ini adalah arsitektur von Neumann, CISC, RISC, blue Gene, dll.

     Menurut Sora (2014) arsitektur komputer dapat dikategorikan sebagai ilmu dan sekaligus sebagai suatu seni mengenai cara interkoneksi antara berbagai komponen perangkat keras atau hardware untuk dapat menciptakan sebuah komputer yang dapat memenuhi kebutuhan fungsional, kinerja, dan juga target biayanya. 

     Arsitektur komputer Syani (2012) adalah konsep perencanaan dan struktur pengoperasian dasar dari suatu sistem komputer. Arsitektur komputer ini merupakan rencana cetak-biru dan deskripsi fungsional dari kebutuhan bagian perangkat keras yang didesain (kecepatan proses dan sistem interkoneksinya).


Struktur Kognitif

    Menurut Abdulkarim (2008) struktur kognitif adalah keseluruhan pengetahuan yang dapat dijadikan landasan untuk memahami dan manfsirkan dunia dan kejadian-kejadian. Sedangkan manusia (Abdulkarim, 2005), secara kodrati merupakan makhluk monodualistis, artinya selain sebagai makhluk individu, manusia juga berperan sebagai makhluk sosial.
Dari definisi diatas, dapat dikatakan bahwa struktur kognitif manusia adalah keseluruhan pengetahuan dari makhluk monodualistis untuk memahami apa yang terjadi di dunia ini.

Komponen-komponen arsitektur komputer 

komponen komputer dibagi menjadi 4 bagian yaitu :
1. Input
Input (Masukan) Adalah perangkat keras komputer yang berfungsi sebagai alat untuk memasukan data atau perintah ke dalam komputer yang berupa signal input atau maintenance input. Di dalam sistem komputer, signal input berupa data yang dimasukkan ke dalam sistem komputer, sedangkan maintenance input berupa program yang digunakan untuk mengolah data yang dimasukkan. 
2. Pemroses 
Sebuah komponen komputer yang bekerja untuk mengolah data yang masuk kedalam komputer.
3. Penyimpanan 
Sebuah komponen komputer yang berfungsi untuk menyimpan data baik sementara atau selamanya.
4. Output 
Output (Keluaran) Adalah perangkat keras komputer yang berfungsi untuk menampilkan keluaran sebagai hasil pengolahan data. Keluaran dapat berupa hard-copy (ke kertas), soft-copy (ke monitor), ataupun berupa suara. 


Hubungan Arsitektur Komputer dan Struktur Kognisi Manusia

     Dari penjelasan dan pembahasan diatas, dapat dilihat bahwa terdapat hubungan antara arsitektur komputer dan struktur kognisi manusia. Komputer dan kognisi manusia hampir sama yaitu mampu memproses informasi. Komputer dapat memproses informasi dikarenakan oleh kognisi (otak) manusia yang mengoperasikannya. Itulah sebabnya arsitektur computer dan struktur kognisi manusia berhubungan.


Kelebihan dan Kekurangan

     Kelebihan arsitektur komputer yaitu mempermudah manusia menyelesaikan tugas dan sebagainya. Kekurangannya komputer tidak dapat berjalan tanpa ada bagian – bagian arsitektur. Sedangkan struktur kognisi manusia dijalankan oleh sendiri berbeda dengan komputer harus dioperasikan oleh manusia. Kelemahanya jika tidak diasah kognisi manusia sakan berkurang, seperti lupa dalam mengigat. Dalam Solso (2007)  menjelaskan apaun yang dialakukan komputer dengan baik ( melakukan operasi matematika dan logika dengan cepat) pada umunya tidak mempu dilakukan manusia dengan baik. Sebaliknya, apa yang mampu dilakukan manusia dengan baik ( menyusun, generalisasi, membuat kesimpulan, memahami pola-pola yang kompleks dan memiliki emosi, tidak mampu dilakukan oleh komputer.


Sumber :
http://www.solusikompi.com/2014/08/definisi-arsitektur-komputer.html#sthash.T7lAejqS.dpuf
http://www.pengertianku.net/2014/12/pengertian-arsitektur-komputer-secara-lebih-jelas.html
https://prezi.com/mtexjtmoaufh/komponen-komponen-arsitektur-komputer/
Solso, L. Robert.(2007). Psikologi Kogintif. Jakarta: Erlangga 
http://www.academia.edu/6504965/Pengertian_dan_Tujuan_ARSITEKTUR_KOMPUTER

Pengertian Informasi 
     Menurut Raymond Mc. leod  informasi adalah data yang telah diolah menjadi bentuk yang memiliki arti bagi si penerima dan bermanfaat bagi pengambilan keputusan saat  ini atau mendatang. Menurut Tata Sutabri, adalah data yang telah diklasifikasikan atau diolah atau diinterpretasikan untuk digunakan dalam proses pengambilan keputusan. Dan menurut Anton M. Meliono (1990), Informasi adalah data yang telah diproses untuk suatu tujuan tertentu. Tujuan tersebut adalah untuk menghasilkan sebuah keputusan. Data yang diolah menjadi bentuk yang berguna untuk membuat keputusan. Informasi berguna untuk pembuat keputusan karena informasi menurunkan ketidakpastian (atau meningkatkan pengetahuan).  

Siklus Informasi

     Secara umum informasi dapat didefinisikan  sebagai hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian yang nyata yang digunakan untuk pengambilan keputusan.
Sumber dari informasi adalah data. Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata. Data merupakan bentuk yang masih mentah, belum dapat bercerita banyak sehingga perlu diolah lebih lanjut. Data diolah melalui suatu metode untuk menghasilkan informasi. Data dapat berbentuk simbol-simbol semacam huruf, angka, bentuk suara, sinyak, gambar, dsb. Kejadian-kejadian adalah sesuatu yang terjadi pada saat tertentu. Kesatuan nyata adalah berupa suatu obyek nyata seperti tempat, benda dan orang yang betul-betul ada dan terjadi. 

Sistem Informasi
     Sistem informasi adalah sistem yang menggunakan teknologi komputer untuk mengumpulkan, memproses, menyimpan, menganalisis dan menyebarkan informasi. Kemampuan sistem informasi adalah transaksi lebih cepat dan akurat, kapasitas penyimpanan lebih besar dan akses lebih cepat, dan sebagai alat pendukung pengambilan keputusan. 

Sistem Informasi Psikologi 
     Sistem Informasi Psikologi adalah suatu sistem atau tata cara yang merupakan kombinasi dari manusia, fasilitas atau alat teknologi, media, prosedur dan pengendalian yang dimaksudkan untuk mengumpulkan, mengolah dan menyimpan data mengenai perilaku terlihat maupun tidak terlihat secara langsung serta proses mental yang terjadi pada manusia sehingga data tersebut dapat diubah menjadi informasi yang dapat digunakan untuk tujuan tertentu seperti tujuan penelitian. Contoh nyata dari pengaplikasian SIP dalam kehidupan adalah penggunaan teknologi dalam pengambilan data tes psikologi, dalam hal ini umumnya komputer (komputerisasi alat tes psikologi).

Komponen sistem informasi  :
a. Hardware (perangkat keras) berperan penting sebagai suatu media penyimpan vital bagi sistem informasi. Yang berfungsi sebagai tempat untuk menampung database atau lebih mudah dikatakan sebagai sumber data dan informasi untuk memperlancar kerja dari sistem informasi.
b. Software (perangkat lunak) berfungsi sebagai tempat untuk mengolah, menghitung dan memanipulasi data yang diambil dari hardware untuk menciptakan suatu informasi.
c. Prosedur : sekumpulan aturan yang dipakai untuk mewujudkan pemrosesan data untuk menghasilkan output
d. Basisdata : suatu pengorganisasian sekumpulan data yang saling terkait sehingga memudahkan proses pencarian informasi
e. Jaringan komputer dan komunikasi data
f.  Brainware : orang yang menggunakan, memakai ataupun mengoprasikan perangkat komputer

Fungsi dari sistem informasi
    Sistem informasi memiliki banyak peranan dalam suatu organisasi/institusi/perusahaan diantaranya adalah : turut serta dalam pelaksanaan tugas rutin, mengaitkan perencanaan, pengerjaan, dan pengendalian dalam sistem, mengkoordinasikan subsistem-subsistem, dan mengintegrasikan subsistem-subsistem yang ada. Selain mempunyai banyak peranan sistem informasi juga mempunyai kemampuan yang dimiliki diharapkan dapat meningkat produktivitas, mengurangi biaya-biaya tertentu, meningkatkan servis terhadap konsumen, dan peningkatan dalam pengambilan keputusan.

Fungsi dari sistem informasi psikologi
     Contoh nyata dari pengaplikasian Sistem informasi psikologi dalam kehidupan sehari-hari adalah penggunaan teknologi dalam pengambilan data tes psikologi, sistem informasi psikologi yang seperti ini membuat proses yang lebih efektif serta efisien.

Sumber :
http://www.sarjanaku.com/2012/11/pengertian-informasi-menurut-para-ahli.html
http://www.temukanpengertian.com/2013/07/pengertian-sistem-informasi-si.html
http://www.slideshare.net/coryditapratiwi/paper-sippengantar-sistem-informasi-psikologi
Gaol, Chr. Jimmy. (2008). Sistem Informasi Manajemen Pemahaman dan Aplikasi. Institute Perbanas: PT Grasindo.
Maryono, Y., Istiana, B. Patmi. (2008). Teknologi Informasi dan Komunikasi. Jakarta: Yudhistira
Sutabri, T. (2005). Sistem Informasi Manajemen. Yogyakarta. Andi 

    Segala sesuatu kini dapat kita dapatkan dengan cepat dan mudah, terlebih lagi kebutuhan dan aktivitas manusia yang sangat tinggi. Di kehidupan yang serba canggih saat ini dan pesatnya kemajuan teknologi yang sangat besar pengaruhnya bagi kehidupan manusia. Apa lagi jika anda ingin mencari suatu artikel yang bagus yang dapat kita jumpai melalui online. Dan saat ini saya akan menjelaskan beberapa etika dalam penulisan online itu seperti apa, yakni :

1.   Panjang tulisan
      Menurut beberapa orang mengatakan bahwa menulis artikel online itu minimal 300, 500, atau 700 kata, tetapi tulislah artikel anda sepanjang apapun atau sependek apapun, jika mampu memberi solusi nyata dengan tuntas, itu adalah artikel yang bagus. Penggunaan kata dan kalimat yang tidak perlu, justru tidak membuat artikel itu menjadi lebih bagus.

2.   Tata bahasa dan Ejaan 
      Belajarlah menggunakan tata bahasa dan ejaan yang baik. Menulis ejaan yang tidak standar, tidak akan banyak membantu, kecuali jika audiens anda sangat spesifik. Kecuali anda sedang menulis jurnal ilmiah, menggunakan tata bahasa dan ejaan yang luwes (namun tetap memperhatikan kaidah bahasa) adalah salah satu faktor yang membuat sebuah tulisan yang bagus untuk dinikmati. 
Namun, hal ini tidak juga berarti anda harus menggunakan tata bahasa dan ejaan yang baku. Menulis dengan terlalu berpatokan dengan tata bahasa dan ejaan yang sangat baku juga bisa membuat tulisan anda menjadi sangat kaku dan monoton. Dan anda juga tidak boleh lupa dengan menggunakan tanda baca. 

3.   Ringan dibaca
    Menjaga tulisan agar tetap ringan dan mudah dibaca adalah menjadi salah satu hal yang sangat penting. Penggunaan tata bahasa, ungkapan, istilah, perumpamaan, atau ejaan yang tidak tepat dan berlebihan akan cepat membuat pengunjung blog anda berhenti membaca seketika. Jika orang tidak mampu mencerna, mengartika dan menerapkan solusi atau instruksi dalam tulisan anda, maka anda telah gagal membuat artikel yang bagus.
Bagilah artikel yang cukup panjang menjadi bebrapa sub-judul. Gunakan ilustrasi, gambar dan format teks (hurup tebal, miring, garis bawah dan lain-lain) untuk memperjelas isi. Dan gunakan kalimat yang tidak terlalu panjang dan yang terakhir, sebagai pengujian, baca keras-keras tulisan anda seperti anda berbicara. Nyamankah untuk didengar?

4.   Topik
     Topik adalah sesuatu yang paling penting dalam sebuah tulisan. Tulislah tentang apa yang anda sukai, dan tulislah apa yang anda merasa nyaman dengan topik tersebut.

5.   Gaya bahasa
    Menulis dengan cara dan gaya penulisanyang dimengerti dengan baik oleh penikmat artikel anda adalah hal yang sangat penting lainnya. pemahaman orang berbeda-beda dalam mencerna sebuah tulisan, disitulah perlunya anda menyesuaikan tulisan anda dengan penikmat artikel anda. Mungkin anda butuh beberapa waktu untuk men yesuaikan dan mencari gaya bahasa yang tepat.

6.   Intonasi
    Seperti halnya bahasa verbal, bahasa tulisan pun memiliki intonasi, tergantung tujuan penulisannya. Ada nada positif dan ada nada yang memerintah. Ada intonasi yang menyendir, ada yang damai, ada nada yang bersahabat, dan lain sebagainya. 
Sesuaikan intonasi dengan tujuan penulisan. Berlatihlah terus sampai anda menemukan yang sesuai dengan karakter anda sendiri. 

7.   Kutipan
     Pernahkan anda merasa telah menemukan sebuah topik tapi tidak juga mulai menulisnya, hanya karena anda tidak menemukan rujukan yang bisa anda kutip? 
Mengutip pendapat orang lain atau seorang yang ahli adalah hal yang bagus, namun juga jangan sampai membuat kita menunda membuat postingan hanya karna belum menemukan  tulisan orang lain untuk dikutip. Tulis lah setahu anda, dan sepengalaman anda sendiri tentanng sesuatu. Jika anda menemukan hal baru lainnya, anda tinggal memperbaruinya. Itu jauh lebih baik dibandingkan anda menunda untuk menulis sampai anda menemukan sebuah rujukan.

   Ada 2 gaya bahasa yang sering digunakan ketika menulis, yaitu gaya jurnalistik dan gaya ringkasan. Gaya jurnalistik langsung memberikan informasi utama pada bagian awal artikel dan informasi pendukung akan menyusul di bagian tengah atau akhir artikelnya. Sedangkan gaya ringkasan mirip dengan gaya berita ringkas yang ditunjukan pada pembaca yang mengharapkan informasi terperinci, dan pembaca dapat langsung memutuskan apakah dia akan membaca rincian yang diberikan atau cukup hanya membaca ringkasan artikelnya saja.

Ada beberapa artikel yang mempunyai cara penulisan yang berbeda beda:

ARTIKEL DESKRIPSI

    Artikel deskripsi adalah karangan yang bertujuan untuk menulis gambaran suatu fakta sehingga pembaca dapat membayangkannya di dalam benak. 

Cara menulis artikel deskripsi antara lain:
1. Tentukan objek atau konsep yang akan dideskripsikan
2. Tentukan juga tujuan penulisan 
3. Tentukan rumusan ide pokok 
4. Kembangkan tulisan menjadi urut-urutan
5. Tutup dengan paragraf yang menyimpulkan obyek yang dideskripsikan.

ARTIKEL NARASI

      Artikel jenis ini ditujukan untuk menceritakan suatu keadaan atau situasi, baik berdasarkan urutan waktu atau urutan kejadian. Adanya konflik kehidupan membuat tulisan jenis ini menarik minat baca. Sebab bila tidak ada konflik, maka sebuah narasi akan menjadi hambar.

Cara menulis artikel narasi antara lain:
1. Tentukan tema.
2. Tentukan tujuan 
3. Tentukan rumusan ide pokok 
4. Kembangkan tulisan dengan membuat alur cerita : awal – tengah – akhir. Bagian awal buatlah pembukaan yang menarik; Bagian tengah gambarkan pergulatan hidup sang tokoh sampai pada puncak konflik alias klimaks
5. Setelah itu, buatlah anti klimaks sebagai penutup.

ARTIKEL EKSPOSISI

     Ertikel jenis ini merupakan karangan yang bertujuan untuk menguraikan suatu topik. Dapat berupa uraian tentang definisi, fungsi, bagian dan kegunaan suatu konsep. Dapat juga berupa langkah, cara atau proses mengerjakan sesuatu. Ciri khas artikel ini adalah memamerkan poin-poin, urut-urutan angka, tahap demi tahap langkah, menjajarkan definisi, dll. 

Cara menulis artikel eksposisi antara lain :
1. Tentukan tema.
2. Tentukan tujuan 
3. Tentukan rumusan ide pokok
4. Kembangkan tulisan sesuai tujuan. Bila karangan ditujukan untuk menjelaskan pengertian, maka kembangkan karangan dengan menyajikan data dan fakta untuk menguatkan definisi atau proses. Bila anda ingin menjelaskan cara, buatlah tahapan-tahapan dari awal sampai akhir secara sistematis. Bila anda ingin menjelaskan kegunaan, buatlah kegunaannya satu persatu. Dan bila karangan ditujukan untuk menjelaskan proses, maka detilkan prosesnya.
5. Berikan kesimpulan.

ARTIKEL ARGUMENTASI

    Artikel ini berupa karangan opini (pendapat pribadi, oranisasi atau lembaga). Penulisannya dilatarbelakangi oleh kritik terhadap suatu pendapat, keadaan atau kebijakan tentu dengan data atau fakta yang mendukung. Sehingga pendapatnya bisa menarik dukungan dari pembaca.

Cara menulis artikel argumentasi antara lain:
1. Tentukan tema.
2. Tentukan tujuan 
3. Tentukan rumusan masalah
4. Kembangkan karangan dengan menyajikan data dan fakta untuk menguatkan pendapat sendiri
5. Berikan kesimpulan.

ARTIKEL PERSUASI

     Artikel jenis ini terkenal juga dengan arikel motivasi. Sebab penulisannya bersifat membujuk alias persuasif. Efeknya dapat menggerakkan pembaca untuk melakukan atau mengikuti sesuatu dan sebaliknya meninggalkan sesuatu. Artikel ini biasanya banyak digunakan oleh pebisnis, konsultan, agamawan, psikolog, terapis, pengambil kebijakan dan siapa saja yang ingin menggiring khalayak untuk mau, rela, antusias, bersemangat mengamini dan tidak menolak apa yang mereka tawarkan.

Cara menulis artikel persuasi antara lain :
1. Tentukan tema.
2. Tentukan tujuan 
3. Tentukan rumusan ide pokok 
4. Kembangkan karangan dengan menyajikan data dan fakta untuk meyakinkan orang lain sehingga dapat menggerakkan pembaca untuk mengerjakan kebaikan dan menjauhi keburukan.
5. Berikan kesimpulan.

Sebagian penulisan kita juga harus memperhatikan tentang etika dan kode etik dalam penulisan pada sebuah media. Ada 3 hal yang harus diperhatikan:

1.    Gunakan bahasa yang sopan, baik dan benar
    Gunakanlah bahasa yang sopan pada saat menulis sebuah artikel atau berita di sebuah media online. Karena internet tersambung dengan akses yang mencakup seluruh dunia. Dimana artikel atau berita yang kita muat pada internet dapat dibaca oleh siapapun dari berbagai kalangan masyarakat di seluruh dunia. Apabila kita tidak menggunakan bahasa yang sopan maka cara pandang seseorang terhadap kita akan berdampak buruk pada pribadi serta lingkungan kita sendiri. Janganlah menyingkat sebuah kata dalam pengetikan suatu artikel. Seperti kata “yang” disingkat menjadi “yg”, “kepada” menjadi “kpd dan lain sebagainya. Hal itu hanya membuat pusing seseorang yang membaca artikel kita.

2.    Gunakan huruf kapital (capslock) seperlunya
   Gunakanlah huruf kapital pada penulisan seperlunya. Karena jika kita menuliskan dengan menggunakan huruf kapital secara dominan, kata yang tertulis dapat berarti lain bagi seseorang yang membacanya. Sebaiknya tulislah berita atau artikel dengan bahasa yang baik dan benar serta komunikatif. Karena pembaca sangat tertarik terhadap suatu artikel atau berita yang ditulis secara komunikatif. Bahasa yang baik dan benar pun memudahkan pembaca mengerti maksud dan inti dari sebuah berita yang disampaikan oleh kita sebagai penulis.

3.    Menggunakan EYD yang sesuai
     Selain menggunakan bahasa yang sopan, penulisan dalam media pun harus menggunakan EYD yang sesuai. Dikarenakan penulisan yang menggunakan EYD secara yang sesuai pun dapat memudahkan pembaca untuk mengerti inti dari sebuah tulisan yang kita tulis. Dan juga dapat memberikan kesan yang positif terhadap pribadi si penulis. Tak jarang sebuah tulisan di media online digunakan untuk referensi tulisan bagi seseorang. Jadi jika sebuah artikel yang di tulis tidak memperhatikan EYD dengan baik sebagus apapun isi dari artikel tersebut orang lain tidak akan menjadikannya sebagai referensi.

    Itulah beberapa hal yang perlu anda perhatikan dalam membuat dan menulis subuah artikel. Namun dari semua itu, ada satu hal yang menurut saya paling penting, yaitu :
Yang pertama anda harus memiliki sesuatu hal untuk disampaikan. Yang kedua jangan menunggu saat yang sempurna, karena kebuntuan dalam menganalisa masalah adalah salah satunya. Dan hilangnya semangat dan percaya diri untuk menulis adalah hal lainnya. Sehingga membuat anda menunda-nunda waktu untuk menulis. Dan yang ketiga pelajari segala sesuatunya dari mana saja. Kemudian cerna, analisa, dan terapkan. Dan jika menurut anda itu baik, maka anda kemudian bisa membagikan kepada orang lain.

Sumber :

http://portal-uang.com/2013/08/cara-menulis-artikel-yang-baik.html
http://pelitaku.sadba.org/etika_penulisan_dalam_dunia_mayainternet
http://www.maxmanroe.com/tips-cara-menulis-artikel-yang-baik.html
Rifai, Mien A. (2004). Pegangan Gaya Penulisan, Penyuntingan dan Penerbitan Karya Ilmiah Indonesia.Yogyakarta : Gadjah Mada University Press. cet. 4.
WS,.Titik.(2003). Kode Etik / Tanggung Jawab Penulis. Yogyakarta : Pink Books, PUSBUK, dan Taman Melati. Hal 8 – 14



;;

By :
Free Blog Templates