Rabu, 30 April 2014

·      Penelitian ini psikologi ini mengangkat tema tentang Pola Asuh Mempengaruhi Perkembangan dan Kepribadian Anak.

·      Masalah yang akan di pecahkan dalam penelitian psikologi ini, antara lain :
v  Pengertian pola asuh
v  Macam-macam pola asuh
v  Kewajiban Orang tua dalam keluarga
v  Menganalisis pola asuh Orang tua terhadap perilaku anak-anaknya

v  Pengertian Pola Asuh
Pola asuh adalah pola perilaku yang diterapkan pada anak yang bersifat konsisten dari waktu kewaktu. Pola perilaku ini dapat dirasakan oleh anak, dari segi negatif dan positif. Orang tua memiliki cara dan pola tersendiri dalam mengasuh dan membimbing anak. Cara dan pola tersebut tentu akan berbeda antara satu keluarga dengan keluarga yang lainnya. Pola asuh orang tua merupakan gambaran tentang sikap dan perilaku orang tua dan anak dalam berinteraksi, dan berkomunikasi. Orang tua bertugas sebagai pengasuh, pembimbing, pemelihara dan sebagai pendidik terhadap anak-anaknya. Setiap orang tua pasti menginginkan anak-anaknya menjadi manusia yang pandai, cerdas dan berakhlak. Akan tetapi banyak orang tua yang tidak menyadari bahwa cara mereka mendidik membuat anak merasa tidak diperhatikan, dibatasi kebebasannya, bahkan ada yang merasa tidak disayang oleh orang tuanya. Perasaan-perasaan itulah yang banyak mempengaruhi sikap, perasaan, dan cara berpikir bahkan kecerdasan mereka.

v  Macam-macam pola asuh
Macam – macam Pola Asuh Orang Tua secara garis besar terdapat 4 macam pola asuh orang tua terhadap anaknya yaitu :
1.      Pola asuh Demokratis
2.      Pola asuh Otoriter
3.      Pola asuh Permisif
4.      Pola asuh Penelantar

v  Kewajiban Orang tua dalam keluarga
ü Orang tua bertugas sebagai pengasuh, pembimbing anak.
ü Pendidik bagi anak-anak.
ü Mengenalkan anak pada agama.
ü Membentuk kepribadian anak dengan cara mencontoh perilaku Orang tua.
ü Dll.


v  Menganalisis pola asuh Orang tua terhadap perilaku anak-anaknya

1.    Pola asuh Demokratis
Pola asuh demokratis adalah pola asuh yang memprioritaskan kepentingan anak, akan tetapi tidak ragu-ragu mengendalikan mereka. Orang tua tipe ini juga bersikap realistis terhadap kemampuan anak, tidak berharap yang berlebihan yang melampaui kemampuan anak dan memberikan kebebasan kepada anak untuk memilih dan melakukan suatu tindakan.
Pengaruhnya yaitu akan menghasilkan karakteristik anak-anak yang mandiri, dapat mengontrol diri, mempunyai hubungan baik dengan teman-temannya.

2.    Pola asuh Otoriter
Pola asuh otoriter adalah pola asuh yang cenderung menetapkan standar yang mutlak harus dituruti. Orang tua tipe ini cenderung memaksa, memerintah, menghukum. Orang tua mungkin berpendapat bahwa anak memang harus mengikuti aturan yang ditetapkannya. Karena apapun peraturan yang ditetapkan Orang tua semata-mata demi kebaikan anak. Orang tua tak mau repot-repot berpikir bahwa peraturan yang kaku seperti itu justru akan menimbulkan berbagai efek.
Pengaruhnya yaitu biasanya berdampak buruk pada anak, biasanya pola asuh seperti ini menghasilkan karakteristik anak yang penakut, pendiam, tertutup, gemar menentang, suka melanggar norma-norma, berkepribadian lemah.

3.    Pola asuh Permisif
Pola asuh ini memberikan pengawasan yang sangat longgar. Maksudnya memberikan kesempatan pada anaknya untuk melakukan sesuatu tanpa pengawasan yang cukup darinya. Mereka cenderung tidak menegur atau memperingatkan anak apabila anak sedang dalam bahaya, dan sangat sedikit bimbingan yang diberikan oleh mereka. Namun Orang tua tipe ini biasanya bersifat hangat, sehingga seringkali disukai oleh anak.
Pengaruh dari pola asuh permisif ini akan menghasilkan karakteristik anak-anak yang tidak patuh, manja, kurang mandiri, mau menang sendiri (egois), dan kurang percaya diri.

4.    Pola asuh Penelantar
Pola asuh penelantar merupakan tipe  Orang tua yang pada umumnya memberikan waktu dan biaya yang sangat minim pada anak-anaknya. Waktu mereka banyak digunakan untuk keperluan pribadi mereka, seperti bekerja, dan juga kadangkala biaya pun dihemat-hemat untuk anak mereka.
Pengaruh dari pola asuh penelantar akan menghasilkan karakteristik anak-anak yang agresif, kurang bertanggung jawab, tidak mau mengalah, sering bolos, dan bermasalah dengan teman.

·       Metode yang di gunakan dalam penelitian adalah menggunakan  pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif dengan observasi, pengumpulan data, selanjutnya dianalisis.
·         Kesimpulan
Orang tua merupakan pendidik yang pertama dalam kehidupan anak, karena dari merekalah anak mendapatkan pendidikan untuk pertama kalinya serta menjadi dasar perkembangan dan kehidupan anak dikemudian hari. Keluarga memberikan dasar pembentukan tingkah laku, watak, moral dan pendidikan anak.

Pola asuh demokrastis yang diterapkan diantaranya memberikan kebebasan kepada anak untuk menentukan keinginannya sendiri, memberikan prioritas untuk pendidikan anak, dan melakukan komunikasi dengan baik. Pola asuh Orang tua dengan menggunakan pola asuh otoriter dianggap kurang efektif, karena anak remaja merasa diabaikan hak-haknya oleh Orang tua. Selain pola asuh otoriter, pola asuh penelantar yang digunakan Orang tua selama ini juga belum dianggap efektif, karena anak remaja merasa diberikan batasan dalam menentukan pilihan mereka. Jadi sesuai  hasil penelitian diatas didapatkan bahwa pola asuh Orang tua terhadap anak kebanyakan kurang tepat, dan diharapkan Orang tua berupaya mengatasi perilaku anak yang menyimpang tersebut dengan menggunakan pola asuh yang demokratis.

;;

By :
Free Blog Templates