Rabu, 30 April 2014
Tugas Matematika dan Ilmu Alamiah Dasar : Metode Ilmiah Penelitian Psikologi
Diposting oleh Unknown di 21.21
·
Penelitian
ini psikologi ini mengangkat tema tentang Pola Asuh Mempengaruhi Perkembangan dan
Kepribadian Anak.
· Masalah yang akan di pecahkan dalam
penelitian psikologi ini, antara lain :
v Pengertian pola asuh
v Macam-macam pola asuh
v Kewajiban Orang tua dalam keluarga
v Menganalisis pola asuh Orang tua terhadap
perilaku anak-anaknya
v Pengertian Pola Asuh
Pola asuh adalah pola
perilaku yang diterapkan pada anak yang bersifat konsisten dari waktu kewaktu.
Pola perilaku ini dapat dirasakan oleh anak, dari segi negatif dan positif.
Orang tua memiliki cara dan pola tersendiri dalam mengasuh dan membimbing anak.
Cara dan pola tersebut tentu akan berbeda antara satu keluarga dengan keluarga
yang lainnya. Pola asuh orang tua merupakan gambaran tentang sikap dan perilaku
orang tua dan anak dalam berinteraksi, dan berkomunikasi. Orang tua bertugas
sebagai pengasuh, pembimbing, pemelihara dan sebagai pendidik terhadap
anak-anaknya. Setiap orang tua pasti menginginkan anak-anaknya menjadi manusia
yang pandai, cerdas dan berakhlak. Akan tetapi banyak orang tua yang tidak
menyadari bahwa cara mereka mendidik membuat anak merasa tidak diperhatikan,
dibatasi kebebasannya, bahkan ada yang merasa tidak disayang oleh orang tuanya.
Perasaan-perasaan itulah yang banyak mempengaruhi sikap, perasaan, dan cara
berpikir bahkan kecerdasan mereka.
v
Macam-macam pola asuh
Macam – macam Pola Asuh Orang Tua secara
garis besar terdapat 4 macam pola asuh orang tua terhadap anaknya yaitu :
1. Pola asuh Demokratis
2.
Pola
asuh Otoriter
3.
Pola asuh Permisif
4. Pola asuh Penelantar
v
Kewajiban
Orang tua dalam keluarga
ü Orang tua bertugas sebagai pengasuh, pembimbing anak.
ü
Pendidik bagi
anak-anak.
ü
Mengenalkan anak pada
agama.
ü
Membentuk kepribadian
anak dengan cara mencontoh perilaku Orang tua.
ü
Dll.
v Menganalisis pola asuh Orang tua terhadap
perilaku anak-anaknya
1. Pola asuh Demokratis
Pola asuh demokratis adalah pola asuh yang memprioritaskan
kepentingan anak, akan tetapi tidak ragu-ragu mengendalikan mereka. Orang tua
tipe ini juga bersikap realistis terhadap kemampuan anak, tidak berharap yang
berlebihan yang melampaui kemampuan anak dan memberikan kebebasan kepada anak
untuk memilih dan melakukan suatu tindakan.
Pengaruhnya yaitu akan menghasilkan
karakteristik anak-anak yang mandiri, dapat mengontrol diri, mempunyai hubungan
baik dengan teman-temannya.
2. Pola asuh Otoriter
Pola asuh otoriter adalah pola asuh yang
cenderung menetapkan standar yang mutlak harus dituruti. Orang tua tipe ini
cenderung memaksa, memerintah, menghukum. Orang tua mungkin berpendapat bahwa
anak memang harus mengikuti aturan yang ditetapkannya. Karena apapun peraturan yang ditetapkan Orang tua
semata-mata demi kebaikan anak. Orang tua tak mau repot-repot berpikir bahwa
peraturan yang kaku seperti itu justru akan menimbulkan berbagai efek.
Pengaruhnya yaitu biasanya berdampak buruk pada anak,
biasanya pola asuh seperti ini menghasilkan karakteristik anak yang penakut,
pendiam, tertutup, gemar menentang, suka melanggar norma-norma, berkepribadian
lemah.
3.
Pola asuh Permisif
Pola asuh ini memberikan pengawasan yang sangat longgar.
Maksudnya memberikan kesempatan pada anaknya untuk melakukan sesuatu tanpa
pengawasan yang cukup darinya. Mereka cenderung tidak menegur atau
memperingatkan anak apabila anak sedang dalam bahaya, dan sangat sedikit bimbingan
yang diberikan oleh mereka. Namun Orang tua tipe ini biasanya bersifat hangat,
sehingga seringkali disukai oleh anak.
Pengaruh dari pola asuh permisif ini akan menghasilkan
karakteristik anak-anak yang tidak patuh, manja, kurang mandiri, mau menang
sendiri (egois), dan kurang percaya diri.
4.
Pola asuh Penelantar
Pola asuh penelantar merupakan tipe Orang tua yang pada umumnya memberikan waktu dan
biaya yang sangat minim pada anak-anaknya. Waktu mereka banyak digunakan untuk
keperluan pribadi mereka, seperti bekerja, dan juga kadangkala biaya pun
dihemat-hemat untuk anak mereka.
Pengaruh dari pola asuh penelantar akan menghasilkan
karakteristik anak-anak yang agresif, kurang bertanggung jawab, tidak mau
mengalah, sering bolos, dan bermasalah dengan teman.
·
Metode yang
di gunakan dalam penelitian adalah menggunakan
pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif dengan observasi, pengumpulan
data, selanjutnya dianalisis.
·
Kesimpulan
Orang tua merupakan pendidik yang pertama dalam
kehidupan anak, karena dari merekalah anak mendapatkan pendidikan untuk pertama
kalinya serta menjadi dasar perkembangan dan kehidupan anak dikemudian hari.
Keluarga memberikan dasar pembentukan tingkah laku, watak, moral dan pendidikan
anak.
Pola asuh demokrastis yang diterapkan diantaranya
memberikan kebebasan kepada anak untuk menentukan keinginannya sendiri,
memberikan prioritas untuk pendidikan anak, dan melakukan komunikasi dengan
baik. Pola asuh Orang tua dengan menggunakan pola asuh otoriter dianggap kurang
efektif, karena anak remaja merasa diabaikan hak-haknya oleh Orang tua. Selain
pola asuh otoriter, pola asuh penelantar yang digunakan Orang tua selama ini juga
belum dianggap efektif, karena anak remaja merasa diberikan batasan dalam
menentukan pilihan mereka. Jadi sesuai hasil
penelitian diatas didapatkan bahwa pola asuh Orang tua terhadap anak kebanyakan
kurang tepat, dan diharapkan Orang tua berupaya mengatasi perilaku anak yang
menyimpang tersebut dengan menggunakan pola asuh yang demokratis.
0 Comments:
Subscribe to:
Posting Komentar (Atom)