Senin, 11 Januari 2016

analisis jurnal

Analisis Jurnal Hubungan antara Kepuasan Kerja dan Resiliensi dengan Organizational Citizenship Behavior (OCB) pada Karyawan Kantor Pusat PT. BPD Bali

Judul
Hubungan antara Kepuasan Kerja dan Resiliensi dengan Organizational Citizenship Behavior (OCB) pada Karyawan Kantor Pusat PT. BPD Bali
Penulis
I Gusti Ayu Agung Yesika Yuniar, Harlina Nurtjahjanti, dan Diana Rusmawati
Jurnal
Jurnal Psikologi Universitas Diponegoro
Vol. & Nomor
Vol. 9 No. 1
Tahun
2011
Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepuasan kerja terhadap OCB, hubungan antara resiliensi terhadap OCB, serta hubungan antara kepuasan kerja dan resiliensi terhadap OCB pada karyawan Kantor Pusat PT. BPD Bali.
Latar Belakang
Penelitian ini juga dilatar belakangi oleh terbatasnya penelitian mengenai kepuasan kerja dan resiliensi dengan organizational citizenship behavior (OCB) karyawan Kantor Pusat PT. BPD Bali.
Subjek
Populasi penelitian ini berjumlah 187 orang dan sampel penelitian berjumlah 127 karyawan tetap Kantor Pusat PT. BPD Bali yang minimal telah bekerja selama dua tahun. (seluruh karyawan Kantor Pusat  PT. BPD Bali yang berjumlah 191 orang). Penentuan sampel menggunakan teknik proporsional sampling.
Metode
Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah self-report questionare (Anastasi, 1997). Penelitian ini menggunakan skala psikologi sebagai alat pengumpulan data. Penelitian ini menggunakan tiga macam skala yaitu Skala OCB, Skala Resiliensi dan Skala Kepuasan Kerja. Ketiga skala tersebut menggunakan model skala Likert, dengan modifikasi alternatif jawaban menjadi lima respon yang terdiri dari pernyataan yangfavorable (mendukung) dan unfavorable (tidak mendukung).
Kesimpulan
Tidak adanya  tanda negatif  pada koefisien korelasi menunjukkan hubungan yang positif. Hubungan positif artinya jika kepuasan kerja meningkat maka OCB meningkat juga atau sebaliknya. Mengingat signifikansi yang diperoleh maka dapat diartikan bahwa hubungan antara kepuasan kerja dengan OCB adalah signifikan. Jadi dapat disimpulkan H1 dan H2 diterima.Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara kepuasan kerja dengan OCB. Karyawan akan melaksanakan tugas melebihi dari kewajiban formal yang ditentukan apabila mendapatkan kepuasan dalam bekerja. Kepuasan kerja dan resiliensi merupakan salahsatu faktor yang menentukan OCB.
Saran
Usaha meningkatkan OCB (Organizational Citizenship Behavior) karyawan berkaitan dengan pengaruh kepuasan kerja dan resiliensi, dapat disarankan sebagai berikut:
1.      Bagi Manajemen Kantor Pusat PT. BPD Bali
a.   Mengingat kepuasan kerja dan resiliensi berpengaruh positif, maka sebaiknya perusahaan lebih memperhatikan dan menghargai karyawan-karyawan yang bekerja diperusahaan tersebut.
b.      Memperhatikan aset yang dimiliki karyawan.
c.   Menumbuhkan rasa persaudaraan dan saling percaya di lingkungan kerja.
d.    Pimpinan atau manajemen perusahaan memperhatikan faktor-faktor lain seperti, budaya setempat, budaya dan iklim organisasi, kepribadian dan suasana hati (mood), masa kerja dan jenis kelamin(gender).
2.    Sedangkan bagi penelitian selanjutnya yang berminat untuk memperdalam topik yang sama, dapat mengembangkan penelitian selanjutnya dengan memperluas orientasi kancah penelitian dengan mempertimbangkan variabel lain yang mungkin berpengaruh terhadap varibel OCB.


Menurut kelompok kami jurnal yang berjudul  “Hubungan Antara Kepuasan Kerja dan Resiliensi dengan Organizational Citizenship Behavior (OCB) pada Karyawan Kantor Pusat PT. BPD Bali” cukup baik karena peneliti menjelaskan laporan secara lengkap dengan menuliskan secara rinci teori yang mendukung penelitian. Peneliti juga menjelaskan dan menjabarkan hasil dan pembahasan dari penelitiannya. Peneliti juga memberikan saran berdasarkan data dan hasil yang diperoleh dari penelitian, bukan semata-mata menurut pendapat pribadi.



Rabu, 06 Januari 2016

JOB ENRICHMENT

Judul             : PENGARUH JOB ENRICHMENT TERHADAP KEPUASAN KERJA, MOTIVASI DAN KOMITMENT ORGANISASI PT FAJAR SURYA WISESA

Jurnal                    : Jurnal Psikologi

Volume/Halaman : Vol. 16 No. 2, Agustus 2012 hal.93-104

Tahun                    : 2012

Penulis                   : Francisca Hermawan

Tujuan Penelitian  : Di  dalam  penelitian  ini, tujuan  penulis  adalah  ingin menganalisis pengaruh job enrichment terhadap kepuasan  kerja; motivasi; komitmen organisasi di PT Fajar Surya Wisesa.

Subjek Penelitian  : 65 Responden

Metode Penelitian : Data  yang  digunakan dalam  analisis  penelitian  ini  berupa  persepsi responden dengan  menyebarkan  65 kuesioner  pada  karyawan  di  PT Fajar  Surya  Wisesa. Perhitungan jumlah  responden  ditentukan menggunakan  rumus  Slovin. Penelitian  ini menggunakan tehnik convenience sampling dimana peneliti memiliki kebebasan untuk memilih siapa saja yang mudah temui dalam perusahaan.

Hasil Penelitian   : Besarnya hasil Overall Mean Score  job enrichment  dapat dilihat bahwa job enrichment  pada  karyawan  di  PT  Fajar  Surya  Wisesa  memiliki kategori  netral  karena  berada di nilai  mean  score  3.40  terutama  pada dimensi  otonomi.  Hal  ini  mungkin  disebabkan  PT Fajar Surya Wisesa masih memberi sedikit kesempatan untuk karyawan dalam berfikir dan bertindak secara mandiri. Kepuasan kerja pada karyawan PT Fajar Surya Wisesa memiliki tingkatan  yang puas dengan  mean  score  3.41.  Hal  ini  mungkin disebabkan  manajemen  perusahaan  memperlakukan karyawan  dengan jujur sehingga karyawan menjadi puas. Motivasi pada karyawan PT Fajar Surya Wisesa  memiliki  tingkatan  yang  tinggi  dengan  mean  score  3,42 terlihat  dari  pekerjaan  menarik minat karyawan  sehingga  karyawan menjadi termotivasi.Komitmen  organisasi  pada  karyawan  PT Fajar  Surya  Wisesa memiliki  tingkatan  yang  tinggi  dengan  mean  score  3.41  hal  ini  dapat disimpulkan bahwa  karyawan  menganggap  permasalahan  perusahaan adalah permasalahan mereka sendiri sehingga menjadi komitmen.Prosentasi  pengaruh  variable  independen terhadap  variable dependen antara  job enrichment dengan kepuasan kerja (R2= 81,3%) ; job  enrichment dengan motivasi  (R2=  83,9%)  ;  job enrichment dengan komitmen organisasi ( R2=85%) ada pengaruh signifikan. Berdasarkan hasil analisi regresi table 3,4,5 diperoleh bukti bahwa nilai t untuk pengaruh job enrichment  terhadap kepuasan kerja adalah sebesar 16,556  pada  signikansi  0,000  (<0,05) berarti  ada pengaruh  yang signifikan,  sedangkan  nilai  t  untuk  pengaruh  job enrichment terhadap motivasi  sebesar  18,102  pada  signifikan  0,000  (<0,05)  berarti  ada pengaruh  yang  signifikan dan  nilai  t  untuk  pengaruh job enrichment terhadap  komitmen  organisasi  adalah  sebesar  18,882 pada  signifikansi 0,000 (<0,005) berarti ada pengaruh yang signifikan. Hasil  uji  Manova menunjukkan  ada  perbedaan  secara  simultan antara variable  dependen  (Kepuasan  Kerja; Motivasi  kerja;  Komitmen organisasi) terhadap variable independen (job enrichment).

Kesimpulan  : Hasil  penelitian  penulis  sedikit  berbeda  dengan  jurnal  hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Raza dan Nawaz dengan topik  “Impact of  Job  Enrichment  on Employees’  Job Satisfaction, Motivation  and Organizational Commitment” di Pakistan yang mengemukakan bahwa job enrichment mempunyai pengaruh  yang  signifikan  terhadap  kepuasan kerja, motivasi dan komitmen organisasi sedangkan  hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis yaitu dalam penelitian ini  job  enrichment  memiliki tingkatan  cukup sedangkan  kepuasan  kerja,  motivasi  dan komitmen organisasi memiliki tingkatan puas dan tinggi. Sedangkan kualitas  hubungan  job  enrichment dengan  kepuasan kerja,  kualitas  hubungan  job  enrichment  dengan  motivasi  dan  kualitas hubungan  job enrichment dengan komitmen organisasi,  masing-masing memiliki  korelasi yang positif  dan  kuat  artinya  jika  variable  dependent meningkat maka mempengaruhi peningkatan variable independent.

DAFTAR PUSTAKA

Allen, N. J., & Meyer, J.P. (1997). Commitment In Workplace : Theory,

Research, And Application (California : SAGE Publication).

Ghozali,  Imam.,  (2005).  Aplikasi  Analisis  Multivariate  dengan  Program 

SPSS

(3th ed.). Semarang : Badan Penerbit Universitas Diponegoro

Greenberg,  J  &  Baron,  R.A.  (2008).  Behavior  in  Organizations  (9th 

ed).New Jersey, Perason Prentice Hall.

Hasibuan,Malayu  S.P  (2007),Manajemen  Sumber  Daya  Manusia,  Edisi 

revisi, Jakarta Bumi Aksara.

Ivancevich, J.M. (2007).  Human Resource Management  (10th ed). New 

York: McGraw Hill

Mas’ud,  F.  (2004).  Survai  Diagnosis  Organisasional.  Semarang:  BPFE 

UNDIP

Mathis  Robert  L  &  Jackson  John  H  (2002)  Manajemen  Sumber  daya 

Manusia Jakarta, Salemba Empat

Nawawi,Hadari  (2003),  Manajemen  Sumber  Daya  Manusia  yang 

kompetitif  untuk  Bisnis  ,Yogyakarta,  Gajah  Mada  University 

Press.

Raza,  M.A  &  Nawaz,  M.M.  (2011).  Impact  of  Job  Enrichment  on 

Employees’s  Job  Satisfaction,  Motivation  and  Organizational 

Commitment : Evidence from Public Sector of Pakistan. European 

Journal of Social Sciences, vol 23.

Robbins,  Stephen.P  &  Judge,  Timothy.A  .(2009).  Organizational 

Behavior(13th ed). New York: McGraw Hill.

Sekaran,  U.  (2006).  Metode  Penelitian  untuk  Bisnis.  Jakarta:  Salemba 

Empat.

Steers, R.M (2008 ) Efektivitas Organisasi. Jakarta : airlangga

Suprihanto  (2000),  penilaian  Kinerja  &  Pengembangan  Sumber  daya 

Manusia, Yogyakarta : BPFE

Uyanto, S, S. (2006). Pedoman Analisis Data Dengan SPSS (3th ed.)

Yamane,Taro  (2003),  Elementary  Sampling  Theory,  Englewod  cliffs 

prentice Hall

;;

By :
Free Blog Templates